Apa Hukum Membeli Emas Digital? ini Fatwa MUI yang mengaturnya

Bagi kamu yang ingin berinvestasi emas dan mempertimbangkan cara investasi emas yang halal, dalam Islam, menabung emas memang ada hukumnya. Hukum menabung emas ini mengatur rinci tentang kategori emas dan cara jual-beli emas yang pantas.

Dan karena ada aturannya, tidak salah kok untuk berusaha cari tahu lebih jauh tentang investasi emas hari ini. Apalagi, saat ini kita bisa beli emas digital via platform online dengan mudahnya.

cara investasi emas yang halal

MUI memutuskan hukum menabung emas masuk kategori mubah. Mubah berarti boleh untuk dilakukan, bahkan lebih condong kepada dianjurkan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa soal jual-beli emas secara tidak tunai. Pihak MUI memutuskan hukum menabung emas secara kredit dalam kategori mubah, alias diperbolehkan. Namun, ada 3 syarat dan ketentuan cara investasi emas yang halal.

Investasi emas adalah yang paling dianjurkan dalam syariat Islam. Investasi emas tergolong stabil karena harganya selalu naik secara progresif dari tahun ke tahun.

hukum emas digital, hukum menabung emas digital, halal haram emas digital,

Baca juga: Harga Emas Diprediksi Naik Hingga Rp900.000 di Tahun 2020, Mungkinkah?

Jadi, bagaimana hukum menabung emas secara syariah?

hukum menabung emas

Skema menabung emas yang diterapkan oleh platform online pada umumnya adalah lewat memiliki akun tabungan emas.

Nasabah dapat menyetorkan dana awal ke tabungannya untuk mengisi saldo minimal dan membeli emas dengan saldo itu dengan minimum senilai 0,01 gram emas. Harga per gram emas ditentukan oleh harga emas pada hari pembelian.

Selanjutnya, kamu sebagai nasabah dapat membeli emas dengan nilai berapa pun. Dan kelak saat ingin mencetak atau mengambil emas batangan yang sudah ditabung, kamu perlu pastikan telah menabung emas paling tidak 1 gram ditambah dengan biaya cetak.

Jadi, bagaimana hukum menabung emas yang berlaku dan termasuk investasi emas yang halal?

Ketika kita membeli emas, artinya terjadi pertukaran uang dengan emas. Baik uang maupun emas masuk dalam kategori benda ribawi yang berbeda, tetapi masih dalam satu kelompok. Dan pertukaran dianjurkan dilakukan dengan tunai.

HR Muslim 2970 menjelaskan: “Jika emas dibarter dengan emas, perak dengan perak, gandum halus dengan gandum halus, gandum sya’ir dengan gandum sya’ir, kurma dengan kurma, garam dengan garam, maka takarannya harus sama dan harus tunai. Jika benda yang dipertukarkan berbeda, maka takarannya boleh sesuka hati kalian, asalkan tunai.”

Tiga muamalah pertukaran emas

Jadi, berdasarkan hadis tersebut, pertukaran uang dengan emas dapat dilakukan asalkan tunai. Muamalah pertukaran ribawi ini harus dipenuhi kedua orang yang saling bertransaksi sebaga berikut:

  1. Harus kontan (yadan bi yadin/hulul)
  2. Selanjutnya, harus sepadan (tamatsul), tidak boleh beda timbangan atau takaran
  3. Begitu juga harus saling menerima (taqabudl), tidak boleh saling tunda penyerahan bagi barang yang lainnya

Baca juga: Awal Januari, Harga Emas Antam Naik Hingga Rp9.000 dalam Sehari

Bagaimana hukum menabung emas dan cara investasi emas yang halal jika pertukaran dilakukan dengan kredit?

hukum menabung emas

Lantaran emas jadi salah satu investasi yang paling diminati di Indonesia, MUI melalui Dewan Syariah Nasional keluarkan fatwa No. 77/DSN-MUI/2010 tentang Jual Beli Emas secara Tidak Tunai.

Fatwa tersebut menyatakan “Jual beli emas secara tidak tunai, baik melalui jual beli biasa atau jual beli murabanah, hukumnya boleh (mubah, ja’iz) selama emas tidak menjadi alat tukar yang resmi (uang).”

Hukum menabung emas yang disesuaikan dengan syariah membantu menjelaskan tentang jual-beli emas yang dilakukan secara kredit.

Jual-beli emas secara kredit termasuk dalam perbuatan mubah atau dibolehkan. Akan tetapi, ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi agar termasuk sebagai cara investasi emas yang halal.

Di antaranya, harga jual tidak boleh bertambah selama masa perjanjian. Selanjutnya, emas tidak boleh dijadikan jaminan, tidak boleh dijadikan objek akad lain yang bisa sebabkan perpindahan kepemilikan, dan jual-beli emas dibolehkan selama emas belum jadi alat sukar resmi.

Dengan demikian, kamu tidak perlu khawatir apakah investasi emas dengan pembelian kredit lewat platform online masuk kategori tidak halal.

Hukum menabung emas versi syariah sesuai fatwa MUI menyatakan pembelian emas kredit lewat platform online termasuk dibolehkan. Jadi, membeli emas di Pluang pun masuk dalam kategori cara investasi emas yang halal.

Sudahkah kamu menabung emas hari ini? Yuk, nabung emas di Pluang!

Sumber: Moneysmart, Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI, Konsultasi Syariah, NU Online

Simak juga:

4 Pilihan Investasi Jangka Panjang, Mana yang Terbaik?

Menikah vs Beli Rumah, Mana yang Harus Didahulukan?

Jangan Ditunda Lagi! Begini 7 Cara Kilat Terbebas dari Utang

Naik Hanya 8,51%, Ini Alasan Serikat Buruh Tolak Kenaikan Upah Buruh yang Kecil

Di Tengah Perang Dingin Teknologi AS-Tiongkok, 5G Huawei Optimis Akan Meledak di Pasar

Perbankan Terimpit Persaingan Fintech, OJK Dukung Merger Bank di Indonesia

Recent Articles

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here