Mulai dari Jumlah Kecil, Berikut 3 Cara Berinvestasi Saham Bagi Pemula

Saham merupakan salah satu tipe investasi yang high risk dan high profit. Ini artinya bila ingin keuntungan yang besar, kamu memerlukan modal yang besar pula. Namun, sekarang ada banyak cara berinvestasi saham tanpa modal yang sangat besar. Tak perlu harus kaya terlebih dahulu untuk bisa berinvestasi saham. Cara ini cocok untuk para investor saham pemula.

Sebelum memulai berinvestasi saham dengan modal minim, ada dua hal penting yang harus dipahami para investor saham agar memahami trik ini.

Pertama, pahami dahulu pengetahuan dasar mengenai investasi, saham dan sekuritas. Kedua, belajar mengendalikan emosi saat berinvestasi saham agar dapat terhindar dari risiko yang besar.

Kunci berinvestasi saham adalah kesabaran. Setelah kedua hal tersebut dipahami, maka berikut trik yang bisa dijalankan para investor saham agar percaya diri meski mengandalkan modal yang minim.

Cara berinvestasi saham bagi pemula

cara berinvestasi saham

  • Mulailah dengan jumlah kecil dari tabungan 

Cara berinvestasi saham memang agak tricky. Memang orang yang berinvestasi ingin mendapatkan langsung keuntungan besar. Namun, apabila langsung membeli saham dengan jumlah banyak, ketika harga saham turun pun bisa membuat kita mendapat kerugian yang besar pula.

Maka, mulai dengan jumlah kecil dulu seperti 10-30 juta rupiah. Pastikan dana investasi saham tersebut berasal dari tabungan, bukan dari pengeluaran kebutuhan primer atau dana darurat. Jangan sampai anggaran kebutuhan pribadi kamu terusik.

Normalnya, dana yang bisa terpakai untuk investasi saham yakni berkisar 10% dari penghasilan bulanan. Apabila melebihi rasio itu tidak masalah asalkan tidak memberatkan kamu di kemudian hari ataupun malah harus berutang.

Kini cara berinvestasi saham bisa dimulai dari budget Rp 5.000,- karena ada banyak saham yang harganya cuma Rp 50,- per lembar. Berarti kalau kamu ingin membeli satu lot (100 lembar). Totalnya hanya 5.000,-.

Ada kabar menggembirakan pula untuk para investor yakni akan ada perencanaan pengurangan jumlah lot dari 100 lembar hingga 20-50 lembar. Padahal dahulu satu lot bisa berjumlah 500 lembar.

Namun, yang perlu diperhatikan di sini adalah berinvestasi saham dengan budget kecilpun berimbang dengan keuntungan yang juga tidak besar. Bijaklah memilih nominal mana yang terasa ’cukup’ untuk kamu. Tidak merasa terpaksa karena harga yang terlampau tinggi ataupun tidak terlalu kecil hingga keuntungannya tidak menggembirakan buat kamu. 

  • Gunakan strategi average down saat saham turun

Salah satu cara memaksimalkan budget yang ada adalah dengan menggunakan strategi average down. Ketika nominal modal yang ingin diinvestasikan sudah ditentukan, manfaatkan modal tersebut dengan membeli saham yang sedang turun.

Ketika portfolio menunjukkan kerugian 2% saja di satu saham, bisa kamu gunakan untuk berinvestasi saham. Modal bisa kamu manfaatkan maksimal karena strategi average down adalah melakukan pembelian secara bertahap saat harga saham di pasar sedang mengalami penurunan. Ketika harga saham di pasar sudah kembali ke titik semula, keuntungan kamupun menjadi meningkat.

Yang terpenting adalah jangan terburu panik ketika saham yang dibeli mendadak anjlok. Ingatlah poin kedua di atas. Kuncinya adalah kesabaran. Selama kamu berinvestasi saham blue chip, harga saham pasti akan naik. Saham blue chip adalah saham papan atas atau saham unggulan.

  • Disarankan berinvestasi saham pada perusahaan consumer goods dan perbankan 

Setelah memutuskan berapa nominal yang akan digunakan dan kapan waktu terbaik saat membeli saham, hal lain yang perlu diperhatikan adalah kemana kita bisa berinvestasi saham.

Investor saham bisa memilih perusahaan consumer goods atau perbankan. Selain perusahaan ini cocok untuk investor pemula, mereka memiliki bisnis yang sederhana dan aktif digunakan masyarakat. Keuntungan bisa dirasakan dalam setahun atau dua tahun apabila mereka selalu mencetak laba yang signifikan.

Jadi, sudah siap untuk membeli saham pertamamu?

Sumber: MoneySmart, NerdWallet, CreditDonkey, Kompas

Baca juga:

Investasi Emas Non-Fisik dalam Bentuk Emas ETF VS Emas Berjangka, Apa Bedanya?

Mulai dari Zaman Mesir Kuno, Telusuri Yuk Sejarah Emas Hingga Hari Ini!

Perusahaan Incaranmu Melantai di Bursa Saham? Ini Tips dan Trik Membeli Saham IPO

Recent Articles

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here