Rupiah Menguat Terhadap Dolar, Apa Untung dan Ruginya Buat Kita?

Awal Desember ini, rupiah menguat terhadap dolar. Rupiah menguat artinya para investor optimis terhadap kondisi perekonomian Indonesia dan instrumen investasi negara ini.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebutkan penguatan rupiah terhadap dolar menunjukkan bahwa para investor melihat nilai fundamental perusahaan di Indonesia cukup baik dibandingkan dengan negara lain.

 rupiah menguat terhadap dolar

Rupiah menguat terhadap dolar ini menunjukkan bahwa nilai fundamental RI menguat. Rupiah menguat artinya, ini saatnya menyempurnakan struktur pasar dalam negeri.

Ia menambahkan, pemerintah perlu mendorong supaya perbaikan instrumen investasi diketahui lebih luas di dunia investor.

Baca juga: Ganjaran Gaji Fantastis untuk Sektor Digital, Tertarik Pindah Haluan Kerja?

Rupiah menguat artinya untung bagi beberapa sektor

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kerap berfluktuasi. Yuk, pahami kondisi-kondisi yang akan dipengaruhi oleh nilai rupiah yang menguat:

#1 Harga barang-barang impor jadi lebih murah

Rupiah yang menguat tentu menguntungkan bagi kamu penyuka barang impor. Harga barang dengan brand mahal luar negeri yang jadi incaranmu tentu bakal jadi lebih murah.

Kalau sekarang ketika kurs USD 15 ribu, barang incaranmu senilai Rp150.000, maka apabila rupiah menguat dan dolar menjadi senilai USD 10 ribu, maka barang impor yang kamu idam-idamkan harganya tinggal sekitar Rp100.000.

Ini tentu menguntungkan pelaku usaha yang menggantungkan kegiatan jual-beli mereka dari bahan baku atau barang dari luar negeri.

#2 Kamu bakal lebih hemat apabila merencanakan jalan ke luar negeri

Lantaran rupiah menguat, maka nilai mata uang negaramu ini “siap menghadapi” penjelajahanmu saat berwisata ke luar negeri.

Biaya yang dihabiskan saat wisata keluar negeri tentu bisa ditekan dengan murahnya harga barang-barang yang dijual di negara tujuan.

#3 Beban utang luar negeri berkurang

Utang luar negeri Indonesia per Oktober 2019 tembus hingga Rp4.756 T. Rasio utang mencapai 29,87 persen terhadap PDB. Posisi utang ini alami kenaikan sebesar Rp277,56 T dibandingkan posisi Oktober 2019 yang tercatat sebesar Rp4.478,57 T.

Dengan nilai tukar rupiah yang menguat dibandingkan USD tentu akan membuat angka utang terbilang lebih kecil. Utang luar negeri Indonesia, bagaimanapun, masih dalam keadaan aman karena rasio utang masih di bawah 60 persen.

Selama belum lebih dari 60 persen, maka posisi utang negara kita belum membahayakan. Meski tentu, apabila rupiah menguat, maka beban utang luar negeri Indonesia juga turut berkurang.

Baca juga: Dari Melahirkan Hingga Pendidikan, Berapa Biaya Membesarkan Anak di Indonesia?

#4 Cadangan devisa meningkat

Bank Indonesia memperoleh kesempatan lebih baik untuk menyimpan cadangan devisa apabila rupiah menguat. Bank Indonesia akan menukarkan sebanyak-banyaknya rupiah dengan dolar dan nantinya berdampak pada naiknya cadangan devisa.

Menukarkan dengan dolar ini memang tugas Bank Indonesia demi meregulasi agar nilai rupiah tetap stabil.

Kerugian apabila rupiah menguat terhadap dolar

 rupiah menguat artinya

Kita sudah merincikan keuntungan yang akan diperoleh apabila rupiah menguat, nah ini adalah kerugian yang terjadi bagi beberapa sektor apabila rupiah menguat:

#1 Barang yang dijual di dalam negeri akan kalah bersaing di pasar

Permintaan terhadap barang impor jadi tinggi karena rupiah menguat dan ini tentu berimbas pada jual-beli barang-barang produksi dalam negeri yang kalah bersaing dengan barang-barang impor ini.

Pelaku usaha di bidang industri dan produksi dalam negeri yang kalah saing dengan barang impor ini tentu akan dirugikan. Maka, efisiensi alias PHK pun dapat saja terjadi lantaran lesunya penjualan ini.

#2 Barang-barang yang diekspor kurang diminati

Ketika nilai USD melemah dibandingkan rupiah, besar kemungkinan konsumen barang-barang produksi Indonesia di luar negeri akan menurunkan jumlah produksi impor mereka atas produk Indonesia.

Daya beli di luar negeri terhadap produk kita akan menurun dan ini berakibat pada penurunan ekspor barang secara keseluruhan. Ada kemungkinan pengimpor mencoba melakukan substitusi barang sejenis ke negara lain yang bisa produksi barang lebih murah dengan kualitas serupa.

Baca juga: Psst.. Ini 5 Rahasia Sukses Warren Buffett, Tokoh Investasi Paling Sukses di Dunia

#3 Sektor wisata dalam negeri jadi sepi

Penguatan rupiah juga sebabkan sektor pariwisata melemah karena wisata ke Indonesia akan jadi lebih mahal bagi para turis.

Alhasil, mereka akan pikir-pikir lagi untuk mengeluarkan uang ketika berwisata di Indonesia. Mereka barangkali akan memilih wilayah lain di Asia Tenggara yang lebih akomodatif biayanya.

Jadi, sudah tahu, kan, bagaimana keuntungan dan kerugian apabila rupiah meningkat? Tentu, kalau meningkatnya hanya sekian poin, hal-hal di atas tidak akan terlalu “diguncang” dan kita masih dapat diuntungkan oleh keadaan rupiah yang menguat.

Sumber: Kompas, CNBC Indonesia, Moneysmart, Kontan

Simak juga:

Ikuti Jejak Amazon dan Facebook, Tahun 2020 Google Luncurkan Google Pay

Dibanderol Rp193 M, Majesty 140 Berhasil Jadi Yacht Termahal di Dunia

Saingi Amerika Serikat, Ini 9 Orang Terkaya di Dunia Asal Cina

Recent Articles

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here