Pensiun dengan Tenang, Kapan Idealnya Bikin Surat Ahli Waris?

Serba-serbi

Jul 21, 2020

Surat kuasa ahli waris sering dipandang sebagai sesuatu yang tidak urgent. Padahal, surat pernyataan ahli waris bisa melindungi aset serta warisan lain setelah kematian.

Menurut sebuah survei dari Rocket Lawyer pada tahun 2015, menyebutkan ada sekitar dua per tiga orang Amerika tidak memiliki surat kuasa ahli waris.

Hanya sekitar 30% orang AS yang berusia 45-54 tahun yang memiliki surat wasiat. Angka lebih tinggi yang memiliki surat wasiat, yakni 46%, adalah usia 55-64 tahun.

surat kuasa ahli waris

Surat kuasa ahli waris menjadi tidak terlalu relevan jika kalian menganggap aset cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Keadaan akan berbeda bagi mereka yang memiliki aset dan wasiat. Mereka akan cenderung memikirkan surat pernyataan ahli waris lebih dini. 

Faktor kekerabatan juga berperang penting dalam pemikiran surat kuasa ahli waris.

Memiliki kerabat dekat, orang tua, atau saudara kandung yang memiliki hak secara hukum sebagai penerima warisan bisa menjadi pertimbangan lain. Kalian bisa meninggal tanpa membuat surat pernyataan ahli waris.

Baca juga: Investasi Emas Non-Fisik dalam Bentuk Emas ETF vs Emas Berjangka, Apa Bedanya?

Kapan dan haruskah memikirkan surat kuasa ahli waris?

surat pernyataan ahli waris

Kapankah kita bisa mulai membuat surat kuasa ahli waris? Beberapa negara bagian Amerika Serikat mengizinkan mereka yang sudah berumur 18 tahun ke atas untuk menulis surat wasiat yang terikat secara hukum. Tentu saja, ada beberapa aturan pengecualian untuk mereka.

Sedangkan pertanyaan kedua, haruskah kita memikirkan surat kuasa ahli waris, akan lebih rumit untuk dijawab? Tidak seperti usaha lainnya dalam hidup, yang bisa mencoba dan gagal, manusia akan memilih untuk tidak meninggal.

Usia muda tidak menjadi alasan untuk menghindari perihal ini. Ada beberapa faktor dan kondisi yang membuat orang-orang muda harus menulis surat wasiat.

Warisan menjadi isu penting dalam surat ahli waris. Selain berupa harta, warisan bisa berupa benda hidup dan mati, seperti hewan peliharaan. Sekarang ini, warisan digital juga perlu diperhatikan. Misalnya kalian ingin mengatakan sesuatu tentang foto digital dan bagaimana akun media sosial kalian dikelola setelah kematian.

Surat kuasa ahli waris menjadi semakin penting jika kalian memiliki anak. Kebutuhan untuk memastikan kesejahteraan dan keberlangsungan hidup si kecil menjadi hal yang penting. Apalagi jika memiliki penyakit, maka memikirkan surat kuasa ahli waris penting untuk dipikirkan sejak dini.

Jika kalian tidak memiliki surat wasiat, harta warisan yang ada akan berakhir dalam “suksesi tak disengaja” (intestate succession). Artinya harta warisan akan dibagi berdasarkan hukum negara tempat kalian tinggal. Di Indonesia, hukum warisan ini diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUH Perdata).

Baca juga: Investasi Emas atau Saham dalam Situasi Sekarang?

Empat hal yang perlu dilakukan sebelum membuat surat kuasa ahli waris

Membuat surat kuasa ahli waris bisa dilakukan dengan cara menyewa pengacara maupun membuat sendiri. Hal ini tergantung dengan situasi dan kondisi orang. Namun, ada beberapa orang yang lebih memilih membuat surat wasiat sendiri.

Alasannya, bisa memberi kesempatan penerima manfaat untuk memberikan argumen atau pun bertarung terhadap isi surat tersebut. Berikut empat hal yang perlu dilakukan sebelum membuat surat wasiat secara mandiri.

#1 Pahami aturan hukum yang berlaku

Jika ingin membuat surat wasiat secara mandiri, maka wajib hukumnya untuk mencari tahu aturan surat kuasa ahli waris yang berlaku.

Aturan setiap negara-negara berbeda dan bisa saja unik. Misalnya tentang aturan yang menyatakan bahwa surat wasiat yang ditulis tangan tidak memerlukan sanksi. Ketentuan ini bisa saja berbeda di tempat lain.

#2 Tunjuk penerima secara jelas

Surat wasiat mungkin saja tidak mencakup semua aset kalian. Dan banyak orang yang berpikir salah kaprah seperti itu. Sehingga, menjelaskan dan menetapkan banyaknya penerima manfaat dari wasiat sangat penting.

Kalian juga bisa menetapkan transfer-on-death atau payable-on-death untuk mekanisme checking, tabungan, dan akun pasar saham, serta sertifikat deposito dan obligasi yang ada.

#3 Uraikan hal sedetail mungkin

Setelah kalian mengurus formulir penerima dan memeriksa hukum yang berlaku, tuliskan niatan kalian.

Beberapa prinsip yang harus tercantum adalah gunakan Bahasa yang tepat, tuliskan sespesifik mungkin; cantumkan nama kuasa yang kalian percayai dan jelaskan di mana bisa menemukan surat wasiat kalian; tunjuk seorang penjaga untuk anak kalian; terakhir, sebutkan kemungkinan-kemungkinan yang ada.

#4 Diskusi dengan pengacara jika memungkinkan

Surat wasiat yang dibuat sendiri memang sudah cukup. Namun, memiliki pendapat dari seorang pengacara yang kompeten dibidangnya bisa memperkuat sekaligus melindungi hak-hak ahli waris yang sudah dituliskan.

Terlebih lagi jika si penerima manfaat tidak tercantum dalam hukum yang berlaku.

Sumber: Money, Wealth Simple

Simak juga:

Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!