Jenis-jenis Investasi yang Perlu Diketahui Investor, Apa Saja?

Investing 101

Oct 14, 2020

Bagi investor pemula, tentunya ada beberapa pertanyaan umum tentang investasi, tetapi mari kita mulai dengan dasar-dasar investasi: Apa saja jenis investasi dan bagaimana caranya menghasilkan uang?

Bagaimana Investasi Dapat Menghasilkan Uang

Mungkin kamu pernah bertanya-tanya bagaimana investasi dapat menghasilkan uang. Cara kerja investasi bervariasi, dan tentunya sebagai investor yang cerdas, penting untuk mempelajari masing-masing jenis investasi.

Pada dasarnya, investasi dapat menghasilkan uang dari salah satu dari tiga cara berikut ini:

• Pendapatan (Income): berupa pemasukan atau uang tunai yang dibayarkan secara berkala dari investasi kamu (sebagai bunga dan / atau dividen).
• Apresiasi Modal (Capital Appreciation): kenaikan dari harga barang-barang seiring berjalannya waktu (seperti saham, emas, atau property).
Pass Through Profits: Berinvestasi dalam bisnis swasta dan real estat, yang mungkin mendapatkan keuntungan dari operasi mereka.

Jenis-jenis Investasi

Kamu dapat memilih untuk memasukkan uangmu pada banyak pilihan investasi yang berbeda. Tetapi, kamu harus terlebih dahulu mengetahui apa yang kamu inginkan dari investasi tersebut: Apa tujuan keuangan kamu? Lalu cobalah untuk membangun portofolio yang mencapai tujuan tersebut, menyeimbangkan risiko dan keuntungan, dan memelihara diversifikasi aset.

Portofolio adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada semua investasi kamu dan kepemilikan lainnya. Diversifikasi portofolio biasanya berarti mengalokasikan uang kamu pada berbagai jenis aset. Aset mungkin hanyalah sebuah kata untuk kepemilikan kamu. Tetapi kelas aset adalah sekumpulan aset yang mirip satu sama lain, seperti saham atau komoditas.

Baca juga: Langkah-langkah Memulai Investasi

Berikut ini adalah beberapa jenis investasi yang paling umum:

Bonds (Obligasi)

Obligasi pada dasarnya adalah pinjaman yang diberikan kepada perusahaan atau pemerintah untuk jangka waktu tertentu. Sebagai imbalan untuk meminjamkan uang kepada mereka, mereka berjanji untuk membayarnya kembali di masa depan dan membayar bunga untuk ini.

Karena obligasi biasanya didukung oleh kepercayaan penuh dan kredit dari pemerintah atau perusahaan besar — ​​dan dinilai dari segi kualitas dan kelayakan kreditnya — mereka sering dianggap berisiko lebih rendah daripada saham. Obligasi negara adalah investasi paling minim risiko tetapi juga memiliki pengembalian yang lebih rendah.

Namun, risikonya bervariasi. Karena pemerintah lebih kecil kemungkinannya untuk bangkrut daripada perusahaan individu, obligasi pemerintah adalah investasi yang paling minim risiko tetapi juga memiliki pengembalian yang lebih rendah.

Ada beberapa jenis obligasi umum yang tersedia di pasaran:

  • Obligasi negara: diterbitkan oleh pemerintah dan kebanyakan diterbitkan untuk jangka waktu yang panjang.
  • Obligasi municipal: diterbitkan oleh pemerintah daerah. Misalnya, untuk proyek daerah seperti konstruksi, tanpa bergantung pada pembiayaan dari pemerintah pusat.
  • Obligasi korporasi: Korporasi juga menerbitkan obligasi, bisa swasta maupun BUMN. Ini biasanya diberi peringkat kredit, dengan AAA sebagai yang tertinggi.

Stocks (Ekuitas)

Saham adalah kepemilikan ekuitas di perusahaan publik. Kamu dapat memiliki satu atau banyak lembar saham, dan ini kamu kepemilikan atas sebagian dari perusahaan itu. Hanya perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di pasar saham.

Saham menghasilkan uang dalam dua cara: pembagian dividen jika perusahaan memutuskan untuk membagikan sebagian dari labanya kepada pemegang sahamnya. Atau kamu dapat menjual saham tersebut dengan nilai lebih dari yang kamu beli, jika nilainya naik — ini dikenal sebagai keuntungan modal atau apresiasi modal (capital gain).

Kamu dapat memilih untuk membeli saham-saham dari perusahaan yang menurutmu akan tumbuh dari waktu ke waktu — baik karena nilainya terlalu rendah atau karena itu adalah saham pertumbuhan (growth stocks). Atau, kamu dapat memilih saham karena dividen yang dibagikan. Tetapi, ada cara lain juga untuk berinvestasi pada saham selain memilih saham individual yang memerlukan research tersendiri. Dan kita akan membahasnya di bawah.

Invetasi Alternatif

Meskipun saham dan obligasi adalah aset yang lebih tradisional untuk diinvestasikan, ada jenis investasi lain yang dikenal dengan investasi alternatif. Ini tidak selalu terkait dengan pasar saham atau obligasi, sehingga dapat memberikan beberapa potensi diversifikasi. Berikut adalah beberapa opsi investasi alternatif:

  • Komoditas
    Komoditas adalah bahan mentah yang memiliki nilai dan dapat dibeli atau dijual. Contohnya: emas, jagung, kopi, tembaga. Ada sejumlah bursa komoditas untuk perdagangan. Kamu juga dapat memulai investasi, membeli dan menahan investasi tersebut untuk kenaikan nilai, seperti emas.
  • Cryptocurrency
    Cryptocurrency adalah mata uang digital yang menggunakan teknik enkripsi dan pengkodean untuk mengamankan dana. Mata uang ini beroperasi secara independen dari bank dan ada beberapa di antaranya: Bitcoin adalah yang paling terkenal.
  • Properti
    Memiliki real estat, baik secara langsung atau sebagai bagian dari perwalian investasi real estat (REIT) atau kemitraan terbatas, memberi kamu aset berwujud yang dapat meningkat nilainya seiring waktu. Jika kamu berinvestasi pada properti di luar rumah pribadi, pembayaran sewa dapat menjadi sumber pendapatan tetap.
  • Investasi langsung di perusahaan swasta (Private Equity)
    Hanya perusahaan publik yang menjual saham, namun perusahaan swasta juga terkadang mencari investasi — biasanya datang dalam bentuk pendanaan langsung. Jika perusahaan tempat kamu berinvestasi akhirnya naik nilainya, itu bisa membuahkan hasil, tetapi juga bisa berisiko.

Dana Investasi dan Produk Lainnya

Ada sejumlah jenis produk investasi yang menggabungkan aset lain atau menjadi jenis kontrak keuangan atau instrumen investasi yang lebih rumit. Tapi pada dasarnya, underlying asset tersebut adalah antara obligasi atau saham, ataupun keduanya. Beberapa di antaranya sangat mudah dipahami, yang lain lebih rumit — seperti kontrak berjangka.

  • Reksa dana: kumpulan dari aset berbeda ke dalam satu keranjang. Membeli bagian dalam reksa dana memberi kamu akses ke semua kelas aset yang beragam di reksa dana, tanpa mengharuskan Anda memiliki uang untuk membeli masing-masing secara individual. Ada banyak jenis reksa dana dengan campuran aset berbeda yang ditujukan untuk tujuan keuangan yang berbeda atau terikat pada indeks pasar yang berbeda.
  • ETF: Dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) pada dasarnya adalah sejenis reksa dana, tetapi yang diperdagangkan di bursa. Memberi kamu fleksibilitas untuk membeli dan menjual sepanjang hari. ETF juga hadir dalam berbagai campuran aset.
  • Derifatif: Pada dasarnya, ini adalah “produk turunan” dari semua instrumen investasi yang tersedia di pasaran. Dapat berupa kontrak berjangka atau futures dan memiliki acuan sebagai underlying asetnya. Contohnya adalah produk Pluang Micro E-mini S&P 500 Index Futures.

Simak juga:

Cara Memulai Investasi yang Tepat Bagi Pemula

Emas! Pilihan Mudah Investasi untuk Para Milenial!

Mulai Investasi