Bookmark

Badai Musim Dingin "Fern" Hantam AS: Produksi Minyak Anjlok, Harga Listrik Meroket

24 Jan 2026, 7:24 PM
Kategori
pluang insight

Pasar energi global kembali diguncang oleh faktor cuaca ekstrem. Badai musim dingin yang diberi nama Fern mulai menyapu wilayah Amerika Serikat sejak Jumat lalu, membawa suhu dingin ekstrem, salju lebat, hingga hujan es dari wilayah Rockies Selatan hingga New England.

Fenomena alam ini tidak hanya berdampak pada mobilitas warga, tetapi juga memberikan kejutan signifikan pada pasokan energi AS, yang merupakan produsen minyak dan gas terbesar di dunia. Bagi para investor di Pluang, dinamika ini memicu volatilitas besar pada komoditas, saham, hingga instrumen ETF terkait.

Produksi Minyak dan Gas Terpangkas Signifikan

Menurut laporan Energy Aspects, pembekuan operasional (shut-ins) di berbagai ladang minyak utama diperkirakan akan memangkas produksi minyak mentah AS sekitar 300.000 barel per hari (bpd).

Berikut adalah rincian dampak di wilayah-wilayah kunci:

  • Permian Basin (Texas & New Mexico): Sebagai jantung produksi minyak AS yang menyumbang separuh total output nasional, wilayah ini diperkirakan kehilangan produksi sebesar 200.000 bpd akhir pekan ini.
  • North Dakota: Negara bagian produsen minyak terbesar ketiga di AS ini melaporkan penurunan produksi sebesar 80.000 hingga 110.000 bpd (sekitar 5-10% dari total output negara bagian tersebut).
  • Gas Alam: Produksi gas alam diperkirakan bisa berkurang hingga 86 miliar kaki kubik (bcf) dalam dua minggu ke depan, dengan wilayah Appalachia menyumbang penurunan sebesar 35 bcf.

Lonjakan Harga Listrik dan Dilema Grid

Kondisi cuaca ekstrem ini memaksa operator jaringan listrik bersiaga penuh. Menteri Energi AS, Chris Wright, telah meminta operator untuk menyiapkan sumber daya cadangan, termasuk generator dari pusat data (data centers), guna memitigasi risiko pemadaman listrik massal.

Fenomena menarik terjadi di pasar listrik wholesale:

  1. Harga Meroket: Di wilayah yang dikelola Southwest Power Pool (mencakup 14 negara bagian), harga listrik melonjak hingga di atas $200 per megawatt-hour (MWh) akibat kendala transmisi.
  2. Harga Negatif: Sebaliknya, di sebagian wilayah New Mexico dan Oklahoma, angin kencang menyebabkan produksi listrik dari turbin angin melimpah ruah hingga harga menjadi negatif—artinya produsen harus membayar jaringan untuk menerima listrik mereka agar mesin tidak rusak.

Dampak pada Sektor BBM: Diesel vs Bensin

Di pasar bahan bakar, terjadi divergensi harga yang cukup tajam:

  • Diesel (Distillate): Harga Ultra-Low-Sulfur Diesel (ULSD) melonjak ke level tertinggi sejak November. Diesel sering digunakan sebagai bahan bakar pemanas cadangan saat pasokan gas alam terganggu.
  • Bensin (Gasoline): Permintaan bensin diperkirakan akan turun drastis karena masyarakat memilih tetap berada di dalam rumah selama badai berlangsung. Hal ini membuat margin pengiriman bensin di jalur pipa utama (Colonial Pipeline) jatuh ke teritori negatif.

Siapa yang Diuntungkan dan Dirugikan? 

Sebagai investor, penting untuk melihat emiten mana yang memiliki eksposur terhadap kejadian ini. Berikut adalah daftar saham yang tersedia di aplikasi Pluang yang terdampak oleh Badai Fern:

1. Emiten yang Berpotensi Terdampak Positif

Kenaikan harga gas alam dan permintaan bahan bakar pemanas (diesel) menjadi katalis positif bagi perusahaan-perusahaan berikut:

  • Exxon Mobil (XOM) & Chevron (CVX): Kelangkaan bahan bakar diesel (ULSD) yang harganya melonjak ke level tertinggi sejak November memberikan margin keuntungan lebih bagi raksasa migas ini dalam jangka pendek.

Transaksi Saham ExxonMobil di Sini!

Beli Saham CVX di Sini!

  • United States Oil Fund (USO): ETF ini melacak harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI). Penurunan produksi di AS sebesar 300.000 bpd menjadi katalis positif bagi harga minyak yang dilacak ETF ini.

2. Emiten yang Berpotensi Terdampak Negatif

Cuaca ekstrem membawa risiko operasional dan biaya perbaikan yang tinggi bagi sektor tertentu:

  • Duke Energy (DUK): Perusahaan utilitas ini harus menghadapi risiko pemadaman listrik massal dan kerusakan kabel transmisi akibat salju berat, yang biasanya diikuti oleh pembengkakan biaya pemeliharaan.

Beli Saham DUK Di Sini!

Beli Put Option DUK di Sini!

  • Delta Air Lines (DAL) & United Airlines (UAL): Ribuan pembatalan penerbangan akibat badai Fern secara langsung memukul pendapatan maskapai di kuartal ini.

Beli Put Option DAL!

Beli Saham UAL di Sini!

  • NextEra Energy (NEE): Meskipun merupakan pemimpin energi bersih, badai ekstrem sering kali mengganggu efisiensi ladang surya dan angin, serta menambah beban pada jaringan distribusi mereka.

Transaksi Saham NEE Di Sini!

Beli Put Option NEE di Sini!

Apa Maknanya Bagi Investor?

Gangguan pasokan di AS di tengah ketidakpastian geopolitik global dapat memberikan sentimen bullish jangka pendek bagi harga minyak mentah dunia. Investor perlu memantau durasi badai ini; jika pemulihan produksi memakan waktu lebih lama dari perkiraan (lebih dari satu minggu), maka stok persediaan minyak AS bisa menyusut lebih tajam dari proyeksi awal.

Selain itu, sektor utilitas dan energi di pasar saham mungkin akan mengalami volatilitas tinggi seiring dengan laporan fluktuasi harga spot listrik dan operasional kilang minyak.

Ditulis oleh
channel logo

Davion Arsinio

Right baner

Davion Arsinio

Bagikan artikel ini

Social Icon
Social Icon
Artikel Terkait
pluang insight
Pluang Insight: Lahan Virtual, Proyek Menggiurkan atau Bakal Gagal Total?
news_pluang_insight