Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!

Oct 17, 2019

Memasuki usia dengan penghasilan sendiri, dan masih tidak terlalu banyak tanggungan, dan mulai merasa perlu punya strategi investasi?

Karena, uang kalau hanya ditabung tentu tidak akan mampu mengalahkan laju inflasi. Demi kebebasan finansial di masa depan dan mengamankan hari tua, yuk pikirkan strategi investasi berikut ini:

Strategi Investasi Saham untuk Pemula, Apa Saja yang Perlu Kamu Ketahui?

Memulai investasi

Lima jenis investasi populer dan menguntungkan di Indonesia di antaranya deposito berjangka, emas atau logam mulia, properti, saham, dan peer-to-peer lending. Emas adalah investasi yang paling aman dengan harga yang stabil meningkat.

Baca juga: Investasi Emas atau Saham dalam Situasi Sekarang?

Sebelumnya, risiko berinvestasi emas adalah soal ruang penyimpanan, tapi sekarang sudah ada strategi investasi aman untuk memiliki emas dengan hanya membelinya lewat aplikasi.

Selain emas, jenis investasi yang paling disarankan adalah saham dan reksadana. Harga kedua jenis produk keuangan ini relatif terjangkau.

Hingga saat ini, saham menawarkan rata-rata keuntungan investasi yang menjanjikan, asalkan kamu memilih perusahaan yang tepat untuk pembelian lot lembar sahamnya.

Istilah-istilah di dunia investasi

Dalam investasi produk saham atau produk komoditas berjangka, umumnya ada tiga jenis pelaku, yakni pialang (biasanya dikenal sebagai perusahaan pialang yang menawarkan komoditas berjangka) juga sekuritas (untuk jual beli efek), wakil pialang (ada wakil pialang saham dan wakil pialang berjangka), dan nasabah.

Sebagai nasabah, selayaknya menabung di bank, kamu umumnya perlu membuka rekening. Untuk saham, kamu bisa membeli rekening saham di beberapa sekuritas, yang umumnya terafiliasi ke bank tertentu juga.

Begitu juga untuk komoditas berjangka, ada wakil pialang yang dapat membantumu sebagai nasabah untuk melakukan pembelian komoditas berjangka (emas, reksadana, dll).

Berikutnya, hal yang kamu perlu tahu dari investasi adalah kapan saatnya membeli dan menjual. Yang paling ideal, tentunya adalah membeli di saat harga jatuh dan menjualnya kembali ketika harga melonjak tinggi.

Membuat investasi pertamamu

Sudah punya rekening saham, tapi belum tahu bagaimana strategi investasi terbaik untuk mendapatkan lot saham perusahaan yang paling menjanjikan?

Setelah menjadi nasabah dan memiliki rekening saham, strategi investasi berikutnya adalah kamu perlu mempelajari berbagai jenis keuntungan, dua jenisnya adalah capital gain dan pembagian dividen.

Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih harga pembelian dan penjualan saham, sementara dividen adalah keuntungan yang dibagikan perusahaan kepada pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing.

Dari patokan nilai saham tersebut, kamu bisa memikirkan besaran deposit yang dapat ditujukan untuk rekening sahammu. Perlu diingat, investasi saham memang punya potensi keuntungan yang tinggi, tapi begitu pula kerugiannya. Untuk deposit, kamu harus tegas menentukan jumlah yang ditujukan bagi lot saham yang hendak dibeli.

Baca juga: Tujuh Tips Keuangan untuk Milenial

Merencanakan jangka panjang

Strategi investasi memang bukan hanya soal menjaga danamu dan membuatnya berlipat (alias memperoleh efek compounding dari dana yang kamu investasikan), tapi juga memastikan investasi itu aman dan menemukan strategi untuk mengawasinya sepanjang waktu.

Mengawasi berbagai jenis investasi tentu makan waktu. Kamu perlu rutin mengikuti berita ekonomi, berita emiten (perusahaan yang sahamnya kamu beli), analisis fundamental, diversifikasi saham, ataupun mengecek grafik pergerakan saham (analisis teknikal).

Karena itu, sebenarnya kamu bisa mengatur apakah investasimu itu akan kamu kelola sendiri, atau kamu akan menunjuk penasihat keuangan untuk membantu mengelolanya.

Penasihat keuangan ini bisa memberimu informasi tentang waktu-waktu terbaik pembelian produk keuangan tertentu ataupun bagaimana mengecek nilai produk itu.

Strategi investasi terbaik yang disarankan umumnya adalah dengan melakukan diversifikasi bidang perusahaan yang sahamnya hendak dibeli. Ini membantu untuk menjaga nilai investasi apabila sektor perusahaan tertentu terpuruk.

Beberapa perusahaan dengan closing price yang cukup tinggi di Indonesia melingkupi berbagai sektor berbeda: batu bara, pertanian, perbankan, pangan, mineral dan gas, dll.

Apabila sektor tertentu sedang terpuruk, dan sektor lainnya naik, diversifikasi portofolio adalah strategi investasi terbaik untuk memastikan nilai saham di rekeningmu seimbang.

Selanjutnya…

Mengapa tidak mencoba tantangan baru? Membeli saham perusahaan asing, misalnya. Membeli saham perusahaan dalam negeri barangkali lebih mudah karena kita sudah terbiasa mengawasi performa perusahaan yang hendak kita beli sahamnya.

Sementara, untuk membeli saham perusahaan luar negeri, selain kinerja perusahaan tersebut, kita perlu juga memahami fluktuasi mata uang negara kita dan negara di mana perusahaan yang sahamnya kita beli.

Selain investasi saham, kamu juga bisa mulai cek cara-cara investasi emas di Pluang.

Simak juga:

Tujuh Langkah Mencapai Kebebasan Finansial

Niat Jadi Kolektor Lukisan Pemula? Ketahui Dulu Risiko Investasinya di Sini!

Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!