Investasi Lebih Aman, Ketahui Cara Mengelola 7 Risiko Investasi Ini

Apr 24, 2020

Sebagian besar investor pemula menemukan harga saham yang mereka beli cenderung turun beberapa saat setelah membeli. Itu salah satu risiko investasi yang umum terjadi. Karena itu, hindari kehilangan lebih banyak dana dengan tahu cara meminimalisir resiko investasi.

Risiko investasi ini bisa diartikan sebagai kenyataan yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Tentu, setiap jenis investasi memiliki risiko tersendiri.

risiko investasi

Dalam investasi saham, ada istilah high risk, high return untuk menjelaskan tingginya risiko investasi saham. Dengan mengetahui cara meminimalisir resiko investasi, tentu kamu akan memperoleh imbal hasil lebih besar.

Yang perlu kamu pahami sebagai investor adalah bahwa akan selalu ada risiko dalam berinvestasi. Jadi, kamu perlu tahu apa saja jenis risiko investasi itu untuk memeperoleh solusi.

Berikut ini 7 risiko investasi yang jamak ditemukan dalam berinvestasi, beserta cara meminimalisir risiko tersebut.

Baca juga: 4 Produk Investasi Ini Ternyata Bisa Atasi Inflasi, Apa Saja?

Ketahui 7 risiko investasi yang jamak dialami oleh investor

cara meminimalisir resiko investasi

#1 Risiko suku bunga

Risiko ini timbul karena terjadi perubahan suku bunga di pasaran sehingga mempengaruhi pendapatan investasi. Secara umum, ketika suku bunga meningkat, harga obligasi berbunga tetap akan turun, demikian juga sebaliknya.

Risiko suku bunga ini umumnya diukur dengan jangka waktu obligasi. Suku bunga obligasi pada umumnya 8-10%, sementara pemerintah mengeluarkan Sukuk Ritel yang memiliki suku bunga hingga 12%.

#2 Risiko inflasi

Juga disebut sebagai risiko daya beli, risiko inflasi terkait nilai investasi yang tidak akan lagi sama di masa mendatang karena perubahan daya beli akibat inflasi.

Risiko inflasi berpotensi merugikan daya beli masyarakat terhadap investasi karena adanya kenaikan rata-rata dari harga konsumsi. Risiko ini diambil oleh investor saat memegang uang tunai atau berinvestasi dalam aset yang terkait dengan inflasi.

#3 Risiko pasar

Risiko ini terjadi lantaran fluktuasi atau naik turunnya Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang dikarenakan oleh perubahan sentimen pasar keuangan (seperti saham atau obligasi) yang sering disebut dengan risiko sistematik (systematic risk).

Artinya, penurunan harga aktiva terjadi karena pasar berpendapat bahwa aktiva tidak bernilai. Tidak adanya pihak yang berminat menukar aktiva kemungkinan disebabkan oleh kesulitan mempertemukan pihak-pihak pelaku pasar.

Risiko ini tidak bisa dihindari dan pasti akan dialami oleh investor. Faktor perubahan sentimen pasar keuangan ini terjadi lantaran beberapa faktor. Di antaranya resesi ekonomi, kerusuhan, hingga spekulasi atas perubahan politik.

Baca juga: Kenali Tujuan Investasimu, Lihat 4 Investasi Potensial untuk Pemula Ini

#4 Risiko likuiditas

Risiko ini terjadi akibat kesulitan persediaan uang tunai dalam jangka waktu tertentu. Jika suatu aset tidak bisa dikonversikan segera menjadi uang tunai, maka aset tersebut dikatakan tidak likuid.

Ini bisa terjadi ketika investor berusaha menjual asetnya tetapi tidak ada pihak lain di pasar yang berminat membelinya. Risiko investasi jenis ini berkaitan dengan percepatan dari sekuritas yang diterbitkan oleh pihak perusahaan yang bisa diperdagangkan di ranah pasar sekunder.

risiko investasi

#5 Risiko kurs atau risiko investasi terkait nilai tukar mata uang atau valas

Risiko valas umumnya dikenal sebagai currency risk atau exchange rate riski. Ini terjadi karena perubahan kurs valuta asing di pasaran yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, terutama saat dikonversikan dengan mata uang domestik.

Pada umumnya, risiko investasi jenis ini berkaitan dengan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain.

#6 Risiko investasi terkait negara

Terkait juga dengan risiko politik, situasi ini didasarkan pada kondisi perpolitikan negara. Risiko ini masih berkaitan dengan perubahan ketentuan perundang-undangan yang membuat pendapatan menurun.

Umumnya investor yang hendak menanamkan modal di luar negeri perlu melihat kondisi politik negara yang disasarnya. Jika kondisi politik baik, maka akan berdampak positif bagi dunia investasi.

#7 Risiko reinvestment

Risiko ini terjadi pada penghasilan dari suatu aset keuangan yang mengharuskan perusahaan untuk melakukan aktivitas re-invest.

Ketika hendak melakukan re-invest, perusahaan perlu memahami kegiatan re-invest yang disasarnya serta cara mengatur atau mengelola risiko investasi ini.

Setiap jenis investasi tentu menghadirkan risiko investasi tersendiri. Dengan pengetahuan terkait tujuh risiko investasi di atas, kamu mesti bijak menyiapkan cara meminimalisir resiko investasi.

Sumber: The Balance, Koinworks

Simak juga:

9 Rekomendasi Buku Keuangan Terbaik Ini Dijamin Bikin Kamu ‘Melek’ Finansial

Nadiem Makarim sebagai Menteri Termuda dengan Ide Segar, Ini 5 Menteri Muda Lain dari Seluruh Dunia

Investasi di Perfilman Indonesia dengan Patungan Rp10.000 Aja, Mau?

Bantu Atasi Defisit Anggaran, Iuran BPJS Alami Kenaikan 100%