Mengenal Efek Compounding atau Bunga Majemuk

Investing 101

Jul 16, 2020

Dalam investasi, seringkali disebutkan bunga tunggal dan bunga majemuk. Bunga majemuk adalah memungkinkan kamu untuk mendapatkan imbal dari akumulasi bunga dan pokok investasi kamu. Simak yuk ulasannya di bawah ini!

Di serial #CerdasCuan ini, topik yang akan kamu pelajari adalah:

Perbedaan antara bunga tunggal dan bunga majemuk

Suku Bunga dan Imbal Hasil

  • Imbal hasil yang kamu dapatkan ketika berinvestasi biasanya dinyatakan dalam persentase
  • Persentase ini dibagi menjadi:
    • Bunga tunggal: dihitung berdasarkan jumlah pokok
    • Bunga majemuk: dihitung berdasarkan jumlah pokok DAN akumulasi bunga
  • Imbal dari bunga majemuk ini lebih bermanfaat bagi investor karena tingkat bunga dihitung berdasarkan peningkatan jumlah.

Bunga Tunggal (Simple Interest)

Jumlah bunga yang didapatkan adalah berdasarkan pada jumlah pokok yang tetap.

Misalnya: deposito berjangka, dengan bunga 5% yang jatuh tempo dalam 1 bulan.

Contoh:

Investasi ini memberikan tingkat bunga tahunan sebesar 5% untuk 3 tahun ke depan. Misalnya, jumlah investasi adalah Rp.10.000.000.

Simple Interest = P x r x n
Di mana:
P = Principal Amount (Pokok)
r = Annual Interest Rate (Suku bunga tahunan)
n = terms in years (Waktu)
  • Pada tahun ke-1, investor mendapat 5% dari Rp10.000.000. = Rp500.000
  • Di tahun ke-2, investor mendapat 5% dari Rp10.000.000. = Rp500.000 (pokok dan bunga tidak berubah)
  • Pada tahun ke-3, investor juga mendapatkan Rp500.000 (pokok dan bunga tidak berubah)
Tahun Pokok Imbal
1 10.000.000 500.000
2 10.000.000 500.000
3 10.000.000 500.000
Total 1.500.000

Jadi, selama 3 tahun, investor mendapat  Rp.1.500.000 sebagai total bunga dari investasi sejumlah Rp10.000.000.

Sebuah cara yang lebih cepat untuk menghitung total imbal dari bunga sederhana adalah Rp10.000.000 x 5% x 3 = Rp.1.500.000

Bunga Majemuk (Compound Interest)

Bunga majemuk dihitung berdasarkan bunga pokok dan akumulasi.

Contoh:

Sebuah investasi memberikan tingkat bunga tahunan sebesar 5% untuk 3 tahun ke depan. Jumlah investasi adalah Rp.10.000.000

Compound Interest = P x (1+r)^t  –  P
Di mana:
P = Principal Amount (Pokok)
r = Annual Interest Rate (Suku bunga tahunan)
t = no. of years interest is applied (Jumlah tahun untuk bunga)
  • Pada tahun ke-1, investor mendapat 5% dari Rp10.000.000 = Rp500.000
    • Bunga sebesar Rp500.000 ini ditambahkan ke pokok asli (Rp10.000.000) sehingga bunga berikutnya dihitung berdasarkan pada angka Rp10.500.000.
  • Pada tahun ke-2, investor mendapat 5% dari Rp10.500.000 = Rp525.000
    • Bunga berikutnya akan dihitung berdasarkan:
      • Rp10.000.000 (pokok) + Rp500.000 (bunga tahun 1) + Rp525.000 (bunga tahun 2) = Rp11.025.000
  • Pada tahun ke-3, investor mendapat 5% dari Rp11.025.000 = Rp551.250
Tahun Pokok Imbal
1 10.000.000 500.000
2 10.500.000 525.000
3 11.025.000 551.250
Total 1.576.250

Jadi, selama 3 tahun, investor mendapatkan Rp1.576.250 sebagai total bunga dari investasi sejumlah Rp10.000.000.

Bunga Tunggal vs Bunga Majemuk

Karena bunga majemuk setara dengan mendapatkan bunga berdasarkan hasil akumulasi, total bunga pada akhir tahun ke-3 akan menjadi lebih tinggi dari jumlah total dari bunga sederhana sebanyak Rp76.250.

Perbedaan sejumlah ini Rp76.250. akan meningkat dari waktu ke waktu.

Perbedaan dari imbal Simple Interest dan Compound Interest akan semakin besar seiring berjalannya waktu.

Setelah 5 tahun, bunga majemuk akan mendapatkan bunga lebih tinggi dibandingkan bunga sebanyak Rp263.000. Setelah 20 tahun, imbal dari compounding akan lebih tinggi daripada imbal bunga tunggal sebanyak Rp6.533.000. Perbedaan yang cukup signifikan bukan?

Aturan 72

Ini adalah rumus cepat untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan bagi kamu untuk menggandakan uang kamu ketika diinvestasikan dalam sebuah aset yang menghasilkan bunga compounding

Waktu untuk menggandakannya = 72 / bunga compounding per periode

Jika hasil investasi adalah 5% per tahun, maka akan memakan waktu 72/4 = 14,4 tahun untuk melipatgandakan investasi awal / pokok

Waktu terbaik untuk berinvestasi

Waktu terbaik untuk mulai berinvestasi adalah hari ini. Ini karena jika kamu menunda investasimu satu tahun, artinya kamu juga menunda pengembalian kamu satu tahun dan kamu kehilangan satu tahun compounding. Ini akan memiliki efek domino seiring berjalannya waktu, seperti yang ditunjukkan sebelumnya.

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

Simak juga:

Mengenal Compound Interest, Konsep Bunga Lipat Ganda dalam Investasi

Apa Itu Compound Interest?