Panik Wabah Corona, Rupiah Melemah 0,3% & 40 Saham LQ45 Masuk Zona Merah

Nasional

Feb 10, 2020

Dampak ekonomi wabah coronavirus semakin terasa di tengah pasar global dan ini berimbas pula ke pasar keuangan Indonesia.

Dalam sepekan terakhir hingga Kamis (6/2), para investor menarik modal asing keluar dari Indonesia hingga Rp11 triliun.

Meski begitu, secara tahun berjalan alias year to date (ytd) Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menyebutkan bahwa BI masih mencatat adanya aliran modal asing yang masuk.

wabah coronavirus

Di tengah wabah coronavirus dan dampak ekonominya yang kian nyata secara global, Dody optimis investor asing masih menaruh kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Sekitar Rp400 M masuk melalui lelang obligasi pemerintah, Surat Berharga Nasional (SBN). Bersamaan dengan itu, Japan Credit Rating (JCR) menaikkan peringkat utang Indonesia.

Dengan predikat peningkatan kinerja ini, BI masih akan memberikan kebijakan yang akomodatif, tidak hanya dalam hal suku bunga. Tetapi juga dalam aspek likuiditas, demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca juga: Perkara Wabah Coronavirus, Jack Ma Gelontorkan Dana Bantuan Sebesar Rp201,6 Miliar

Wabah coronavirus berdampak ke ekonomi global, kurs rupiah melemah

dampak ekonomi

Pada perdagangan Senin (10/2), pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih berlanjut. Ini terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran akan penyebaran wabah coronavirus.

Data Bloomberg menunjukkan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka di level Rp13.690 per USD dan mengalami pelemahan 15 poin, atau sekitar 0,11 persen.

Pada penutupan perdagangan Jumat (7/2), nilai tukar rupiah berakhir di level Rp13.675 per USD, dengan pelemahan 40 poin atau 0,29 persen. Ini merupakan pelemahan pertama dalam empat hari perdagangan beruntun sejak 4 Februari.

Sementara itu, daya tarik aset investasi aman (safe haven) seperti emas justru menanjak. Sebaliknya, aset berisiko seperti saham melorot pada perdagangan awal pekan ini sebagai dampak ekonomi wabah coronavirus.

Bersama rupiah, mayoritas mata uang lainnya di Asia melemah terhadap USD pada Senin (10/2) pagi. Won Korea Selatan dan ringgit Malaysia masing-masing melemah 0,38% dan 0,22%.

“Virus tampaknya berlangsung lebih lama, menginfeksi lebih banyak orang dan dampak negatifnya terhadap pertumbuhan akan lebih lama,” ujar Diana Mousina, ekonom AMP Capital Investors Ltd. di Sydney.

Baca juga: IHSG Anjlok 4,87% Lantaran Wabah Corona, Coba 4 Opsi Alternatif Investasi Ini

IHSG melemah, 40 saham LQ45 masuk ke zona merah

wabah coronavirus

Sebanyak 40 dari 45 saham dalam daftar indeks saham terlikuid (LQ45) di Bursa Efek Indonesia terkoreksi ke zona merah. Sementara IHSG melemah hampir 1%.

Data perdagangan saham BEI menunjukkan 40 saham terkoreksi, 2 saham stagnan, dan 3 saham mengalami penguatan.

Kinerja IHSG ini sejalan dengan seluruh bursa saham utama kawasan Asia yang juga sedang melaju di zona merah. Indeks Nikkei jatuh 0,37%, indeks Shanghai 0,24%, indeks Hang Seng 0,94%, indeks Strait Times 0,56%, dan indeks Kospi turun hingga 0,79%.

Meluasnya wabah coronavirus menjadi faktor yang menekan kinerja bursa saham Asia ini. Riset dari Standard & Poor’s (S&P) menyebutkan coronavirus akan memangkas pertumbuhan ekonomi negeri Tirai Bambu ini hingga 1,2%.

Sebelumnya, perkiraan pertumbuhan ekonomi China berada di level 6%, dengan adanya wabah coronavirus ini, dampak ekonominya, pertumbuhan akan terpangkas menjadi 4,8% saja.

Pada 2019, perekonomian China tercatat tumbuh 6,1%, melambat signifikan daripada sebelumnya, 6,6% pada 2018.

Hingga saat ini (10/2), korban jiwa di China tercatat 904 orang, bertambah sebanyak 93 orang sejak Minggu (9/2). Sementara korban jiwa di luar China, yakni di Filipina dan Hong Kong masing-masing sebanyak 1 orang.

Sekitar 39.800 kasus infeksi dilaporkan di seluruh China dengan 2.618 kasus baru terjadi di Provinsi Hubei, pusat munculnya wabah pada Desember lalu. Angka ini melampaui jumlah kematian yang diakibatkan oleh SARS atau MERS.

Pemerintah China akan mengalokasikan setidaknya USD 10,26 M untuk mengendalikan wabah (sekitar Rp143 T) untuk mengendalikan wabah coronavirus dan mencari pasokan medis dari negara lain.

“Pada jam 6 sore, 8 Februari, 21,55 M yuan dana telah dihabiskan,” kata Menteri Keuangan Liu Kun pada telekonferensi nasional.

Sumber: Kontan, Bisnis.com, CNBC Indonesia, CNBC Indonesia

Simak juga:

Psst.. Ini 5 Rahasia Sukses Warren Buffett, Tokoh Investasi Paling Sukses di Dunia

Laundromat, Film Netflix yang Bongkar Pengaruh Panama Papers pada Hidup Orang Kaya

Mencoba Peruntungan di 7 Negara dengan Gaji Tertinggi di Dunia, Minat?

Ada Nggak Sih Pajak Penjualan Emas Batangan dan Bagaimana Perhitungannya?

Berpenghasilan Lebih Besar dari Laki-laki, Ini Caranya Jadi Wanita Karier Sukses!