5 Kesalahan Umum Menabung yang Wajib Kamu Hindari!

Selalu merasakan pemasukan tidak pernah cukup? Tiap bulan selalu merasa ada saja yang harus dibayar? Akibatnya, setiap tanggal tua, duit selalu kehabisan dan bingung kemana saja ‘perginya’. Selalu mencoba untuk menabung, tapi apakah sudah menemukan cara menabung yang benar? 

Inilah pentingnya menabung yang benar. Banyak yang paham menabung itu penting, namun tidak sedikit yang belum menemukan cara menabung yang benar.

Banyak yang gagal menyisihkan uang dan mengontrol pengeluaran. Padahal dasar-dasar cara menabung yang benar umumnya sudah diajarkan oleh orangtua. Mulai dari membelikan celengan atau membukakan rekening di bank, kemudian meminta kamu menyimpan uang yang diberikan masuk ke dalam tabungan tersebut. 

Lalu, bagaimana dengan kamu? Sudah tahu cara menabung yang benar atau masih ada kesulitan menabung? Kalau kamu masih melakukan lima hal ini bisa jadi kamu belum melakukannya dengan benar.

Kalau masih melakukan hal berikut, kamu belum tahu cara menabung yang benar

cara menabung yang benar

  • Masih berpikir: ‘Tidak mungkin bisa nabung dengan gaji segini’

Salah satu hambatan terbesar dalam menabung dengan benar adalah berpikir tidak mungkin bisa menabung dengan gaji pas-pasan. Jangan pernah meremehkan tabungan walau hanya jumlah kecil. Kalau ada niat dan konsisten, sedikit tabunganl bisa menjadi nominal yang besar.

Ada banyak cara menabung yang benar misalnya saja dimulai dengan langkah kecil seperti menabung uang receh. Cara dasar menabung yang benar yang biasa diajakan oleh para orangtua ke anaknya.

Meski kelihatannya hal yang sepele untuk orang dewasa, kalau dilakukan dengan benar dan fokus, jumlah yang tercapai bisa maksimal. Lebih baik memulai dengan langkah kecil daripada tidak sama sekali. Cara inipun bisa tidak memberatkan kamu karena tanpa sadar kamu sudah aktif menabung.

Kamu bisa mulai cek berapa uang receh yang kamu dapatkan setiap harinya. Lalu masukkan sedikit demi sedikit ke celengan/toples. Tapi ingat, jangan dipakai yah karena fungsinya untuk menabung. Jadi, jangan salahkan kondisi tapi ubah cara pandang kamu supaya tetap optimis. 

  • Tidak punya target dan alasan nabung yang jelas 

Kalau kamu punya impian yang ingin dicapai biasanya dibutuhkan target agar kamu bisa tetap fokus dan realitistis dalam meraihnya. Sama halnya dengan menabung, diperlukan target kapan terlaksana dan alasan jelas kenapa kamu mau menabung.

Sehingga kamu tidak sekadar memulai saja, tetapi menyelesaikannya juga. Misalkan target dan alasan yang bisa kamu buat seperti mengumpulkan uang selama dua tahun untuk biaya nikah atau biaya DP rumah. 

Kalau masih punya utang, jadikan itu target kamu. Targetnya adalah lunasi utang dalam jangka waktu tertentu sambil tetap menabung. Ketika utang telah lunas, alihkan dana utang untuk menambang jumlah uang yang ditabung.

Dengan sudah terbiasa menabung dengan jumlah yang lebih besar, membuat kamu terbiasa mengendalikan diri. Jadikan terbebas dari utang menjadi motivasi untuk kamu melunasinya. Karena memiliki utang bisa menjadi beban pikiran tersendiri yang membuat keuangan tidak terkontrol dan kesulitan untuk cara menabung dengan benar.

  • Masih ‘Sisakan’, Bukan ‘Sisihkan’

Banyak yang salah cara menabung dengan benar. Kalau kamu masih menabung tergantung sisa uang yang kamu punya berarti belum menabung dengan benar. Cara menabung yang benar adalah sisihkan pendapatan segera setelah kamu dapatkan, bukannya menghabiskan dahulu, baru sisanya kamu tabung.

Dengan memisahkannya terlebih dahulu untuk menabung, kamu bisa mendapat jumlah tabungan yang tetap tiap bulannya. Makna menabung pun adalah menyisihkan uang, bukan menyisakan uang. 

Berapa banyak uang yang harus saya tabung? Kamu bisa mulai dengan 10-20% dari jumlah pendapatan kamu perbulan. Kemudian, pisahkan antara rekening yang digunakan sehari-hari dan rekening tabungan agar tabungan tidak terpakai. Siapkan juga dana darurat di luar dana tabungan karena apabila ada kebutuhan mendesak, dana tabungan tidak ‘terganggu’.

  • Punya kebiasaan yang konsumtif

Jangan sepelekan pengeluaran kecil yang terlihat remeh. Misalkan rutin membeli kopi atau jajanan snack setiap hari. Kebiasaan lain yang juga membuat kita lebih konsumtif adalah nongkrong di café, makan di restoran mewah, memiliki hobi mengumpulkan sepatu. Apabila dihitung berapa banyak yang kamu habiskan setiap bulannya, maka nilainya pun tidak kecil. 

Godaan lain yang menghambat kamu menabung dengan benar adalah berburu diskon. Memang ‘terlihat’ berhemat namun apabila barang yang kamu beli tersebut bukanlah sebuah kebutuhan maka bisa disebut pemborosan.

Sebaiknya setiap membeli suatu barang, pikirkan kembali apakah kamu benar-benar perlu. Apabila perlu, bandingkan harga dan kualitas sebelum benar-benar memutuskan untuk membeli. Kalau kamu mendapatkan diskon saat membeli kebutuhan pokokmu, sisihkan selisihnya untuk menabung. Saat kamu tergiur untuk membeli ini itu, ingat selalu target & alasan yang sudah kamu tentukan sebelumnya.

  • Beranggapan: ‘karena sudah menabung sehingga berhak menghabiskannya sewaktu-waktu’

Banyak tantangan yang bisa kita temui ketika kita sedang menabung. Terkadang kita masih ‘colongan’ mengunakan dana tabungan, namun bukan dihabiskan untuk alasan utama menabung. Motivasi pun mengendur. 

Cobalah menabung dengan aplikasi tabungan seperti Pluang.com. Kamu bisa menabung dalam bentuk investasi emas. Keuntungannya, selain dana kamu tetap terjaga dan tidak terusik karena dibantu aplikasi, tabungan kamu juga bisa semakin bertambah dari tahun ke tahun karena nilanya tidak tergerus inflasi. 

Tips lainnya adalah alihkan fokus dengan menyibukkan diri dengan mencari sumber pendapatan lain dan mengingat seberapa sulitnya mengumpulkan uang tabungan tersebut. Sehingga kamu akan berpikir dua kali ketika ingin menggunakan tabungan. Lalu kapan waktu yang tepat untuk memulai menabung dengan benar? Jawabannya adalah hari ini.  

Sumber: CNN Indonesia, MoneySmart

Baca juga:

Tetap Cuan dengan Menabung Emas Online Kekinian, Bagaimana Caranya?

Menikah VS Beli Rumah, Mana yang Harus Didahulukan?

Recent Articles

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here