Sentimen Pasar Menjelang Pemilu AS, Apa Persiapan Investor?

Weekly Commentary

Sep 21, 2020

Sejauh ini kita telah melihat pasar dan keadaan ekonomi global mulai rebound dari titik terendah krisis di bulan Maret-April. Terlebih pada pasar saham AS dimana rebound kuat terjadi hingga Agustus lalu. Kemudian terjadi koreksi pada pasar, juga menjelang Pemilu AS. Apakah perkembangan terakhir di pasar dan apa yang akan menggerakkan sentimen ke depannya?

Sentimen Pasar – Pelemahan Wall Street

Pekan lalu (18/9), ketiga indeks di Wall Street ditutup melemah. Penurunan ini merupakan penurunan selama 3 pekan berturut-turut. Untuk Indeks S&P500 sendiri telah terjadi penurunan month-to-date sebesar -5.17%.

Saham-saham teknologi seperti Facebook dan Amazon juga jatuh pada minggu lalu, dan penurunan month-to-date adalah lebih dari 5%. Saham Apple sendiri telah mengalami penurunan month-to-date sebesar -17.2%. Sebenarnya apa sih yang terjadi?

Aksi jual di Wall Street merupakan koreksi yang sehat. Koreksi pasar, yang menunjukkan penurunan signifikan pada sebuah sekuritas, adalah sebuah cara dalam pasar untuk “menyingkirkan” perilaku buruk di pasar. Contohnya adalah overbuying sebuah sekuritas. Koreksi terakhir yang terjadi di pasar AS ini adalah contoh lain dimana pasar dapat memberikan reaksi yang tidak terduga terhadap event yang tidak terduga. Hal ini menjadi peringatan bahwa penting untuk selalu bersiap menghadapi pasar yang dapat mengalami kondisi yang tidak dapat diprediksi.

Hal ini terjadi meskipun data makro-ekonomi AS menunjukkan pengingkatan seperti pada angka penjualan rumah baru dan Consumer Price Index (CPI). Di sisi lain, data penjualan ritel Agustus menunjukkan penurunan. Sebuah indikasi dimana pemulihan ekonomi mungkin masih akan terhambat. Aksi jual di Wall Street juga terjadi dengan belum adanya tanda-tanda stimulus tambahan guna menanggulangi pandemi penyakit virus corona (Covid-19) dan membangkitkan kembali perekonomian.

Tapi ini juga terjadi karena pasar kehilangan momentum akibat kurangnya katalis yang mendukung sentimen positif. Faktor pertama adalah trial vaksin yang belum berhasil seperti yang diharapkan. Kemudian, munculnya kembali kenaikan kasus COVID-19 di Eropa, Australia dan Indonesia. Tensi AS-China juga masih berlanjut. Per minggu lalu (20/9), Trump telah mengeluarkan perintah untuk memblokir penggunaan Tik Tok dan WeChat di AS. Investor juga melihat Brexit yang belum mencapai kesepakatan.

Pertumbuhan Ekonomi China

Di tengah ekonomi dunia yang penuh ketidakpastian, China adalah satu-satunya negara pengecualian dengan pertumbuhan positif. Banyak orang yang masih curiga dengan data resmi yang dikeluarkan oleh China. Tapi kita dapat melihat dari indikator yang lebih akurat, seperti Indeks Li Keqiang. Wakil Perdana Menteri sendiri telah mengeluarkan sesuatu yang didasarkan pada volume pengiriman, aktivitas pinjaman bank, dan penggunaan listrik. Indeks tersebut adalah profil keadaan ekonomi yang lebih akurat.

China merupakan negara pertama terdengarnya penularan penyakit COVID-19. China juga adalah negara pertama mengurangi pembatasan mobilitas. Kita juga dapat melihat konsumsi telah kembali meningkat secara substansial di China. Manufaktur telah mengungguli perkiraan ekonom pada bulan Agustus. Jadi, secara keseluruhan hal itu adalah gabungan dari banyak hal yang sangat baik untuk China.

Outlook Pasar Menjelang Pemilu AS

Dengan kondisi yang telah dibahas sebelumnya, analis juga memprediksi bahwa pemilu AS di bulan November mungkin akan menambah volatilitas pasar. Melihat dari kurva volatilitas, sentimen pasar dan investor menjadi kurang positif untuk kuarter mendatang. Jadi, sepertinya tidak akan mudah untuk aset risiko seperti ekuitas untuk rebound signifikan hingga pemilu nanti. Ketidakpastian ekonomi kelihatannya juga masih berlanjut untuk jangka waktu pendek ke depan.

Mengesampingkan pandemi, koreksi di sektor teknologi ini telah menunjukkan bagaimana koreksi pasar dan volatilitas dapat terjadi di saat yang tidak diduga. Jika melihat jangka panjang, ketika Vaksin efektif telah berhasil ditemukan dan dapat diakses oleh banyak negara di dunia, maka akan terjadi rebound pada pasar. Fundamental dari sektor teknologi sendiri tetap bagus dilihat dari cashflow dan neraca keuangan mereka. Hal ini disebabkan oleh adanya permintaan tinggi akan barang-barang teknologi, seperti fitur 5G di Asia.

Tetapi untuk saat ini, Vaksin COVID-19 yang efektif belum ditemukan. Sementara kasus global dilaporkan telah melampaui angka 30 juta dan angka kematian di atas 950.000. AS akan segera memasuki musim dingin, dan kemungkinan terjadinya penurunan angka kasus adalah kecil.

Meningkatnya konsensus bahwa pemulihan berbentuk V mungkin berubah menjadi pemulihan berbentuk U, atau bahwa kita bahkan dapat mengalami lebih banyak pemulihan berbentuk W di tengah gelombang infeksi berikutnya. Saat ini, kasus COVID tampaknya muncul kembali, tidak hanya di AS tetapi di negara lain yang sebelumnya tampaknya berhasil mengontrol pandemi. Efek berkepanjangan dari pandemi ini masih sangat tidak diketahui.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Investor?

Berdasarkan analisa dan melihat sentimen pasar baru-baru ini, dua poin utama yang dapat diambil adalah:

  1. Resesi dan pemulihan AS bisa lebih lambat dari yang diantisipasi pasar.
  2. Berita utama politik dapat memicu volatilitas pasar.

Volatilitas pasar yang signifikan diperkirakan akan memiliki dampak terhadap emas maupun S&P500. Untuk menyikapi volatilitas pasar yang akan terjadi menjelang pilpres AS, salah satu strategi yang direkomendasikan untuk investor adalah diversifikasi.

Produk Indeks S&P 500 telah hadir di Pluang dan kamu mulai dapat membelinya untuk menambah kelas aset dan diversifikasi pada portfolio investasimu. Tentunya sebelum memulai investasi pada suatu aset, kamu perlu mencari tahu dan mengerti betul tentang aset tersebut. Untuk selengkapnya kamu bisa membaca artikel lain mengenai S&P 500 di sini.

S&P 500 sering kali bergerak ke arah yang berlawanan dengan emas. Oleh karena itu, strategi diversifikasi pada kedua kelas aset ini dapat meminimalisir potensi kerugian.

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital atau indeks S&P 500 dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Investasi kamu aman karena dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Emas Pluang dapat dicetak dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

Simak juga: 

Ekonomi Dunia Pasca Pandemi, Apakah yang Harus Investor Ketahui?

Pemilihan Presiden AS di Depan Mata, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi Asia?