Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Pluang Pagi: Ekonomi AS Kian Melempem, Kripto Kalem tapi Saham AS Kena Bogem!

Selamat pagi, Sobat Cuan! Saham AS dan kripto kali ini dihantui data-data makroekonomi AS yang makin lama terlihat makin bapuk. Siapa yang mampu bertahan? Dan siapa yang justru menjadi jongos? Simak selengkapnya di Pluang Pagi berikut!

Indeks Saham AS

  • Trio indeks saham Amerika Serikat (AS) lunglai menutup sesi perdagangan Selasa (23/8). Nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) merosot 0,5%, sementara Nasdaq ditutup flat dan S&P 500 melempem 0,3%.
  • Pelaku pasar sontak jaga jarak dengan pasar modal AS setelah skor indeks manufaktur AS melorot tajam dari 52,3 di Juli ke 51,8 di Agustus. Dengan demikian, maka aktivitas industri manufaktur AS Agustus cenderung lebih lesu dibanding sebulan sebelumnya.
  • Di saat yang sama, skor indeks jasa AS juga melemah dari 47,3 di Juli menjadi 44,1 di Agustus.
  • Data-data tersebut semakin mempertebal ketakutan investor akan perlambatan ekonomi AS. Pelaku pasar tentu akan menjauhi pasar aset berisiko ketika prospek ekonomi diramal mendung.
  • Untungnya, pelemahan nilai ketiga indeks Wall Street tertahan oleh kinerja apik saham-saham produsen chip semikonduktor seperti Wolfspeed dan NVIDIA.
  • Nilai saham chip menanjak setelah tingkat imbal hasil obligasi AS mendadak mengerem lajunya. Hal itu kemudian dimanfaatkan pelaku pasar untuk mengoleksi saham-saham berkategori growth stocks.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: BI Bikin Laju IHSG 'Maknyus', Kripto Bergerak Mulus!

Aset Kripto

  • Pergerakan aset kripto pada Rabu pagi (24/8) terbilang bervariasi.
  • Melansir Coinmarketcap pukul 08.07 WIB, tujuh dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar masih betah di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Meski memang, penguatan nilai aset kripto pagi ini cenderung terbatas.
  • Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, tumbuh 0,26% dalam sehari terakhir dan kini bertengger di US$21.396 per keping. Kemudian, terdapat pula Ether (ETH) yang menanjak 0,99% ke US$1.640 di waktu yang sama.
  • Altcoin lainnya pun ikut tumbuh tipis. Nilai Binance Coin (BNB), XRP, dan Shiba Inu (SHIB) menguat kurang dari 1% dalam 24 jam terakhir. Kemudian, terdapat pula Polkadot (DOT) dan Avalanche (AVAX) yang menguat lebih dari 2% di waktu yang sama.
  • Pasar kripto sejatinya masih dihantui oleh situasi makroekonomi yang kurang kondusif. Terlebih, data-data ekonomi yang dirilis kemarin tidak satu pun menunjukkan sinyal-sinyal pemulihan ekonomi di AS.
  • Kemarin, AS mencetak pelemahan skor indeks manufaktur dan jasa di Agustus. Selain itu, data penjualan rumah di Negara Paman Sam itu juga ambles 12,6% secara bulanan pada Juli lalu.
  • Hanya saja, pelaku pasar sepertinya sudah jenuh terus dihujani kabar buruk. Akibatnya, mereka mencoba menguatkan diri dengan melihat sisi positif dari data-data tersebut.
  • Pelaku pasar kripto justru beranggapan data-data ekonomi tersebut bisa saja menuntun bank sentral AS The Fed untuk pikir-pikir ulang mengerek suku bunga acuannya dengan agresif.
  • Oleh karenanya, mereka pun merasa pede tidak melakukan aksi jual meski situasi makroekonomi saat ini terpantau mendung.
  • "Buruknya kabar-kabar makroekonomi saat ini justru memberikan sinyal makroekonomi lain yang baik. Jadi, data-data makroekonomi yang memble diharapkan bisa membuat The Fed bersikap dovish dan melemahkan nilai Dolar AS, dua faktor utama yang bisa mengokohkan nilai aset kripto," jelas kepala perdagangan derivatif Genesis Trading Joshua Lim seperti dikutip Coindesk.

Emas

  • Harga emas di pasar spot bertengger di US$1.746 per ons pada pukul 08.27 WIB, menguat dibanding sehari sebelumnya US$1.739 per ons.
  • Nilai sang logam mulia kian perkasa setelah dua musuh bebuyutannya, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS dan nilai Dolar AS, tumbang berjemaah.
  • Sekadar informasi, pelemahan tingkat imbal hasil obligasi AS akan membuat opportunity cost dalam menggenggam emas menjadi relatif lebih murah.
  • Sementara itu, melandainya nilai Dolar AS akan membuat harga emas menjadi relatif lebih murah bagi pelaku pasar yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut.
  • Usut punya usut, nilai Dolar AS dan imbal obligasi pemerintah AS melemah setelah data-data ekonomi AS terlihat lapuk dan bikin prospek ekonomi AS ke depan terlihat merisaukan.

Baca Juga: Pluang Insight: Faktor Makroekonomi Apa Saja yang Pengaruhi Pasar Kripto?

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait