IHSG Parkir di Level 4.877, Analis Percaya Tren Penguatan Mampu Capai 5.000

Nasional

Jun 16, 2020

Kenaikan IHSG dalam beberapa waktu belakangan ini masih dibayangi oleh pandemi COVID-19. Begitu pula rekomendasi saham harian yang hari ini jatuh pada sektor pertambangan.

Ini lantaran penguatan IHSG diperkirakan hanya akan bersifat sementara lantaran sentimen negatif dan ketidakpastian di luar maupun dalam negeri.

rekomendasi saham harian

Pada perdagangan Senin (15/6), IHSG bergerak menguat terbatas dengan tren penguatan pada sektor pertambangan yang menjadi rekomendasi saham harian. IHSG melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini.

Penguatan ini melanjutkan tren pada Jumat lalu (12/6), indeks ditutup naik 0,52% ke level 4.880,35. Dennies Christoper Jordan, Analis Artha Sekuritas Indonesia, menyebutkan bahwa IHSG berpeluang di zona hijau dengan level resistance 4.992 hingga 4.936.

Sementara itu, area support indeks akan bergerak di level 4.678 hingga 4.656. Menurut Dennies, penguatan ini hanya akan terjadi dalam jangka pendek.

“Penguatan IHSG diperkirakan hanya akan bersifat sementara karena masih banyaknya sentimen negatif dan ketidakpastian baik luar dan dalam negeri,” ujarnya.

Baca juga: Bursa Saham Global Optimis Pemulihan Ekonomi Pasca-COVID-19

IHSG tergelincir ke zona merah pascarilis data perdagangan Mei 2020

Pascarilis data perdagangan Mei 2020, IHSG tergelincir ke zona merah pada akhir sesi I perdagangan hari ini (15/6).

Data Bloomberg menunjukkan pergerakan IHSG parkir di level 4.877,34 dengan koreksi tipis 3,02 poin atau 0,06 persen pada akhir sesi I dari dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Padahal, pada perdagangan Jumat (12/6), IHSG mampu rebound dan berakhir di level 4.880,36 dengan kenaikan 0,53 persen atau 25,6 poin. Posisi ini setelah tertekan di zona merah tiga hari berturut-turut sebelumnya.

IHSG sempat melanjutkan penguatan pada Senin (15/6) ini dimulai dengan naik 0,04 persen atau 1,86 poin ke level 4.882,22 pukul 9.00 WIB. Sepanjang perdagangan hingga akhir sesi I, IHSG bergerak fluktuatif dalam kisaran 4.870-4.918,06.

Dari 693 saham yang diperdagangkan, rekomendasi saham harian menunjukkan bahwa 203 saham menguat. Sebanyak 205 saham lainnya melemah dan 285 saham stagnan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang masing-masing turun 1,15 persen dan 1,98 persen menjadi penekan utama IHSG pada akhir sesi I.

Sementara itu, saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) masing-masing naik 3,96 persen dan 2,81 persen menjadi pendorong utama sekaligus membatasi besarnya pelemahan IHSG.

Terlepas dari penurunan IHSG hari ini, sebelumnya kalangan analis sempat memprediksikan IHSG akan kembali menyentuh level psikologis 5.000 pada awal pekan ini.

“IHSG bergerak dengan support di level 4.800 sampai 4.712 dan resistance di level 4.969 sampai 5.139,” tulis Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee, Minggu (14/6).

Bagaimanapun, sentimen global lantaran pandemi COVID-19 masih membayangi pergerakan pasar ekuitas. Terutama, terkait kekhawatiran akan gelombang kedua kasus COVID-19 yang ditandai kenaikan kasus di California, Texas, dan Arizona.

Baca juga: Investasi Saham Sesuai Kondisi Pasar, Bagaimana Caranya?

Rekomendasi saham harian pada sektor pertambangan dan perbankan

Prediksi Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) dan Bank Dunia menunjukkan bahwa ekonomi masih akan melemah menjadi sentimen negatif bagi pasar.

Sejalan dengan sentimen pada bursa saham global, sentimen yang masih mempengaruhi laju indeks dan rekomendasi saham harian adalah jumlah infeksi COVID-19 dalam negeri.

Hingga Senin (15/6), pemerintah mencatat penambahan 1.017 jumlah kasus dengan 64 orang meninggal, sehingga total kasus saat ini menjadi 39.294. Terpantau dari data tersebut, Jawa Timur kembali menjadi wilayah dengan penambahan kasus tertinggi.

Dengan situasi ini, rekomendasi saham harian saat ini pun berkisar pada beberapa emiten. Sejumlah saham yang bisa jadi pertimbangan di antaranya PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF), PT Bank Jabar Tbk (BJBR), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

Selain itu, emiten kimia PT Barito Pacific Tbk (BRPT), emiten pakan ternak PT Japfa Comfeed International Tbk (JPFA), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) pun menjadi rekomendasi saham harian.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto pun sejalan dengan rekomendasi tersebut. Menurutnya, indeks saham hari ini bergerak menguat secara teknikal di level 4.744 hingga 4.956.

“Pergerakan indeks mengikuti pola dan tren secara teknikal, IHSG masih akan melanjutkan peningkatan,” ujarnya.

Karenanya, William pun merincikan rekomendasi saham harian versinya. Di antaranya saham emiten pakan ternak PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli di Pluang hanya 3% dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

Sumber: Bisnis Indonesia, Katadata, Worldometer

Simak juga:

Takut Investasi karena Istilah Rumit? Simak Kamus Investasi Emas Ini!

Gaji Pas-pasan? Pertimbangkan 4 Hal Ini untuk Mengambil Utang Produktif

Enam Cara Investasi Emas bagi Pemula

Perusahaan Incaranmu Melantai di Bursa Saham? Ini Tips dan Trik Membeli Saham IPO

Selain Saham Apple, Ini 10 Saham Terbesar Milik Warren Buffett!