4 Pilihan Investasi Jangka Panjang, Mana yang Terbaik?

Masyarakat Indonesia sudah familiar dengan berbagai jenis investasi jangka panjang. Investasi saham, emas, properti, asuransi, reksadana, dan obligasi adalah varian dari investasi ini. Namun, istilah-istilah ini masih kerap membingungkan bagi investor pemula.

Padahal, kita harus benar-benar cermat agar terhindar dari risiko besar dalam berinvestasi. Berikut ini penjelasan mengenai jenis-jenis investasi jangka panjang:

– Obligasi merupakan contoh investasi jangka panjang

Surat utang ini mencantumkan nama dari peminjam dengan tanggal jatuh tempo pinjaman disertai bunga yang menjadi kewajiban peminjam, dengan jangka waktu investasi 1 hingga 10 tahun. Investasi jangka panjang model ini mengharuskan peminjam menyerahkan surat utang kepada pemberi pinjaman.

– Reksadana

Investasi reksadana ialah surat-surat berharga yang menjadi bukti aset atau klaim atas kepemilikan aset. Investasi jenis ini dapat fleksibel memilih menanam modal di pasar uang, saham, ataupun obligasi juga. Reksadana akan sesuai dengan investor baru yang aktivitas investasinya dapat diwakilkan kepada manajer investasi yang berpengalaman di bidangnya.

– Properti

Properti berupa tanah ataupun bangunan tentu adalah bentuk investasi jangka panjang yang umum diketahui. Ini karena peningkatan nilai properti secara signifikan bertambah dari waktu ke waktu. Setiap tahunnya, dapat dikatakan, investasi properti mengalami peningkatan harga hingga 20%.

– Emas

Sejak lama, investasi emas adalah pilihan investasi jangka panjang yang menguntungkan. Nilainya meningkat dari waktu ke waktu, dengan nilai jual tinggi dan sifatnya yang mudah diperdagangkan bagi siapa pun yang membutuhkan dana dalam waktu singkat.

Kelebihan lainnya adalah jenis investasi berupa emas ini tidak begitu terpengaruh oleh inflasi. Selain membelinya dan menyimpan di rumah, banyak pihak sudah mengembangkan inovasi menawarkan kepemilikan emas dengan lebih efisien.

Strategi Menaruh Emas sebagai Investasi Jangka Panjang

Emas umum dipakai sebagai instrumen dengan kemampuan melindungi nilai uang dari inflasi mata uang di seluruh dunia (hedging). Umumnya, strategi terbaik untuk investasi dalam bentuk emas adalah dengan membeli sejumlah emas secara rutin (teknik berkebun emas).

Emas juga dapat disimpan sendiri di rumah, atau dengan mempercayakannya di pihak ketiga. Saat meminta bantuan dari pihak ketiga, kita perlu memastikan pihak perantara ini dapat berhubungan langsung dengan kita sehingga memperkecil risiko. 

Perhatikan juga beberapa penyebab yang dapat mempengaruhi kondisi harga emas batangan. Tiga di antaranya, 1) nilai tukar dolar yang terus meningkat drastis, 2) nilai inflasi yang sangat tinggi, dan 3) kejadian darurat, seperti kerusuhan berskala nasional.

Dengan semua strategi ini, tentu kita bisa merasa aman untuk mulai berinvestasi jangka panjang emas. Selamat berinvestasi!

Baca juga:

Investasi Emas Non-Fisik dalam Bentuk Emas ETF vs Emas Berjangka, Apa Bedanya?

Kenapa Investasi Emas Online Lebih Praktis dari Emas Fisik?

Recent Articles

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here