Jangan Panik, Ini 9 Cara Positif Atasi Resesi Ekonomi Akibat COVID-19

Uang

May 05, 2020

Resesi adalah salah satu efek yang ditakutkan para ekonom sebagai dampak penyebaran COVID-19. Lantas, bagaimana cara kita mengatasi resesi ekonomi?

CNBC International (22/04) memberitakan jika Korea Selatan mengalami resesi ekonomi sebagai dampak dari virus korona. Sebelumnya, ada Iran yang mengajukan pinjamkan ke International Monetary Fund (IMF) guna memerangi korona.

resesi adalah

Resesi adalah sesuatu yang sangat mungkin terjadi akibat wabah korona, terang Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani. Pemerintah pun bergerak cepat dengan memformulasikan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) sebagai cara mengatasi resesi ekonomi.

Pemerintah telah mengeluarkan Perppu tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan per 31 Maret 2020 lalu. Selain memprioritaskan bidang kesehatan jaminan sosial, perppu tersebut mengatur kebijakan moneter dan sektor keuangan supaya bisa menopang stabilitas perekonomian nasional. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan beberapa paket program penanganan korona yang siap diimplementasikan.

Resesi adalah sesuai yang mungkin terjadi. Tugas kita sebagai warga negara adalah membentengi diri dengan mengetahui cara mengatasi resesi ekonomi. Simak tips di bawah ini, ya!

Baca juga: Tetap Tenang di tengah Fluktuasi Pasar Akibat COVID-19, Ini 3 Triknya

Apa itu resesi ekonomi?

cara mengatasi resesi ekonomi

Jika kalian rutin mengikuti berita, maka kata resesi pasti sudah tidak asing lagi. Faktanya, sudah ada banyak resesi yang terjadi sejak 1945.

Resesi adalah keadaan di mana sebuah perekonomian sebuah negara mengalami penurunan selama dua kuartal secara berturut-turut atau selama satu tahun. Seperti efek domino, resesi bisa menyebar ke negara-negara lain.

Resesi bisa terjadi pada negara mana saja, termasuk negara kaya, seperti Amerika dan Cina. Di Amerika sendiri, resesi terakhir yang berakhir pada 1 Juli tahun 2019 lalu telah berlangsung selama 121 bulan.

Salah satu bentuk resesi adalah penurunan nilai mata uang, seperti yang terjadi di Venezuela pada 2019. Tidak hanya mematikan ekonomi, resesi juga menyebabkan perubahan cara hidup. Orang Venezuela kembali ke cara kuno dengan melakukan barter. Hal ini dilakukan karena nilai mata uang mereka tidak berarti sedangkan harga kebutuhan pokok menjadi tidak masuk akal.

Selain itu, resesi bisa juga berarti dengan penurunan ekonomi. Kita bisa melihat kasusnya Meksiko yang mengalami penurunan ekonomi sebesar 0,3 persen.

Penyebab resesi pun bisa bermacam-macam, baik dari dalam dan luar negara tersebut. Ekonomi Turki terjerembab sebagai akibat dari polemik politik di Hong Kong yang menyebabkan resesi di wilayah tersebut.

Jangan panik! Simak tips di bawah ini sebagai cara menghadapi kemungkinan terburuk resesi ekonomi.

Baca juga: Dibayangi Covid-19, Bagaimana Nasib Fluktuasi Pasar Obligasi di Indonesia?

9 cara positif mengatasi resesi ekonomi

kakeibo
happy asian chinese house woman dreaming and recording writing her savings from piggy bank money tower sitting on sofa in the living room at home. indoors interior and domestic housework.

Dengan perkembangan teknologi, kita bisa mengetahui bagaimana dan alasan apa yang menyebabkan resesi. Namun, kita tidak tahu bagaimana dan sejauh apa resesi memengaruhi kehidupan seseorang.

Ada sembilan strategi yang dapat kalian aplikasikan untuk menghadapi masa resesi.

#1 Siapkan dana darurat kalian

Kalian bisa meningkatkan intensitas menabung dana darurat di masa resesi. Atau meningkatkan jumlahnya, misalnya dari awal yang hanya tiga bulan biaya hidup, menjadi enam bulan. Percayalah, strategi akan menyelamatkan kalian pada saat krisis.

#2 Lunasi segera utang

Memiliki rencana utang dalam jangka panjang bukan pilihan bijak dalam resesi. Misalnya kalian yang memiliki kartu kredit. Melunasi tagihan kartu kredit bisa membantu meningkatkan tabungan kalian.

#3 Resesi adalah keadaan krisis, jadi hemat!

Jika kalian ingin memotong atau bahkan menghilangkan pengeluaran sekunder yang tidak urgent, maka sekarang adalah waktu yang tepat.

#4 Tunda dulu pengeluaran besar

Punya rencana membeli rumah atau mobil? Tahan dulu. Salah satu faktor orang jatuh dalam masa krisis adalah melakukan pembelian besar, tepat sebelum resesi.

#5 Resesi adalah keadaan krisis, karenanya rencanakan kembali portofolio saham kalian

Eits, ini tidak berarti kalian membuang kepemilikan saham ya. Namun, ada baiknya kalian memikirkan ulang portofolio ke alternatif yang lebih aman. Misalnya, stok dividen tinggi, real estate investment trust (REITs), dan saham perusahaan pare down.

#6 Mulai mengumpulkan kas cadangan karena resesi adalah situasi krisis

Kalian tidak harus menjual investasi untuk mengumpulkan kas. Tetapi, kalian mengumpulkan investasi baru dalam bentuk tunai atau setara kas.

#7 Tingkatkan kapasitas dan kualitas kalian di tempat kerja

Resesi adalah pengurangan pegawai. Untuk itu, kalian perlu meningkatkan bargaining sehingga perusahaan mau mempertahankan kalian. Caranya, bisa dengan mengambil pelatihan yang bersertifikat.

#8 Cari penghasilan tambahan

Semakin cepat mengumpulkan kas, maka akan semakin baik. Kalian bisa memanfaatkan kemampuan yang selama ini terpendam atau mengembangkan hobi yang ada.

#9 Keep a positive mindset!

Tidak bisa dipungkiri jika orang pasti akan khawatir dengan resesi. Dan cara menghadapinya adalah dengan don’t be panic! Memiliki serta mengamalkan positive mindset akan menghindarkan kalian dari masalah.

Ingatlah resesi adalah selingan dan hanya terjadi sementara waktu. Dan pasti kalian akan mengalami guncangan dalam pelaksanaannya, itu wajar. Namun, kita pasti bisa melalui resesi ini bersama-sama!

Sumber: Modal Rakyat, Good Financial Cents

Simak juga:

Demi Nawacita, Jokowi Kembangkan Tol Laut untuk Pengembangan Daerah Terpencil

Ini 7 Kostum Halloween Termahal di Dunia, Supreme Edition Iron Man Salah Satu Peringkat Teratas!

Berpenghasilan Lebih Besar dari Laki-laki, Ini Caranya jadi Wanita Karier Sukses!

Di Tengah Perang Dingin Teknologi AS-Tiongkok, 5G Huawei Optimis Akan Meledak di Pasar

Perbankan Terimpit Persaingan Fintech, OJK Dukung Merger Bank di Indonesia