IHSG Anjlok 4,04% di Level 5.311, Perlukah BEI Terapkan Protokol Krisis?

Per Jumat (28/2), IHSG anjlok lebih dari 4 % pada penutupan sesi pertama. IHSG turun menjadi level 5.311, bahkan indeks ini sempat menyentuh level terendah di 5.288 atau turun hingga 4,46%.

Turunnya indeks harga saham gabungan (IHSG) ini lantaran penyebaran virus corona covid-19 yang makin meluas dan hingga saat ini (pukul 12.30 WIB), telah menyebabkan korban meninggal capai 2.858 orang dan total infeksi 83.342 orang.

ihsg anjlok

“(IHSG anjlok ini disebabkan) corona virus, lihat saja bursa-bursa lain,” ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Bursa Efek Indonesia Laksono Widodo terkait IHSG turun hingga 4,04% hari ini.

Indeks di kawasan Asia lainnya juga kompak bergerak turun. Nikkei 225 Index turun hingga 4,01%, Hang Seng Index turun 2,5%, Shanghai Composite Index turun 3,37%, dan Strait Times Index turun 2,54%.

BEI dapat menghentikan perdagangan saham bila IHSG terkoreksi sangat anjlok hingga lebih dari 10%. Sejauh ini, IHSG turun hingga 4%, BEI belum akan menghentikan perdagangan pasar modal dalam negeri.

Keputusan penghentian perdagangan, bagaimanapun, juga memerlukan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca juga: IHSG Anjlok 4,87% Lantaran Wabah Corona, Coba 4 Opsi Alternatif Investasi Ini

IHSG anjlok baru 4,04%, belum ada sinyal menghentikan perdagangan pasar modal dalam negeri

ihsg turun

Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00366/BEI/05-2012 menyatakan bila IHSG anjlok lebih dari 10%, maka BEI berhak membekukan perdagangan untuk sementara (trading halt) selama 30 menit intraday.

Apabila IHSG anjlok dalam masa trading halt 30 menit tersebut, yakni kembali turun lebih dari 15%, maka bursa berhak menghentikan seluruh perdagangan (trading suspend) hingga akhir sesi perdagangan, atau lebih dari satu sesi.

Hari ini, pada sesi pertama perdagangan pasar modal, total volume saham yang diperdagangkan sebanyak 3,51% miliar unit saham dengan nilai transaksi total Rp3,21 T.

Investor asing melakukan pembelian dengan nilai bersih Rp61,59 M di seluruh pasar dengan nilai bersih Rp50,17 M. Sementara di pasar negosiasi dan tunai, nilai beli bersih capai Rp11,42 M.

Bersamaan dengan IHSG anjlok, sekitar 359 saham ditutup melemah dan hanya 40 saham yang ditutup naik. Penurunan paling besar terjadi pada sektor aneka industri sebesar 5,65%.

Saham yang menyebabkan penurunan pada sektor aneka industri adalah PT Astra International Tbk (ASII) sebesar 6,72%, menjadi di Rp5.550 per saham.

Sektor saham dengan penurunan paling kecil adalah sektor infrastruktur, dengan IHSG turun oleh karenanya, sebesar 3,24%. Saham dengan kapitalisasi besar yang turun di sektor ini adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang turun 2,59% di Rp3.380 per saham.

Baca juga: Panik Wabah Corona, Rupiah Melemah 0,3% & 40 Saham LQ45 Masuk Zona Merah

IHSG anjlok belum capai 10%, BEI belum perlu siapkan protokol krisis

ihsg anjlok

Anjloknya IHSG hingga 4% ini adalah level terendah sejak 16 Maret 2017. Saat itu, posisi IHSG turun di 5.518,24.

IHSG anjlok ke bawah level psikologis 5.600 diprediksi dapat mengancam kondisi perekonomian nasional. Bursa Efek Indonesia memberi kondisi waspada dan mempersiapkan protokol krisis apabila pelemahan ini kian memburuk.

Laksono Widodo akan terus melakukan pemantauan di tengah penurunan indeks. “Kami melakukan pemantauan apalagi IHSG turun lebih dari 2%. Tapi belum sampai masuk protokol krisis karena ini sekarang statusnya sedang berjaga-jaga,” ujarnya.

Pada penurunan capai hingga level 5%, barulah pihak BEI akan menerapkan tahapan awal protokol krisis. “Penurunan lebih dari 5% sudah mulai masuk protokol krisis. Kami akan melakukan pengawasan intens dan diskusi dengan pihak otoritas,” kata Laksono.

Yang dimaksud dengan protokol krisis adalah bahwa BEI memiliki sistem auto hold yang bisa dilakukan. Yakni, pengujian jika bursa saham terkoreksi cukup dalam.

Namun, sistem ini baru akan diterapkan apabila IHSG anjlok hingga pelemahan 10% dalam satu hari. Sejauh ini, nilai koreksi pada indeks masih bisa ditoleransi dan belum perlu menerapkan protokol krisis.

Sumber: Katadata, Tirto, Sindonews

Simak juga:

Psst.. Ini 5 Rahasia Sukses Warren Buffett, Tokoh Investasi Paling Sukses di Dunia

Laundromat, Film Netflix yang Bongkar Pengaruh Panama Papers pada Hidup Orang Kaya

Mencoba Peruntungan di 7 Negara dengan Gaji Tertinggi di Dunia, Minat?

Ada Nggak Sih Pajak Penjualan Emas Batangan dan Bagaimana Perhitungannya?

Berpenghasilan Lebih Besar dari Laki-laki, Ini Caranya Jadi Wanita Karier Sukses!

Recent Articles

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here