Kerugian Banjir Jakarta 2020 Diprediksi Rp5,2 T, Sri Mulyani Masih Terus Pantau Situasi

Pada banjir Jakarta 2020, kerugian akibat banjir diperkirakan capai hingga Rp5,2 T. Sejumlah Rp4,5 T merupakan aset swasta/masyarakat dan sisanya Rp650 M merupakan kerusakan atau kerugian aset pemerintah/BUMN/BUMD.

Adapun keadaan saat ini (2/1), terpantau lebih dari 31.000 warga telah mengungsi lantaran rumahnya terendam banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sekitar 31.000-an warga mengungsi dari 158 kelurahan ke 269 lokasi pengungsian. Hingga saat ini, BPBD DKI Jakarta masih mempebarui data lokasi terendam banjir.

Sementara itu, korban meninggal lantaran banjir Jabodetabek ini capai hingga 26 orang. Korban meninggal paling banyak berlokasi di Bogor, sebanyak 11 orang, DKI Jakarta 9 orang (proses konfirmasi), Bekasi 3 orang, dan Depok 3 orang.

kerugian akibat banjir
Sumber: @BNPB_Indonesia (2 Januari 2020)

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengomentari banjir Jakarta 2020, “Kami selalu melihat, bencana alam seperti ini merupakan salah satu yang menimbulkan kerugian besar.” Kerugian akibat banjir, dikatakan olehnya, akan menjadi pembelajaran ke depannya.

Pemerintah akan berusaha meminimalisasi kerugian akibat bencana alam, salah satunya dengan melihat peristiwa yang terjadi beberapa waktu ini.

Sejauh ini, Sri Mulyani masih memantau total kerugian akibat banjir, dari data yang diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah, dan kementerian sosial.

Baca juga: 6 Hal yang Perlu Kamu Tahu sebelum Membeli Apartemen di Jakarta

Kerugian akibat banjir yang terjadi pada berbagai sektor

banjir jakarta 2020

Mengutip artikel yang ditayangkan Bisnis.com, pada banjir besar di tahun 2007, laporan Bappenas mencatat lima asumsi kerugian yang terjadi lantaran banjir.

Pertama, kerusakan dan kerugian yang terjadi pada sektor perumahan. Pada banjir yang terjadi 2007, 90.000 rumah tergenang dengan kondisi rusak ringan.

Terdapat juga kasus lain seperti rumah tersapu banjir atau rumah rusak berat, dan rusak ringan, masing-masing dengan persentase 10%, 15%, dan 75%.

Dari perbandingan ke kasus banjir 2007, artikel tersebut menyebutkan analisis bahwa kerusakan pada sektor perumahan capai hingga Rp1,3 T.

Kedua, kerugian pada sektor infrastruktur. Perkiraan nilai kerusakan dan kerugian capai hingga Rp855 M, terdiri dari kerusakan fisik Rp238 M dan kerugian yang dialami pemerintah/BUMN/BUMD hingga Rp525,8 M.

Ketiga, kerusakan pada sektor ekonomi produktif. Bappenas mencatat, sektor ini tersebar di Jabodetabek dalam bentuk industri rumahan, pasar tradisional, maupun pedagang kaki lima.

Selain itu, kerusakan juga dicatatkan pada 75 industri besar, terutama otomotif/elektronik, industri tekstil, unit usaha mebel, dst. Kerugian pada sektor ketiga ini berkemungkinan capai hingga Rp2,9 T.

Keempat, kerusakan sarana dan prasarana sosial seperti fasilitas pendidikan maupun puskesmas, rumah sakit, fasilitas keagamaan dan fasilitas sosial.

Keenam, kerusakan pada sektor lainnya, terutama pada kantor pemerintahan, fasilitas keamanan dan ketertiban, dll.

Dari berbagai sektor ini, artikel tersebut memprediksi kerugian akibat banjir 2020 capai hingga Rp5,2 T.

Baca juga: Jakarta Peringkat ke-4, Ini Dia Daftar UMP se-Indonesia Tahun 2020

Hingga 31.000 pengungsi pada banjir Jakarta 2020

Hingga hari ini (2/1), pihak BPBD DKI Jakarta masih perbarui data lokasi terendam banjir. Berdasarkan data, kerugian akibat banjir terdampak pada sekitar 31.000-an pengungsi berasal dari 158 kelurahan.

Data di masing-masing bagian administratif kota Jakarta, sebagai berikut:

#1 Jakarta Pusat, pengungsi hingga 310 orang di 2 lokasi pengungsian, berasal dari 22 Kelurahan

#2 Sementara itu di Jakarta Utara, pengungsi hingga 1.515 di 23 lokasi pengungsian, berasal dari 13 kelurahan

#3 Jakarta Barat, pengungsi hingga 10.586 orang di 97 lokasi pengungsian, berasal dari 30 kelurahan.

#4 Jakarta Timur, pengungsi sebanyak 13.516 orang di 99 lokasi pengungsian, berasal dari 65 kelurahan.

#5 Di Jakarta Selatan, pengungsi sebanyak 5.305 orang di 48 lokasi pengungsian, berasal dari 28 kelurahan.

Sumber: Bisnis.com, Kompas, CNBC Indonesia

Simak juga:

Tetap Cuan dengan Menabung Emas Online Kekinian, Bagaimana Caranya?

Menikah VS Beli Rumah, Mana yang Harus Didahulukan?

Naik Hanya 8,51%, Ini Alasan Serikat Buruh Tolak Kenaikan Upah Buruh yang Kecil

Di Tengah Perang Dingin Teknologi AS-Tiongkok, 5G Huawei Optimis Akan Meledak di Pasar

Perbankan Terimpit Persaingan Fintech, OJK Dukung Merger Bank di Indonesia

Recent Articles

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here