Kulgram Pluang Belajar ‘Plus Minus Emas Fisik & Emas Digital’ Bersama d’Goldfather

Pada Rabu (18/12), Komunitas Telegram Pluang Belajar adakan kelas kuliah Telegram (Kulgram) dengan @dgoldfather dengan tajuk materi “Plus Minus Emas Fisik dan Emas Digital”. Selain itu, Kulgram kali ini membahas investasi emas antam secara umum.

Dalam Kulgram ini, #SobatCuan atau anggota dan pengguna aplikasi Pluang yang tergabung di grup telegram Pluang Belajar dapat kesempatan untuk belajar lebih dalam tentang investasi emas.

investasi emas antam
Sumber: YouTube @d’goldfather

D’goldfather adalah seorang praktisi di bidang emas dan telah mendalami bidang ini sejak 1993. Aktif di YouTube dengan akun d’gold father (subscriber hingga 35,8 ribu pengguna), ia banyak membagikan info seputar perkembangan dunia investasi emas antam dan emas digital.

Materi YouTube d’goldfather seputar berbagai hal soal emas, dari komunitas investor emas, cara membedakan emas palsu hingga menghindari investasi emas bodong. Juga jenis tabungan emas, hingga cara gadai emas dan cicil emas.

Kali ini, ia menjelaskan pengalamannya berinvestasi emas dengan aman dan bagaimana emas berevolusi hingga ke model investasi emas digital seperti hari ini.

Yuk, kita simak materi @dgoldfather khusus untuk Pluang Belajar!

Baca juga: Takut Investasi Karena Istilah Rumit? Simak Kamus Istilah Investasi Emas Ini!

Tentang “evolusi” cara membeli emas, dari emas fisik ke emas digital

#1 Sebelum 2012 (pembelian emas secara tunai)

Sebelum 2012, di Indonesia, masyarakat sudah terbiasa membeli emas secara tunai. Beberapa modifikasi teknik pembelian emas yang terjadi antara lain dengan memanfaatkan pola atau produk gadai yang ada di pegadaian atau perbankan.

#2 Setelah 2012 (mulai ada produk Cicil Emas)

Pada Februari 2012, terbit aturan OJK yang mengatur tentang produk cicil emas. Sejak itu, ada cara baru untuk membeli emas, yaitu dengan mencicil produk emas. Dan cara ini pada umumnya ditawarkan di Pegadaian dan juga Perbankan Syariah.

#3 Memasuki 2013 dan 2014 (mulai muncul produk Tabungan Emas)

Kemunculan produk tabungan emas memberikan cara baru bagi masyarakat untuk memiliki emas. Yang terpenting dari perkembangan ini, atau poin pentingnya, adalah bahwa “Semakin lama, untuk punya emas, semakin mudah”.

Selanjutnya, @dgoldfather merangkum beberapa poin ini:

Dengan pola pertama ketika pembelian emas dilakukan secara tunai, kamu harus siap uang tunai dengan jumlah yang cukup besar, misalnya jika harga emas 10gr = Rp7,1 juta, maka kamu harus sediakan uang sejumlah itu.

Sementara, pada pola Cicil Emas, kita cukup menyediakan DP sebesar 20% saja, atau sekitar Rp1,4 juta untuk dapat membeli emas 10gr dengan cara mencicil. Meski tentu ada margin/bunga atas cicilan yang kita ambil.

Pada pola Tabungan Emas, bahkan dengan nilai Rp10 ribu pun, masyarakat sudah bisa untuk membeli emas dengan jumlah tertentu.

Baca juga: Makin Cuan, Biaya Tarik Emas Fisik di Pluang Turun Hingga 7%!

Plus minus dari investasi emas antam fisik dan tabungan emas digital

Meski produknya sama-sama emas antam, kita bisa lihat poin plus dan minus dari masing-masing pola investasi emas yang dijabarkan tersebut:

Poin plus dan minus investasi emas fisik

Poin plus dari memiliki emas fisik adalah:

#1 Risiko nasabah tergolong “under control

Dengan memiliki emas fisik yang kita simpan sendiri, maka kita berkuasa penuh atas emas tersebut.

#2 Relatif lebih mudah dibisniskan

Karena @dgoldfather buka warung emas kecil-kecilan, jadi ia bisa merasakan bahwa jualan emas secara fisik lebih mudah dipahami oleh kebanyakan masyarakat (karena bentuk emas fisiknya jelas).

#3 Dapat dan mudah digadaikan

Emas fisik yang dimiliki mudah digadaikan ke lembaga gadai, apa pun merk emasnya (yang penting asli). Dan nanti kalau sudah ada uang, emas yang digadai itu bisa ditebus kembali.

Sementara itu, butir minus dari memiliki emas fisik adalah:

#1 Butuh dana relatif besar untuk punya emas fisik

Untuk poin ini, @dgoldfather memberikan contoh, kalau kita ingin punya 5 dan 10 gr emas, maka dananya perlu siap dari 3,5 – 7 juta. Sedangkan kalau dana kita terbatas, misalnya cuma punya 500 ribu, maka kalau dipaksakan utk beli fisik, kita hanya bisa beli kepingan kecil yaitu cuma dapat yang 0,5 gr (senilai Rp 415.000).

Padahal, kita ketahui bersama bahwa semakin kecil kepingan emasnya, maka semakin mahal harga per gramnya. Ini berarti, nilai investasi kita semakin mahal.

#2 Butuh tempat penyimpanan yang aman

Jika kita punya emas fisik, maka kita butuh tempat yang aman untuk menyimpannya. Kalau mau simpan di rumah, kita perlu pastikan bahwa tempat penyimpanannya terbilang aman.

Jika mau simpan di luar rumah, pilihannya antara lain ada di SDB, bank, atau pegadaian, dan tentu penyimpanan ini membutuhkan biaya tersendiri.

Baca juga: 4 Pilihan Investasi Jangka Panjang, Mana yang Terbaik?

Poin plus dan minus investasi emas digital

Sementara itu, poin plus untuk memiliki Tabungan Emas atau investasi emas antam digital adalah:

#1 Harga emas relatif lebih murah

Harga yang dipatok tentu lebih murah. Pertanyaannya adalah: mengapa harga emas di tabungan emas lebih murah dibandingkan harga emas fisik? Ini karena di tabungan emas, harga jual emas tersebut belum memasukkan komponen Biaya Cetak.

#2 Bisa Dimulai dengan dana sedikit/terjangkau

Seperti info di atas, kalau kita buka tabungan emas, ada yang bisa menabung dengan nominal yang kecil. Yaitu, bahkan kita bisa mulai investasi emas dengan nilai Rp10 ribuan

Ini tentu juga bagian dari “menyelamatkan” uang kecil yang biasanya tidak kita perhitungkan. Tapi kalau disalurkan ke Tabungan Emas, akan terasa “THE POWER OF RECEH” ini. Bahkan receh pun jika dikumpulkan dan ditumpuk bisa memberi gunungan emas!

#3 Transaksi jual-beli emas tergolong mudah diakses

Secara umum, semua tabungan emas mengusung platform digital. Artinya, pembeli emas dapat mengakses/ menjangkau/menikmati layanan tersebut.

Istilahnya, “borderless”. Tentu kalau yang suka dengan akses mudah, mereka akan pas untuk memilih tabungan emas digital.

#4 Kita tidak perlu khawatir dalam hal penyimpanan

Emas digital yang ditawarkan oleh platform digital umumnya disimpan pada tempat yang aman, atau bekerja sama dengan kliring untuk penyimpanan.

#5 Spread (selisih) antara harga kita membeli dan kita menjual relatif lebih kecil

Dengan minimnya selisih harga jual dan beli ini, tentu tidak akan terlampau merugi bagi kita apabila kita ingin menjualnya kembali dalam waktu dekat jika kita sedang kepepet butuh mencairkan.

Sementara itu, poin minus dari menabung emas digital adalah bahwa investasi emas digital tergolong uncontrollable (berada di luar kendali kita).

Mengapa @dgoldfather katakan seperti ini? Karena ketika kita sudah mempercayakan pihak lain sebagai tempat kita berinvestasi, maka sedikit banyak kita akan punya ketergantungan terhadap pihak tersebut.

Pada Juli 2019 lalu, @dgoldfather memberi informasi, sebuah bank besar di Indonesia sempat mengalami gangguan. Gangguan ini menyebabkan adanya perubahan saldo di beberapa nasabah. Nah, hal ini juga bagian dari risiko kita kalau kita menabung emas digital.

Karena bagaimanapun, aspek risiko operasional yang mungkin terjadi di penyelenggara tabungan emas bisa berdampak pada nasabah.

Baca juga: 7 Alasan Nabung Emas di Pluang Paling Aman

Cara menyiasati investasi emas antam agar tetap aman

Setelah memaparkan poin plus dan minus dari investasi emas fisik ataupun emas digital, @dgoldfather menyarankan beberapa poin berinvestasi.

Sebelum berinvestasi, menurutnya, ada beberapa langkah yang sebaiknya kita lakukan, di antaranya:

#1 Mengenali Profil Risiko diri kita sendiri

Ini penting untuk mengetahui jenis investasi apa yang cocok bagi kita, terutama ketika berinvestasi emas dan memilih untuk investasi emas fisik atau emas digital.

#2 Mempelajari produk dan institusi tempat kita akan berinvestasi

Jika kita menggunakan pihak ketiga, kita harus pastikan kita tahu tempat menginvestasikan dana kita. Mengapa hal ini penting? Tentu, agar kita bisa tenang dalam berinvestasi karena sesuai dengan profil diri kita sendiri.

Dalam penerapannya di tabungan emas, kita bisa gunakan metode sebagai berikut:

#1 Misalnya saya punya profil risk avoider (menghindari risiko):

Nah, bagaimana menyikapinya?

  1. Saya bisa depositokan dulu dana saya di lembaga keuangan;
  2. Bunga atau bagi hasilnya baru saya investasikan ke Tabungan Emas.

#2 Nah, saat menabung emas, saya bertanya dulu kepada diri saya sendiri:

Seandainya terjadi risiko terhadap penyelenggara Tabungan Emas, kira-kira berapa besar. Pertanyaan selanjutnya adalah: seberapa besar kerugian yang sanggup saya tanggung?

Misalnya saya menabung emas, saya hanya sanggup untuk menanggung kerugian maksimal adalah 100gr jadi setiap salo saya lebih dari 100gr, (misalnya 105 gr) maka yang 5 gram kelebihan tersebut, saya tarik fisik ataupun mencairkannya.

Jadi, untuk berinvestasi secara aman, @dgoldfather menggarisbawahi, kita perlu untuk menyesuaikan investasi dengan profil risiko masing-masing.

Saat hendak memulai investasi, dahulukan edukasi dan investigasi terhadap penyelenggara. Lalu, coba dengan jumlah kecil dulu investasi dan amati fitur-fitur yang ditawarkan. Apabila sudah cocok, barulah lebih serius berinvestasi.

Sumber: Telegram Kabar Pluang, @dgoldfather

Simak juga:

9 Rekomendasi Buku Keuangan Terbaik Ini Dijamin Bikin Kamu ‘Melek’ Finansial

Laundromat, Film Netflix yang Bongkar Pengaruh Panama Papers pada Hidup Orang Kaya

Mencoba Peruntungan di 7 Negara dengan Gaji Tertinggi di Dunia, Minat?

Recent Articles

Related Stories