Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
course

Waktu baca: 10 menit

View
0

Cara Menggunakan Leverage di Aplikasi Pluang

Setelah memahami konsep leverage, Sobat Cuan kini bisa langsung mempraktikannya di aplikasi Pluang! Lantas, seperti apa detail proses dan tahapan leverage di Pluang dari awal hingga akhir? Simak selengkapnya di sini!

Mengenal Investasi Leverage di Aplikasi Pluang

Aplikasi Pluang kini menghadirkan kegiatan leverage bagi penggunanya. Melalui fitur baru ini, Sobat Cuan bisa meningkatkan kemampuan “daya beli” atas saham AS yang harganya diramal bakal terus menanjak. Sehingga, kamu berkesempatan mendulang profit yang lebih baik.

Aktivitas leverage di aplikasi Pluang memiliki daya ungkit exposure aset mencapai dua kali lipat. Artinya, Pluang akan meningkatkan kemampuan daya beli kamu untuk membeli saham sebesar dua kali lipat dari modal awal yang disetor.

Sebagai contoh, anggap saja Tuan A memiliki dana US$100. Dana tersebut ternyata setara dengan satu lembar saham perusahaan ABC, sehingga Tuan A bisa saja menggunakan modal itu untuk membeli satu lembar saham perusahaan yang dimaksud.

Namun, jika Tuan A menggunakan dana US$100 tersebut untuk aktivitas leverage di Pluang, maka Pluang akan membantu meningkatkan daya beli asetnya sebanyak dua kali lipat.

Akibatnya, hanya dengan modal awal US$100, Tuan A berkesempatan untuk mengantongi dua lembar saham perusahaan ABC senilai US$200. Sebagai catatan, modal awal sebesar US$100 disebut sebagai margin dan US$100 sisanya “dipinjam” Tuan A sebagai leverage.

Kemudian, anggap saja harga saham tersebut naik menjadi US$110 per lembar. Maka, keuntungan belum terealisasi Tuan A menjadi US$20, bukan lagi US$10. Namun, Tuan A juga bisa mendera kerugian US$20 jika harga saham tersebut turun menjadi US$90.

Nah, di aplikasi Pluang, kamu bisa memanfaatkan fitur leverage ketika berinvestasi di produk Contract for Differences (CFD) saham AS.

Terdapat 21 pilihan saham AS CFD yang bisa digunakan untuk kegiatan leverage di Pluang yang terdiri dari Apple Inc (AAPL), Amazon.com Inc. (AMZN), Adobe Inc (ADBE), Alibaba Group Holding Ltd (BABA), Bank of America Corp (BAC), Walt Disney Co (DIS), eBay Inc (EBAY), Meta Platforms Inc (FB), Alphabet Inc Class C (GOOG), Intel Corporation (INTC), Johnson & Johnson (JNJ), JPMorgan Chase & Co (JPM), Coca Cola Co (KO), Mastercard Inc (MA), McDonald’s Corp (MCD), Microsoft Corp (MSFT), Nike Inc (NIKE), Pfizer Inc (PFE), Starbucks Corporation (SBUX), Visa Inc (V), dan Baidu Inc (BIDU).

Syarat Memanfaatkan Aktivitas Leverage di Pluang

Pengguna Pluang harus memenuhi dua syarat berikut sebelum bisa memanfaatkan aktivitas leverage di Pluang.

Pertama, fitur leverage akan tersedia jika kamu telah memiliki Nilai Investasi Bersih (NIB) sebesar Rp100 juta di akun Pluang. Sekadar informasi, NIB adalah nilai total modal investasi milkmu yang dihitung berdasarkan data historis top up wallet dan posisi portofoliomu di aplikasi Pluang.

Sebagai contoh, jika kamu saat ini memiliki saldo Rupiah di wallet Pluang sebesar Rp20 juta namun memiliki posisi portofolio di aplikasi Pluang sebesar Rp80 juta, maka kamu dinyatakan layak untuk memanfaatkan leverage lantaran sudah mencapai ketentuan NIB minimal Rp100 juta.

Namun, pengguna yang sempat top up wallet dengan nilai Rp100 juta, terlepas dari posisi saldo wallet dan portofolionya saat ini, juga dianggap layak memenuhi syarat NIB minimum.

Misalnya, kamu saat ini memiliki saldo Rupiah di wallet sebesar Rp20 juta dengan posisi portofolio Rp20 juta. Tetapi, jika kamu sempat melakukan top up di wallet secara bertahap hingga mencapai Rp100 juta, maka kamu pun layak menggunakan fitur leverage di aplikasi Pluang.

Kamu bisa memeriksa posisi NIB dengan memantau menu Balance di aplikasi Pluang.

Kedua, Sobat Cuan baru bisa memanfaatkan fitur leverage jika sudah menyelesaikan proses verifikasi dasar (Know Your Customer/KYC) untuk berinvestasi saham AS.

Jika kamu merasa telah memenuhi dua syarat tersebut, maka kamu bisa mengunduh aplikasi Pluang versi terbaru untuk mendapatkan fitur leverage.

Bagaimana Cara Memulai Leverage di Pluang?

Cara memulai transaksi produk leverage di Pluang sejatinya serupa dengan membeli aset-aset yang ditawarkan seperti produk aset kripto atau saham AS. Berikut langkah yang harus diperhatikan untuk memulai perjalanan pembelian aset leverage di Pluang!

1. Mengakses Produk Leverage

Dalam tahap ini, kamu bisa membuka aplikasi Pluang dan langsung menuju ke bagian eksplor untuk mencari produk CFDs. Pada halaman tersebut, terdapat 21 saham AS pilihan yang dapat diperdagangkan dengan fitur leverage. Perlu diingat bahwa perbedaan produk leverage dan non-leverage hanya berada pada eksposur dan daya beli pembelian saja.

Berikut adalah simulasi mengakses fitur leverage jika kamu ingin memperbesar potensi cuan dari saham Alibaba (BABA).

Leverage trading
Contoh Mengakses Produk Leverage di Pluang

Dari contoh di atas, Sobat Cuan bisa mulai memanfaatkan fitur leverage dengan minimum pembelian saham 0,1 lembar. Jika kamu klik tombol "Buy", maka Pluang akan mengarahkanmu ke menu yang berisi mengenai simulasi dan ringkasan mengenai cara kerja leverage.

2. Top Up pada Akun Leverage

Setelah merampungkan proses di atas, kamu perlu melakukan top up sebelum bisa melakukan transaksi leverage

Karena produk ini berbeda dengan investasi saham AS non-leverage, maka kamu harus top up dana untuk kegiatan leverage di dompet khusus bernama USD Margin. Dengan kata lain, kamu tidak bisa melakukan transaksi leverage jika belum mengisi saldo pada dompet tersebut. Pasalnya, hanya melalui dompet inilah kamu bisa meningkatkan eksposur saham sebesar dua kali lipat.

Terdapat dua cara yang bisa dilakukan untuk mengisi dompet USD Margin. Pertama, kamu bisa mengonversikan langsung saldo Rupiah di wallet Pluang ke dompet USD Margin. Kedua, kamu juga bisa memindahkan saldo dalam bentuk Dollar AS di aplikasi Pluang ke dompet USD Margin.

Sobat Cuan bisa menemukan contoh top up wallet USD margin, baik dari saldo Rupiah atau saldo Dollar AS, melalui ilustrasi berikut!

leverage
Tahapan Top Up USD Margin dari Saldo Rupiah
leverage
Tahapan Top Up USD Margin dari Saldo Dolar AS.

Setelah proses ini selesai, maka kamu bisa langsung melakukan transaksi leverage di aplikasi Pluang. Berikut caranya!

Bagaimana Cara Transaksi Leverage di Aplikasi Pluang?

1. Melakukan Transaksi Leverage 

Setelah selesai melakukan top up, kamu dapat memilih saham yang eksposurnya ingin kamu ungkit melalui leverage.

Kamu tinggal kembali ke halaman CFDs untuk memilih saham tersebut. Setelahnya, kamu dapat menentukan besaran saham yang ingin kamu beli dengan minimal pembelian 0,1 lembar saham.

Sobat Cuan dapat menyimak ilustrasi proses transaksi leverage dari awal hingga akhir melalui contoh leverage menggunakan saham BABA berikut!

leverage
Contoh membeli saham leverage di aplikasi Pluang

Dari contoh di atas, terlihat bahwa sang pengguna ingin membeli lima lembar CFD saham BABA dengan total US$350. Jika Sobat Cuan memperhatikan menu peninjauan pesanan (review order) dengan seksama, maka kamu akan menemukan fitur Exit Strategy di dalamnya. Kamu dapat memanfaatkan fitur ini untuk menentukan titik Stop Loss dan Take Profit yang kamu inginkan.

Berikut adalah tampilan menu Exit Strategy jika kamu menekan fitur tersebut di menu peninjauan pesanan.

leverage
Tampilan Fitur Exit Strategy

Pluang menyarankan kamu untuk menentukan titik Stop Loss dan Take Profit terlebih dahulu sebelum memfinalisasi transaksi leverage lantaran tingginya risiko kegiatan ini, seperti yang dibahas di artikel sebelumnya.

Setelah mengonfirmasi Exit Strategy, kamu akan diarahkan ke menu konfirmasi persetujuan untuk dikenakan overnight fee. Untuk memahami konsep overnight fee, Sobat Cuan bisa menyimak artikel berikut.

Setelahnya, kamu bisa meneruskan proses transaksi seperti contoh di atas hingga muncul konfirmasi mengenai keberhasilan transaksi.

2. Cara Memantau Portofolio untuk Melihat Performa Leverage

Setelah selesai melakukan transaksi, kamu tentunya ingin memantau perkembangan aktivitas leverage-mu, kan? Nah, kamu bisa menemukannya dengan kembali membuka menu wallet USD Margin di aplikasi Pluang.

Melalui halaman ini, kamu mampu melihat dua poin krusial dalam kegiatan leverage yakni laba/rugi belum terealisasi serta margin bebas yang kamu miliki.

Berikut adalah ilustrasi contoh melihat isi halaman pemantauan kinerja leverage di menu wallet USD Margin!

leverage
Contoh Menu Pemantauan Kinerja Leverage

Pada tampilan paling atas wallet USD Margin di aplikasi Pluang, kamu bisa memantau tiga indikator yakni margin bebas (free margin), daya ungkit eksposur leverage, dan daya beli yang kamu miliki (buying power).

Pada tampilan tersebut, kamu bisa memantau jumlah margin bebas alias jumlah dana yang telah kamu top up ke wallet USD Margin yang masih bisa kamu investasikan. Dengan kata lain, Margin bebas akan berkurang saat kamu membuka posisi baru dan bertambah ketika kamu menutup posisi atau mengantongi laba/rugi belum terealisasi.

Contoh di atas menunjukkan bahwa sang pengguna memiliki “sisa” dana "menganggur" sebesar US$25 di dompet USD Margin, sehingga ia hanya bisa berinvestasi di leverage maksimal sebesar US$25 untuk saat ini. Karena Pluang menyediakan tambahan eksposur sebanyak dua kali, maka “daya beli” aset yang ia miliki tercatat sebesar US$50, alias dua kali lipat dari margin bebasnya.

Nilai margin bebas tentu akan bertambah jika ia melakukan top up ke wallet USD Margin. Misalnya, sang pengguna memutuskan top up sebesar US$100 sehingga margin bebasnya akan menjadi US$125. Dengan demikian, maka buying power sang pengguna akan menjadi US$250.

Bahkan, nilai margin bebas tersebut bisa lebih tinggi lagi jika ia telah “mencairkan” laba belum terealisasi. Implikasinya, nilai buying power pengguna tersebut juga akan menjadi lebih besar.

Setelah itu, jika kamu scroll halaman wallet USD Margin ke bawah, maka kamu akan menemukan catatan indikator lainnya seperti margin level, mainenance margin, dan laba/rugi belum terealisasi.

Sekadar pengingat, margin level adalah indikator dalam bentuk persentase yang menggambarkan total jumlah uang yang telah kamu gunakan untuk leverage. Semakin tinggi tingkat margin level, maka artinya margin bebas yang bisa kamu gunakan masih cukup lapang jika ingin menambah posisi leverage baru.

Dalam contoh di atas, sang pengguna memiliki rasio Margin Level sebesar 114,29%. Dengan kata lain, total nilai ekuitasmu tercatat 1,14 kali lipat dari jumlah dana yang telah ia gelontorkan untuk membuka posisi leverage. Nah, oleh karenanya, ia masih memiliki margin bebas yang cukup jika ingin menambah posisi leverage baru.

Kemudian, di bawah indikator margin level, kamu bisa melihat indikator maintenance margin, yakni persentase minimum dari jumlah margin disetor yang harus selalu “siap sedia” di wallet USD Margin. Dalam hal ini, Pluang menetapkan maintenance margin di level 70%, mengindikasikan bahwa investor setidaknya harus “menjaga” 70% dari total margin yang telah disetor di dalam akun miliknya.

Nah, setelah itu, kamu bisa memantau indikator paling penting yakni laba/rugi belum terealisasi. Seperti yang sudah dijelaskan di artikel sebelumnya, laba/rugi belum terealisasi menunjukkan performa saham yang telah kamu beli. Laba/rugi tersebut akan berubah status menjadi “realisasi” ketika kamu menutup posisi leverage-mu.

3. Simulasi Perubahan Kinerja Leverage Ketika Harga Saham Naik Atau Turun

Kamu kini telah mengetahui indikator penting dalam memantau kinerja leverage-mu. Namun, pertanyaan berikutnya, apa yang akan terjadi pada menu pemantauan portofolio leverage jika harga saham naik atau turun?

Nah, dengan masih menggunakan contoh saham BABA, Sobat Cuan dapat melihat contoh perubahan tampilan menu peninjauan kinerja leverage ketika harga sahamnya naik di bawah ini!

leverage
Contoh Tampilan Menu Wallet USD Margin Saat Harga Saham BABA Naik

Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa sang investor menyetor modal awal sebesar US$175,(seperti terlihat di indikator margin) untuk membeli 2,5 unit saham BABA senilai US$70 per lembarnya. Kemudian, harga saham BABA ternyata meningkat dari US$70 ke US$75, atau 7,1%.

Setelah mengetahui hal ini, sang investor kemudian tinggal memeriksa nilai laba/rugi belum terealisasi yang ia kantongi.

Tanpa menggunakan fitur leverage, sang pengguna semestinya memperoleh laba/rugi belum terealisasi sebesar US$12,5, yang dihitung dari kenaikan harga saham sebesar US$5 dikali 2,5 unit saham. Namun, karena ia memanfaatkan leverage dengan daya ungkit eksposur sebesar dua kali lipat, maka nilai laba/rugi belum terealisasi yang tertera di tampilan tersebut menjadi US$25.

Begitu pun sebaliknya. Jika harga saham BABA turun, misalnya menjadi US$65 per lembar, maka nilai laba/rugi belum terealisasi akan menjadi -US$25.

Pasalnya, tanpa leverage, sang pengguna semestinya memperoleh rugi belum terealisasi sebesar US$12,5. Tetapi, ruginya membengkak menjadi US$25 karena ia memanfaatkan leverage dengan daya ungkit eksposur dua kali lipat. Sobat Cuan bisa melihat contohnya melalui tampilan berikut!

leverage
Contoh Tampilan Menu Wallet USD Margin Saat Harga Saham BABA Turun

Bagaimana Cara Menjual Aset Leverage di Aplikasi Pluang?

Ketika kamu sudah meraih laba atau menyentuh kerugian yang kamu targetkan di awal, kamu bisa melakukan aksi jual secara langsung di aplikasi Pluang. 

Sama halnya dengan menjual aset lainnya di aplikasi Pluang, kamu dapat mengaksesnya melalui halaman aset CFDs, kemudian klik aset yang kamu miliki, lalu tekan tombol jual yang tertera. Namun, aksi ini tidak diperlukan jika kamu sudah memasang exit strategy dan menyentuh harga yang kamu tentukan.

Pasca penjualan berhasil, kamu akan melihat perbedaan harga saham saat membeli dan menjual. Angka tersebut akan menjadi keuntungan atau kerugian yang sudah terealisasi dan akan masuk ke dompet Margin USD milikmu.

Berikut adalah ilustrasi proses penjualan aset leverage di Pluang!

leverage
Cara Menjual Aset Leverage di Aplikasi Pluang

Cara Memitigasi Risiko Leverage di Aplikasi Pluang

1. Pastikan Margin Level Di Atas 30%

Seperti yang sudah diketahui, leverage adalah aktivitas berisiko tinggi. Adapun dua risiko yang patut dihindari investor dalam kegiatan ini adalah terjebak pada situasi margin call dan stop out. 

Margin call, atau panggilan margin, adalah sebuah panggilan bagi para investor ketika margin level sang investor turun dibawah 70%. Nantinya, Pluang akan mewanti-wanti kondisi ini melalui notifikasi kepada pengguna.

Contoh Notifikasi Margin Call di Aplikasi Pluang

Ketika investor mendapatkan margin call, maka Pluang akan menghentikan penambahan posisi leverage baru secara otomatis sebelum margin level sang investor kembali di angka 100% atau keluar dari situasi margin call

Kamu tak usah panik jika terperangkap dalam situasi tersebut. Terdapat dua hal yang bisa kamu lakukan yakni:

  1. Menambah top up dana ke dompet USD Margin untuk menaikkan margin level kembali ke angka 100%. Kamu dapat melakukan strategi ini dengan cara mentransfer dana kamu dari saldo Dollar AS atau saldo Rupiah dari wallet Pluang.
  2. Jual posisi terbuka leverage-mu hingga perbandingan ekuitas terhadap margin kamu kembali 100%.

Sementara itu, stop out adalah situasi ketika margin level-mu menembus di bawah level 30%. Pada kondisi ini, Pluang akan menghentikan aktivitas trading leverage sang investor dengan menjual asetmu secara otomatis hingga margin level kembali mencapai 70%.

Nantinya, kamu akan menerima notifikasi melalui email dan push notification (PN) ketika posisimu terjual.  

2. Menentukan Titik Jual dan Beli Sebelum Bertransaksi

Sebelum bertransaksi leverage, kamu harus memastikan keputusanmu sudah sesuai analisis baik dari sisi fundamental maupun teknikal. Hal ini diperlukan agar kamu terhindar dari stop out

Setelah kamu menganalisis saham yang ingin dibeli, pastikan kamu menggunakan fitur exit strategy, sebelum pembelian. Fitur ini akan membantumu untuk tidak memantau pasar secara terus menerus dan melatihmu disiplin akan rencana trading yang sudah kamu tentukan di awal.

Kamu sebenarnya bisa menentukan titik jual dan beli melalui analisis teknikal, misalnya seperti menentukan titik support dan resistance dari harga suatu aset. Jika kamu tak punya arah dalam mempelajari analisis teknikal, maka kamu dapat mempelajarinya dengan menyimak artikel ini.

Selain itu, kamu dapat melihat beberapa chart pattern yang menarik untuk membantumu mendapatkan keuntungan maksimal.

Sudah siap berinvestasi leverage di aplikasi Pluang?

Bagikan

Apakah artikel ini bermanfaat?