Ramai Bisnis Kedai Kopi, Seberapa Menguntungkannya, sih, Model Bisnis Ini?

“Ngopi cantik” jadi tren sejak sejumlah kedai kopi menjamur. Tidak hanya memenuhi gaya hidup urban di kota-kota besar, banyak kedai kopi juga berdiri di daerah. Investasi kopi memang kian menjanjikan.

Pebisnis kopi bukan hanya dari kalangan umum, tapi juga menarik perhatian banyak selebritas. Dari Chicco Jerikho, Rio Dewanto, dan Angga Dwimas Sasongko yang mengelola Filosofi Kopi, Rio Febrian dengan Akhire Coffee, Raisa dengan Titik Temu, sampai Wulan Guritno dengan Cultivar Coffeehouse pun menjajalnya.

Baca juga: Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

Kopi adalah komoditas tertinggi kedua di dunia setelah minyak sawit. Di Indonesia sendiri, kopi adalah penghasil devisa terbesar keempat setelah minyak sawit, karet, dan kakao.

Kopi menjadi komoditas favorit, aromanya yang kaya dan kemampuannya menyulap kehidupan masyarakat hari ini untuk jadi lebih enerjik menghadapi pekerjaan menjadikannya komoditas primadona.

Bagaimana investor bergerak di balik industri kopi dengan pangsa pasar yang semakin besar ini? Yuk, kita cari tahu lebih lanjut tentang bagaimana investasi kopi berjalan.

Mengenal Investasi Kopi

investasi kopi

Coffee Exchange-traded Funds (ETF)

Bursa kopi menyediakan berbagai pilihan jenis biji kopi. Sebagaimana komoditas lainnya, kopi adalah komoditas yang diperdagangkan di bursa-bursa komoditas dan berjangka (futures), dua bursa yang paling penting untuk investasi kopi ada di London dan New York.

Berdasarkan International Coffee Organization, Indonesia adalah salah satu produsen kopi terbesar di dunia (musim tanam 2016-2017). Dengan produksi sejumlah 11.491.000 bungkus dan sebagai eksportir kopi terbesar nomor 4 di dunia dengan jumlah ekspor 6.891.000 bungkus biji kopi, dengan asumsi satu bungkus terdiri dari 60 kilogram biji kopi.

ETF adalah risiko terendah untuk investasi kopi. Salah satu ETF kopi yang terdepan adalah ETN. Baik ETF ataupun ETN diperdagangkan di bursa. ETF mewakili keamanan ekuitas dasar, sedangkan ETN adalah surat utang atau obligasi.

Coffee Futures

Sebelum kopi mendarat di kedai kopi, milyaran rupiah dana tersuntik ke bursa kopi ini. Investasi kopi dalam skala besar terlibat di produksi dan rantai penjualan produk kopi ini. Sebagian besar petani dan penyuling biji kopi melindungi margin keuntungan mereka dengan membeli kontrak berjangka untuk biji kopi.

Bursa Kontrak Berjangka kopi di Indonesia menunjukkan sepanjang 2018, kontrak multilateral yang diperdagangkan untuk komoditas kopi adalah terbesar kedua di bursa, yakni sebesar 513.164 lot atau setara 38,4% dari keseluruhan komoditas berjangka.

Untuk menjadi trader di bursa komoditas berjangka, umumnya dikenakan biaya margin sebagai spekulator. Hedger, yang terlibat dalam produksi aset dari petani biji kopi, membayar margin yang lebih rendah daripada trader pada umumnya.

Coffee Stocks

Investor saham yang sukses meanasihati untuk berinvestasi di bidang yang kita suka, jadi mengapa tidak mencoba investasi kopi? Saat ini, beberapa bisnis kopi menjadi incaran perusahaan modal ventura. Kopi Kenangan dan Fore Coffee, misalnya, dua startup kedai kopi Indonesia, mendapatkan suntikan dana untuk memperluas jaringan kedai.

Alpha JWC Venture menyuntikkan dana 114 milyar rupiah dan Sequoia India 284 milyar rupiah untuk Kopi Kenangan. Dengan dana itu, mereka membuka gerai kopi baru, mengembangkan produk baru, dan membuat aplikasi ponsel. Fore, juga memperoleh dana ventura, sebesar 135 milyar dari East Ventures, SMDV, Pavilion Capital, Agaeti Venture Capital, Insignia Ventures Partners, dan beberapa angel investor untuk mengembangkan investasi mesin dan inovasi online-to-offline.

Tujuan investasi kopi oleh modal ventura ini ialah mendorong bisnis kopi untuk bisa dijalankan dengan teknologi digital.

Baca juga: Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

Prospek dan Risiko Pasar Investasi Kopi

Bagaimanapun, komoditas kopi juga punya risiko yang sama dengan produk lainnya. Sama seperti komoditas minyak sawit, misalnya, komoditas kopi bergantung pada hasil panen dan masa tanam kopi. Komoditas kopi sangat bergantung pada cuaca dan keadaan iklim negara secara umum.

Sebagai komoditas global, investasi kopi juga dipengaruhi oleh perubahan dari nilai relatif mata uang negara-negara produsen kopi. Seperti yang kita tahu, Indonesia adalah negara keempat produsen kopi terbanyak, setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia.

Tapi, faktor eksternal ini tidak begitu mengkhawatirkan lagi karena investasi di sektor ini telah didukung berbagai inovasi teknologi, seperti biofertilizer yang memacu buah kopi untuk masak serentak. Pakuwon Biofertilizer ini dikembangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Indonesia.

Sumber:

The New Savvy, Tirto, CNBC Indonesia, Indonesia Investments, Katadata

Simak juga:

Takut Investasi karena Istilah Rumit? Simak Kamus Investasi Emas Ini!

Gaji Pas-pasan? Pertimbangkan 4 Hal Ini untuk Mengambil Utang Produktif

Enam Cara Investasi Emas bagi Pemula

Tujuh Langkah Mencapai Kebebasan Finansial

Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

Recent Articles

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here