Resesi Melanda, Tambah Penghasilan atau Kurangi Pengeluaran?

Serba-serbi blog-image

Nov 19, 2020

Pandemi Covid-19 belum hilang dari bumi Indonesia, siap-siap menyusul badai resesi ekonomi. Kebayang kan bagaimana pusingnya mengatur keuangan keluarga. Kalau begini bakalan ada pikiran: tambah penghasilan atau kurangi pengeluaran?

Virus corona sudah mewabah selama 7 bulan. Hampir seluruh kelompok masyarakat terkena dampaknya. Ada masyarakat yang di PHK dan kehilangan pendapatan, penghasilan berkurang drastis, bahkan yang punya gaji tetap pun merasakan efeknya.

Sementara biaya hidup terus berjalan. Termasuk cicilan utang jatuh tempo. Keuangan keluarga betul-betul terganggu. Pantas saja banyak kasus perceraian gegara masalah keuangan di tengah pandemi.

Dalam situasi dan kondisi seperti sekarang ini, kamu dapat memilih salah satu cara untuk menyelamatkan keuangan keluarga. Menaikkan pendapatan atau memperkecil pengeluaran.

Baca juga: Apa Itu Resesi?

Pandemi dan resesi memunculkan masalah keuangan, antara lain:

  • Pendapatan berhenti atau berkurang
  • Biaya hidup terus berjalan
  • Muncul biaya tambahan tidak terduga (#dirumahaja) membuat pengeluaran membengkak
  • Tabungan dan investasi terkuras karena tidak ada dana darurat
  • Cicilan utang jatuh tempo dan harus dibayar
  • Harga kebutuhan pokok semakin mahal
  • Biaya sekolah anak tetap harus dibayar.

Jika Terjadi Resesi, Menaikkan Pendapatan atau Mengurangi Pengeluaran?

Kalau keuangan masih sehat, aman-aman saja. Tetapi bagaimana jika sudah sakit. Ada dua cara yang bisa dipilih untuk menyehatkan kembali keuangan tersebut.

1. Menaikkan Pendapatan

Jika memilih cara ini, Anda harus jeli melihat peluang untuk menambah atau mengganti pendapatan yang hilang. Caranya melakukan perubahan atau adaptasi, misalnya Anda pintar memasak, kemudian bisnis kuliner open pre order sehingga meminimalisir kerugian, pandai menjahit membuat masker dan dijual online.

Mencari pekerjaan sampingan sebagai agen asuransi, open jastip, SPG, atau pekerjaan lain yang menjual keterampilan dan keahlianmu, seperti fotografer, freelancer menulis, desain grafis, mengajar, dan sebagainya.

Kamu juga bisa menyewakan mobil atau motor lalu memperoleh pendapatan pasif. Ini yang dinamakan barang bekerja buatmu. Jadi sambil tidur pun, uang mengalir ke kantong.

Ingat, semua orang dilahirkan untuk kaya dan sukses. Sayangnya banyak orang tidak sadar dengan potensi di dalam diri masing-masing. Sehingga membuatnya hanya pasrah pada keadaan. Tidak ada usaha untuk berkembang.

Baca juga: Jangan Panik, Ini 9 Cara Positif Atasi Resesi Ekonomi Akibat COVID-19

2. Memangkas Pengeluaran

Kalau merasa sudah mentok, ‘duh segala cara sudah dicoba untuk memperbesar pemasukan. Tapi tetap saja cuma segini hasilnya.’ Maka jalan lain untuk menstabilkan lagi kondisi keuangan adalah memperkecil pengeluaran.

Kamu dapat mulai membuat anggaran, mencatat pengeluaran, lalu evaluasi anggaran. Jangan biarkan uang dibiarkan mengalir seperti air tanpa ada catatan pengeluaran. Kamu tidak akan bisa tahu kebiasaan belanja setiap bulan.

Dengan membuat catatan belanja, Anda akan tahu ke mana saja uang dipakai. Dan memangkas pengeluaran tidak penting atau masih bisa ditunda.

Cara mengatur pengeluaran saat gajian atau pendapatan masuk:

1. Bedakan pengeluaran menjadi tiga, yakni: wajib (pengeluaran prioritas yang harus dibayar karena kewajiban), kebutuhan (pengeluaran untuk menunjang aktivitas sehari-hari), dan keinginan (pengeluaran yang tidak harus segera terpenuhi).

Baca juga: Warga Minim Spending, Relaksasi PSBB Belum Signifikan Hadapi Resesi

2. Bagi alokasi anggaran untuk pengeluaran berdasarkan 4 sifat:

  • Penting dibelanjakan: kebutuhan pokok, bayar cicilan utang, dana darurat
  • Direncanakan: asuransi jiwa dan kesehatan, liburan keluarha, beli rumah atau kendaraan, dana pensiun
  • Disingkirkan: belanja konsumtif, teknologi atau gadget kekinian, liburan dadakan, jajan atau ngemil
  • Ditunda: belanja tiba-tiba karena sale, atau makan di restoran, juga spekulasi saham karena timing.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di Google Play Store atau App Store untuk membeli emas digital dan S&P 500 index futures dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun.

Untuk produk investasi emas, kamu bisa menarik emas fisik dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999,9 mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi dalam kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS seperti Apple, Facebook, Netflix, Nike, dan lainnya.

Investasi kamu aman karena disimpan dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (BUMN). Produk investasi di Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah berlisensi dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Segera download Pluang dan nikmati keuntungannya!

Baca juga:

Bantu kami membangun aplikasi investasi yang sesuai untukmu

Unduh aplikasi Pluang di iOS atau Android dan bergabunglah bersama lebih dari 800.000+ orang yang telah merubah cara mereka berinvestasi.

google-play apple-store