Sebelum Terjun ke Pasar Modal, Ketahui Dulu Apa sih Saham dan Dividen Itu!

May 29, 2020

Pernah mendengar istilah saham dividen dalam investasi? Apa sih yang dimaksud dengan kedua istilah tersebut?

Nah, di serial #CerdasCuan ini, kita akan membahas secara detail apa sih yang dimaksud dengan saham dividen dan bagaimana keduanya bekerja.

Apa itu saham?

Dengan memiliki saham di sebuah perusahaan, ini berarti bahwa kamu memiliki porsi kepemilikan di perusahaan tersebut.

Sebuah perusahaan menerbitkan atau menjual saham untuk mengumpulkan dana untuk beroperasi. Ketika sebuah perusahaan pertama kali menerbitkan saham, ini disebut dengan Initial Public Offering (IPO). 

Saham perusahaan publik diperdagangkan di bursa efek (misalnya BEI – Bursa Efek Indonesia). 

Setidakanya ada dua jenis saham yang perlu kamu ketahui: 

  • Saham biasa: Biasanya memberikan hak suara pada pertemuan pemegang saham dan menerima dividen
  • Saham pilihan: Tidak memiliki hak suara tetapi diprioritaskan dan akan menerima dividen terlebih dahulu sebelum pemegang saham biasa.

Seperti keadaan pasar lainnya, hukum permintaan dan penawaran juga berlaku di dalam pasar saham. Jadi, kelebihan permintaan akan mendorong harga saham untuk naik, sementara kelebihan penawaran akan mendorong harga saham untuk turun.

Jenis-jenis Saham

Saham bisa dikategorikan sebagai berikut:

  • Growth Stocks: Merupakan nilai dari saham ini sering kali kenaikannya jauh lebih cepat dibandingkan dengan saham-saham lainnya, jadi akan menghasilkan keuntungan yang lebih cepat juga 
  • Dividend Stocks: Ini adalah saham dari perusahaan-perusahaan yang rutin membagikan dividen 
  • Value Stocks: Harga dari saham ini biasanya lebih rendah daripada fundamental perusahaannya (dilihat dari dividen, penghasilan dan penjualan). Cocok untuk investor yang ingin berinvestasi jangka panjang.

Apa Itu Dividen?

  • Adalah distribusi dari pembagian pendapatan perusahaan
  • Dibayar kembali kepada pemegang saham sebagai bentuk klaim keuntungan
  • Juga dapat dilihat sebagai bunga rekening tabungan (dengan memiliki saham)
  • Jumlah tersebut diputuskan dan dikelola oleh dewan direktur perusahaan
  • Bisa dalam bentuk: pembayaran tunai (paling umum), saham atau properti lainnya

Oh iya, tidak hanya perusahaan, tetapi berbagai produk pasar saham seperti reksa dana dan ETF juga membayar dividen.

Apa yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Membeli Saham

Jika dibandingkan dengan pilihan aset lebih aman seperti obligasi pemerintah, investasi saham memiliki potensi untuk memberikan imbal yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama. Maka dari itu, investasi saham juga lebih berisiko karena bisa saja melibatkan spekulasi serta perlu diingat bahwa hasil dari masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan, tetapi bisa menjadi prediksi untuk hasil di masa depan. 

Mengapa lebih tinggi risiko lebih tinggi imbalnya? Konsepnya adalah karena investor telah menanggung risiko dengan berinvestasi pada sebuah aset, maka akan dihadiahkan dengan imbal atau reward yang tinggi juga.

Selain itu, analisa fundamental dan teknis perlu dilakukan sebelum berinvestasi.

Dua keuntungan yang bisa didapatkan dari investasi saham:

  • Capital Gain – ketika saham meningkatkan nilai, kamu akan mendapatkan keuntungan ketika menjualnya
  • Keuntungan dari pembayaran dividen

Risiko dari investasi di saham:

  • Capital loss: ketika saham penurunan nilai, dan kamu mengalami kerugian menjual saham pada harga yang lebih rendah dari harga beli.
  • Risiko likuidasi: risiko jika perusahaan yang sahamnya kamu beli bangkrut atau dibubarkan. Pemegang saham akan dibayar setelah perusahaan melunasi seluruh kewajibannya. Jadi akan ada risiko ketika pemegang saham tidak mendapatkan apa-apa dari hasil likuidasi tersebut. 

Bagaimana cara berinvestasi saham

Ada dua cara untuk berinvestasi saham:

  • Memilih saham dan melakukan transaksi sendiri
    • Kamu memerlukan broker
    • Kamu wajib melakukan penelitian dan analisis saham 
  • Mempercayakan manajer aset untuk mengaturnya untukmu
    • Kamu mungkin tidak memiliki waktu untuk memilih satu per satu saham yang kamu ingin beli
    • Dengan demikian, manajer aset menciptakan produk saham agar kamu dapat berinvestasi secara pasif (seperti Pluangsaver, Pluang S&P 500)

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli saham

  • Periode waktu investasi
    • Jangka pendek: trading saham, menggunakan strategi beli rendah dan jual tinggi dan mencari peluang untuk keuntungan di pasar
    • Jangka panjang: menggunakan strategi ‘buy and hold’ pada saham yang didiversifikasi dalam berinvestasi, salah satu caranya adalah dengan mempercayakan Manager Investasi untuk mengelola dana tersebut (contoh: Produk S&P500 di Pluang) 
  • Profil risiko
    • Di dalam berinvestasi, semakin tinggi risiko, semakin tinggi juga imbal hasil yang didapatkan, begitupun sebaliknya
    • 3 level dari profil risiko: konservatif, moderat dan agresif 
  • Analisa 
    • Sangat penting untuk melakukan riset dan mempelajari tentang saham yang kamu ingin beli

Mari kita uji pengetahuan sobatcuan mengenai saham!

powered by Typeform