Warren Buffett Investasi di Barrick Gold, Harga Emas Naik!

Kabar blog-image

Oct 13, 2020

Warren Buffett belum lama ini memborong saham perusahaan tambang emas kedua terbesar di dunia, Barrick Gold Corp. Hal itu mendongkrak harga emas, sekaligus memangkas penurunan tajam harga emas pada 2 bulan lalu.

Chairman NovaGold Thomas Kaplan mengatakan investasi mengejutkan Warren Buffett pada Barrick Gold telah memberi investor lampu hijau untuk membeli logam mulia. Menurutnya, Warren Buffett “secara efektif mendetoksifikasi emas” ketika konglomerat Berkshire Hathaway ini mengungkapkan kepemilikan saham senilai US$564 juta di perusahaan emas itu pada Agustus

“Dia membuatnya menjadi aman bagi siapa pun yang tertarik dengan emas untuk melihat investasi emas.” tambah Kaplan seperti dilansir dari Business Insider.

Baca juga: Investasi ala Warren Buffett: Cara Terbaik Kelola Kekayaan

Barrick dan NovaGold adalah pemilik masing-masing 50-50 persen saham pada proyek Donlin Gold di Alaska. Hal itu menjadikan Kaplan penerima utama dari investasi Buffett untuk kedua kalinya.

Sebelumnya, Warren Buffett mengungkapkan pembeliannya atas 130 juta ons perak pada Februari 1998. Ia melegitimasi logam tersebut sebagai investasi sesaat sebelum Kaplan mengambil alih perusahaan tambang peraknya ke publik.

Thomas Kaplan secara pribadi berterima kasih kepada investor pada jamuan makan malam beberapa tahun kemudian. Investasi Berkshire di Barrick Gold tidak terduga karena Buffett sebelumnya menganggap investasi emas sebagai investasi yang lebih buruk daripada bisnis, pertanian, dan aset produktif lainnya.

Dalam surat pemegang saham tahun 2011, Warren Buffett sempat menyatakan bahwa emas atau logam mulia “tidak banyak gunanya atau tidak menghasilkan apa-apa”.

Baca: Psst.. Ini 5 Rahasia Sukses Warren Buffettt, Tokoh Investasi Paling Sukses di Dunia

Apa Alasan Warren Buffett dan Para Investor Beralih ke Emas?

Pada NovaGold, Kaplan mencantumkan beberapa alasan. Mengapa investor seperti Warren Buffett, Ray Dalio, dan Leon Cooperman yang mengungkapkan minggu ini bahwa dia membeli emas untuk pertama kalinya bulan lalu. Ia menilai mungkin investor lainnya akan berbondong-bondong beralih ke logam.

Menurutnya, beberapa investor berusaha untuk mendiversifikasi portofolio mereka. Mereka menemukan tempat berlindung di pasar yang tidak aman, dan melindungi nilai dolar AS yang lebih lemah. Selain itu, mereka mempersiapkan diri dari inflasi karena pengeluaran pemerintah atau deflasi karena perlambatan ekonomi global.

Sementara yang lain ingin melepaskan diri dari uang tunai dan obligasi dalam menghadapi tingkat suku bunga terendah. Memotong eksposur mereka terhadap kebangkrutan perusahaan dan gagal bayar pinjaman dan memanfaatkan permintaan pasar berkembang yang kuat.

Suplai emas juga dinilai mendukung harga yang lebih tinggi. Lebih lanjut, penemuan tambang emas yang lebih sedikit, naiknya biaya produksi, persediaan menyusut, dan risiko yurisdiksi menciptakan “badai investasi emas yang sempurna”.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di Google Play Store atau App Store untuk membeli emas digital dan S&P 500 index futures dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun.

Untuk produk investasi emas, kamu bisa menarik emas fisik dalam bentuk logam mulia Antam. Dengan kadar 999,9 mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi dalam kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS seperti Apple, Facebook, Netflix, Nike, dan lainnya.

Investasi kamu aman karena disimpan dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (BUMN). Produk investasi di Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah berlisensi dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Segera download Pluang dan nikmati keuntungannya!

Bantu kami membangun aplikasi investasi yang sesuai untukmu

Unduh aplikasi Pluang di iOS atau Android dan bergabunglah bersama lebih dari 800.000+ orang yang telah merubah cara mereka berinvestasi.

google-play apple-store