Mengapa Investasi Penting untuk Melawan Inflasi?

Investing 101 blog-image

Jul 22, 2020

#SobatCuan pasti sering dengar bahwa investasi itu adalah salah satu cara menghindari inflasi. Kenapa sih investasi itu penting dilakukan untuk melawan inflasi, simak yuk ulasannya di bawah ini!

Di serial #CerdasCuan ini, topik yang akan kamu pelajari adalah:

Cara Menghindari Inflasi – Dampak Inflasi Pada Daya Beli 

Jika kamu memiliki Rp20.000 di tahun 2012, saat itu bisa saja kamu gunakan untuk membeli burger. Tapi jika kamu menyimpan Rp20.000 di dompetmu hingga hari ini, kamu tidak akan mampu membeli sebuah burger karena harganya sekarang adalah Rp40.000. Ini adalah efek dari inflasi yang menyebabkan daya beli mu menurun seiring berjalannya waktu sementara harga barang terus meningkat.

Inflasi adalah proses meningkatnya harga rata-rata barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam kurun waktu tertentu. Inflasi tidak bisa dihindari dalam sebuah ekonomi yang sedang tumbuh.     

Coba bayangkan jika kamu memiliki sebuah usaha yang berjalan sangat baik. Apakah kamu mau menaikkan harga barangmu? Ketika banyak bisnis yang berkinerja bagus dalam sebuah ekonomi, tentunya inflasi akan terjadi.

Menurut Bank Indonesia, harga properti telah meningkat sebanyak 3-4%, sedikit lebih tinggi dari inflasi yang berada di angka 3%. Jika tren ini berlanjut dan jika harga rumah meningkat setiap tahun seperti inflasi, sebuah rumah yang harganya 500jt hari ini akan menjadi 672jt dalam waktu 10 tahun. Ini berarti, walaupun kamu memiliki uang sebesar 500jt hari ini dan menyimpannya di rumah, nilai dari 500jt itu akan berkurang seiring berjalannya waktu dan kamu tidak akan bisa membeli rumah itu 10 tahun lagi.

Cara Menghindari Inflasi – Lalu, bagaimana cara memproteksi daya beli dari inflasi?

Untuk melindungi nilai uang dari penurunan daya beli, uang tersebut perlu diinvestasikan dalam aset yang bisa menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi. 

Kita coba mengambil contoh dari suku bunga bank-bank di Indonesia. Di sebuah bank ternama di Indonesia, bunga untuk rekening tabungan adalah sekitar 0.5% per tahun. Ini jauh dibawah inflasi 3%.

Jika uang ini diinvestasikan dalam deposito berjangka, bunga yang akan kamu dapatkan adalah sekitar 4.5%. Tetapi ini hanya 1.5% lebih tinggi dibandingkan inflasi. Inflasi bahkan bisa mengalami kenaikan secara mendadak tergantung pada situasi ekonomi dan target yang ditentukan oleh pemerintah. 

Oleh karena itu, investasi itu perlu untuk memproteksi daya beli atau nilai uang dari inflasi.

Cara Menghindari Inflasi – Jenis-jenis Instrumen investasi

Jenis investasi yang berbeda juga menawarkan risiko dan imbal hasil yang berbeda

  • Semakin tinggi risiko, semakin tinggi hasil yang akan didapatkan investor. 
  • Dan sebaliknya, ketika imbal hasil tinggi, maka aset itu akan memiliki risiko yang tinggi.

Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa tipe aset investasi di Indonesia.

Emas

  • Emas telah mendarah daging dalam budaya Indonesia: emas telah digunakan menjadi simpanan untuk perayaan religi (contoh: Haji), pernikahan dan acara spesial. 
  • Konsumer percaya bahwa emas berharga sebagai aset yang aman
  • Emas juga memberikan proteksi terhadap penurunan nilai rupiah dan inflasi 

Lalu, bagaimanakah performa Emas selama satu tahun terakhir?

Kinerja Emas dalam satu tahun terakhir telah menghasilkan imbal sebesar 34.64%.

Pasar Uang

  • Pasar Uang adalah investasi pada pada obligasi atau instrumen utang yang jatuh temponya kurang dari satu tahun. Ini bisa diterbitkan oleh pemerintah, bank dan ada kalanya perusahaan.
  • Contohnya: Deposito dengan tenor 3 bulan
  • Investasi di Pasar Uang memberikan imbal yang aman dan berisiko rendah serta volatilitas yang rendah. Potensi kenaikan nilainya pun rendah. 

Pendapatan Tetap

  • Produk Pendapatan Tetap mengarah kepada investasi pada instrumen obligasi jangka panjang dari pemerintah, bank, dan kadang oleh perusahaan. 
  • Contoh: Obligasi yang diterbitkan perusahaan XYZ yang akan jatuh tempo dalam waktu 5 tahun. 
  • Investasi ini akan memberi pendapatan tetap yang konstan jika pembayaran bunga tidak diinvestasikan kembali oleh investor. 

Properti

  • Investasi pada properti akan menghasilkan dua jenis imbal atau return:
    • Pembayaran dari hasil sewa (jika disewakan) 
    • Perolehan laba jika nilainya lebih tinggi dibandingkan harga beli
  • Imbal dari investasi properti sangat menarik. Tetapi investasi properti kurang likuid, artinya susah dan memerlukan waktu untuk menjualnya. Jumlah investasi awal yang diperlukan pun besar.

Ekuitas

Ekuitas mencakup saham dan termasuk saham lokal maupun saham luar negeri.

Saham melambangkan kepemilikan di dalam sebuah perusahaan. Jika seseorang memiliki saham sebesar 1% di sebuah perusahaan, maka kepemilikannya di dalam perusahaan itu adalah 1%. 

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

Simak juga:

Investor Institusional dan Investor Ritel, Apa Bedanya?

Finansial Lebih Baik Secara Otomatis, Coba 6 Aplikasi Keuangan Ini!

Inflasi Terendah dalam 3 Tahun, Ramadan Lalu Daya Beli Masyarakat Indonesia Turun

author-image

Redaksi

Bantu kami membangun aplikasi investasi yang sesuai untukmu

Unduh aplikasi Pluang di iOS atau Android dan bergabunglah bersama lebih dari 800.000+ orang yang telah merubah cara mereka berinvestasi.

google-play apple-store