Benjamin Graham, Ilmu Finansial dari Mentor Investasi Dunia

Jauh sebelum nama Warren Buffet atau Lo Kheng Hong dibicarakan dibidang investasi, ada satu nama legendaris yang tidak akan pernah dilupakan, yaitu Benjamin Graham.

Pria kelahiran 1894 ini punya pengaruh yang sangat besar yang mempengaruhi perkembangan dunia investasi. Bahkan Warren Buffet mengakui kehebatan dan mengakui Graham sebagai gurunya.

Beberapa buku karya Graham yang cukup populer ialah The Interpretation of Financial Statements, The Intelligent Investor, The Intelligent Forex Investor, dan Security Analysis.

Meskipun sudah lebih dari 100 tahun sejak Graham melakukan penelitian soal keamanan dalam berinvestasi dan nilai-nilai dalam investasi, apa yang dibicarakan Graham masih relevan.

Masa kecil yang berat

Julukan father of value investing disematkan pada Graham karena karyanya dalam dunia investasi mampu membuka cakrawala berpikir, bahkan mengubah persepsi orang mengenai investasi.

Namun, sebelum mengulik lebih jauh tentang buah pikir Graham dibidang investasi, yuk kita kenalan lebih dekat dulu dengan beliau.

Graham lahir di London, Inggris, pada 1984. Namun, keluarganya bangkrut sehingga harus pindah ke Amerika Serikat saat Graham masih bayi.

Harapan keluarga, mereka bisa memperbaiki situasi ekonomi keluarga. Ketika Graham berusia 9 tahun, ayahnya meninggal sehingga kondisi ekonomi keluarga semakin buruk karena ibunya harus membesarkan tiga orang anak.

Perkenalan Graham pada investasi terjadi ketika dia berusia 13 tahun. Ibunya membuka akun di pasar modal dan membeli saham perusahaan baja. Namun, saham tersebut anjlok pada 1907 dan uang ibunya hilang tak berbekas.

Kondisi finansial keluarga seperti itu tidak membuat Graham patah arang. Justru Graham semangat belajar hingga mendapatkan beasiswa di Columbia University, New York.

Kecerdasan dan ketekunan Graham mengantarkannya memulai karir di Wall Street pada 1914, langsung setelah lulus dari perguruan tinggi. Sejatinya, Graham ditawarkan posisi dosen di universitas tempatnya belajar, tapi dia menolak karena ingin mendalami bisnis dan investasi.

Graham kemudian menjadi asisten di Departemen Obligasi di perusahaan Newberger, Henderson & Loeb. Di masa tersebut, pergerakan harga obligasi dan saham benar-benar spekulatif.

Di saat yang sama, Graham mengamati betapa sedikitnya pengetahuan para investor mengenai obligasi dan saham.

Pada usia 25 tahun, Graham memiliki pendapatan US$500.000 per tahun. Sebagai gambaran, jika dihitung dengan tingkat inflasi, pendapatan Graham saat ini sekitar US$7,5 juta per tahun.

Akan tetapi, kejadian stock market crash pada 1929 yang diikuti great depression membuat Graham kehilangan semua asetnya. Padahal, Graham sudah membangun portofolio yang sangat ciamik. Kejadian ini membuatnya mendapatkan pelajaran berharga mengenai investasi.

Kitab suci para investor

Melalui pengamatan dan riset, Graham lalu meluncurkan buku pertamanya bersama David Dodd yang berjudul Security Analysis. Buku ini berisi observasi Graham tentang apa yang membuat pasar saham anjlok pada 1920-an.

Melalui buku ini, Graham dan Dodd pertama kali memisahkan konsep investasi dengan spekulasi. Tak heran bila Security Analysis masih laris manis di kalangan investor hingga saat ini.

Pada saat yang sama, Graham menjadi dosen di Columbia Business School. Dia masih terus mengembangkan penelitian di bidang investasi.

Buku keduanya terbit pada 1949 dengan judul The Intelligent Investor: The Definitive Book on Value Investing. Kalangan investor menjadikan buku tersebut sebagai kitab suci karena benar-benar mengubah perspektif investor tentang dunia investasi.

Salah satu murid Graham di Columbia University yang konsisten dan disiplin dalam mempraktekkan ajarannya ialah Warren Buffet. Murid Graham lainnya yang juga cukup dikenal ialah Irving Kahn, Christopher Browne, dan Walter Schloss.

Selain Columbia University, Graham juga pernah mengajar di UCLA Graduate School of Business dan New York Institute of Finance. Kemudian Graham wafat pada 1976. Namun, pemikirannya masih tetap relevan bagi investor saat ini dan jadi salah satu terobosan paling berpengaruh di dunia investasi.

Recent Articles

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here