Pemprov DKI Jakarta Beli Robot Pemadam Kebakaran dari Kroasia Rp37,4 M

Pemprov DKI Jakarta gelontorkan Rp37,4 M untuk beli satu unit robot pemadam kebakaran. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta membeli satu unit mobil damkar beserta robot jenis Dok-Ing MVF-U3.

Satriadi Gunawan, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, mengatakan satu unit alat ini dibeli pada 2019.

Dalam satu unit mobil damkar, terdapat beberapa robot dan peralatan rescue lainnya, “Jadi paket, makanya mahal itu. Jadi bukan satu robotik, di dalam mobil itu ada 2-3 robotik,” ujar Satriadi.

robot pemadam kebakaran
Sumber: IG @humasjakfire (Pemadam DKI Jakarta)

Robot pemadam kebakaran Dok-Ing MVF-U3 yang dibeli Pemprov DKI Jakarta ini dapat dimanfaatkan untuk banyak kasus. Terutama penanggulangan kebakaran atau kecelakaan yang sulit dijangkau petugas karena bisa dioperasikan dari jarak jauh.

Alat canggih ini juga memiliki daya termal yang mampu menahan api dan ledakan. Dengan berbagai fitur mumpuni ini, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta menyebut akan kembali membeli alat robotik pada 2020 ini.

Menurut Satriadi, alat robotik yang dibeli pada 2019 merupakan alat pengurai material kebakaran, sementara yang akan dibeli pada 2020 adalah alat penyelamatan (rescue).

Baca juga: Nilai Ekonomi Tinggi, Legislator PKS Rafli Kande Ajukan Legalitas Ekspor Ganja

Tahun 2020, Pemprov DKI Jakarta anggarkan Rp44,7 M untuk beli 3 unit robot pemadam kebakaran

pemprov dki

Satriadi mengatakan bahwa teknologi unit robot pemadam kebakaran itu memprioritaskan keselamatan para petugas pemadam kebakaran. Pengadaan ini dilakukan untuk terutama menunjang keselamatan Moda Raya Terpadu (MRT) dan Light Rail Transit (LRT).

“Kita kan dalam menghadapi LRT dan MRT harus memiliki peralatan yang memadai untuk menanggulangi kebakaran atau penyelamatan. Dan kita juga bisa lakukan untuk membersihkan gorong-gorong juga,” ujarnya.

Selain untuk MRT dan LRT, robot pemadam kebakaran ini juga bisa difungsikan untuk penyelamatan dari kasus kebakaran dengan lokasi khusus berisiko tinggi.

“Tahun ini kita ada satu unit dan buatan Kroasia. Kalau dilihat barangnya mahal dan memang karena fungsinya demikian,” jelas Satriadi mengenai pengadaan unit robot tersebut.

Pada 2020 ini, pihak Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan menyiapkan dana Rp44,7 M untuk pengadaan tiga unit robot pemadam kebakaran.

Daya jangkau semprotan alat yang dibeli pada 2020 ini dapat capai hingga ketinggian 80 meter.

Dengan unit robot pemadam kebakaran in, personel damkar tidak perlu sampai masuk ke dalam untuk melakukan penyelamatan. Cukup dari jarak jauh, mereka dapat mengontrol penyemprotan.

“Kalau yang tahun ini, kita adakan memang yang lebih murah. Terlihat seperti mobil, tapi di dalamnya ada robot. Sekarang yang 1 unit ini kita simpan di Pusdiklat kita di Ciracas,” kata Satriadi.

Pengadaan robot pemadam kebakaran ini terinspirasi dari pengalaman Singapura yang telah lebih dahulu memiliki robot dan digunakan untuk keadaan mendesak.

Baca juga: Suku Bunga KUR Turun Jadi 6%, Pemerintahan Jokowi Dukung Percepatan Kinerja UMKM

Tren pemakaian teknologi robot di industri Indonesia

robot pemadam kebakaran

Pada 2019, kenaikan penggunaan robot pada industri berkisar hingga 20 persen. Ini menandakan implementasi robot di Indonesia sudah dapat dimulai.

Serapan teknologi robot di Indonesia pada 2017 mencapai 950 unit dan pada 2018 melonjak jadi 1.200 unit robot. Sejauh ini, industri makanan dan minuman adalah industri terbesar yang menerapkan teknologi robot.

Dengan angka ini, bagaimanapun, total penyerapan teknologi robotika di Indonesia masih jauh dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand.

“Di Vietnam, tingkat penyerapan robot sudah mencapai 3.000 unit per tahun, sementara Thailand mencapai 4.000 unit robot per tahun. Apalagi jika dibanding dengan Korea, Singapura, Jerman, Amerika, dan Tiongkok yang penyerapannya jauh lebih besar,” ujar Mugi Harfianza, Kepala Robotics & Discrete Automation ABB Indonesia.

Penyerapan teknologi robot seperti robot pemadam kebakaran ini di dunia industri terbilang sangat diperlukan demi peningkatan kinerja.

Presiden Joko Widodo pun memiliki rencana senada, yakni berencana menggantikan sejumlah PNS dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau robot.

Dalam rencana Jokowi, robot akan menggantikan sebagian eselon IV tiap kementerian. Kehadiran AI dirasa dibutuhkan demi kecepatan dalam bekerja dan bertindak di lapangan. Terutama, untuk menghadapi perubahan yang sangat cepat.

Jadi, siapkah kamu menghadapi “zamannya robot” di depan mata?

Sumber: Kontan, CNN Indonesia, Republika, CNBC Indonesia

Simak juga:

Mulai Investasi dengan Risiko Kecil, Sudah Coba 5 Jenis Investasi Ini Belum?

Mau Coba Investasi Reksadana? Ini 11 Platform Reksadana Online Terbaik di Indonesia

Investasi Paling Menguntungkan di 2020? Emas & Obligasi Masih Tempati #1

Wah! Ternyata Selain Jagoan Konten, Ini 3 Pekerjaan yang Akan ‘Laku’ di Masa Depan!

Jualan Drone, Frank Wang Berhasil Raup Keuntungan Hingga Rp27 Triliun

Recent Articles

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here