Quarter Life Crisis: Saatnya Asah Seni Mengatur Keuangan dan Gaya Hidup Bijak

Jun 13, 2020

“Kok dia sudah bisa nyicil rumah dan punya mobil? Tapi aku belum?” Nah, itu adalah salah satu gejala quarter life crisis soal finansial. Tenang, quarter life crisis adalah salah satu proses pendewasaan diri. Kenali lebih jauh lagi tentang fenomena ini!

­Quarter life crisis adalah momen kamu merasakan cemas, bingung, dan mempertanyakan tujuan hidupmu.

Fenomena ini biasanya dialami oleh kaum milennial atau yang berumur 20 tahun ke atas. Jadi, jika kamu melontarkan pertanyaan seperti di atas, jangan khawatir, ini memang fase yang mesti kamu lalui (meski tentu tak semua orang mengalaminya).

quarter life crisis adalah

Quarter life crisis adalah masa seseorang mempertanyakan berbagai macam hal tentang hidup. Bagi kaum milenial, urusan karier dan keuangan merupakan gejala quarter life crisis yang paling umum ditemui.

Namun, beberapa temuan menunjukkan bahwa quarter life crisis adalah sesuatu yang positif bagi kamu milenial. Baca ulasan berikut untuk mengetahui gejala dan solusinya!

Baca juga: Kenali Tujuan Investasimu, Lihat 4 Investasi Potensial untuk Pemula Ini

Quarter life crisis adalah soal seni mengatur keuangan

seni mengatur keuangan

Kapan mapan? Sudah punya apa saja di usia 25? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering kita dapatkan bukan?

Jangan minder, berikut 4 strategi keuangan yang bisa diterapkan oleh kaum milenial untuk menghadapi quarter ilfe crisis keuangan.

#1 Rencanakan keuangan

Mandiri secara finansial merupakan salah satu indikator kedewasaan seseorang.

Salah satu trik yang bisa dilakukan milenial adalah mengatur keuangan dengan rapi. Misalnya, kita bisa alokasikan gaji 50 persen untuk biaya hidup, 30 persen untuk tabungan, dan 20 persen untuk uang jaga-jaga.

Dengan begitu, kamu bisa mengontrol pengeluaran dan mencapai tujuan keuangan di masa depan.

#2 Kerja keras dan cerdas

Usia muda adalah masa kita bisa belajar dan menyerap banyak hal. Gunakanlah waktu untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

Jangan lupa, untuk menerapkan dan membagikan ilmu tersebut di lingkungan serta tempat kerja. Dengan begitu, kamu tidak hanya memupuk penghasilan, tapi juga memupuk networking. Cerdas bukan? Quarter life crisis adalah momen yang bisa memberimu kesempatan berpikir dan bertindak lebih cerdas.

#3 Menabung

Yap, menabung harus menjadi prioritas kita sejak usia dini. Mereka yang berusia 25 biasanya sudah mulai merencanakan untuk menikah, membeli rumah, dan sebagainya. Dan, seperti yang kita tahu, biaya pernikahan bisa menguras kantong jika tidak dipersiapkan sejak awal.

#4 Investasi

Investasi bisa menjadi pelengkap tabungan kita. Investasi bisa menjadi jaminan kita di masa depan, lho. Kita bisa mulai menyiapkan dana pensiun melalui investasi ini. Beragam produk investasi yang ada memudahkan kita. Bahkan ada yang cuma membutuhkan modal 500 ribu saja. Misalnya, emas, saham, rekasadana, dan investasi berjangka.

Investasi menjadi semakin menyenangkan jika kamu sekalian mencoba beberapa hal baru. Ini bisa dilakukan melalui aplikasi, sistem tabungan, atau melalui pihak ketiga. Dan ingat, pilih yang terpercaya ya, yang sudah diverifikasi OJK atau Bappebti.

Baca juga: Jangan Boros dengan Dana Daruratmu, Ini 5 Strategi Aman Hadapi Krisis

Hindari quarter life crisis dengan gaya hidup yang bijak

gejala quarter life crisis

Jules Schroeder, dari Forbes, menjelaskan jika quarter life crisis adalah hal normal dan semua anak muda pasti akan mengalaminya. Survei dari Guardian menunjukkan bahwa 86 persen dari milenial mengalami gejala quarter life crisis. Jadi, kalian tidak sendirian, guys.

“Kuncinya adalah menyesuaikan gaya hidup dengan biaya hidup,” jelas Noveri Maulana, dosen pengembangan diri di PPM Manajemen.

Pandai-pandai memilih teman dan gaya hidup bisa menjauhkan kita dari quarter life crisis di bidang keuangan. Karena quarter life crisis tergolong adalah anxiety yang berlebihan. Dan menuruti gaya hidup yang tidak sesuai dengan standar penghasilan (high style, low salary) bisa memicu kegelisahan itu.

Bijak memilih teman juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas diri. Dengan tidak tergoda gaya hidup glamor, kita bisa fokus ke diri sendiri.

Rasa cemas dan pemikiran yang berlebihan tentang hidup bisa mengganggu konsentrasi kita dalam berkarier. Stop membandingan karier dengan orang lain! Dan pahami bahwa it is okay to fail sometimes. Karena itu merupakan bagian dari prosesmu.

Dr James Arkell, seorang psikiater di Rumah Sakit Nightingale, Inggris, menjelaskan bahwasanya rasa minder dan terjebak dalam standar sosial adalah penghambat bagi sebagian besar pasiennya yang berumur 20 tahun. Padahal pasiennya merupakan anak muda yang bertalenta, berpendidikan, dan memiliki segudang kesempatan. Sayang, kan, jika ijazah kuliah yang sudah susah didapatkan tidak dioptimalkan? Quarter life crisis adalah fase yang perlu kamu hadapi!

Adulting is hard! Tapi kamu bisa memilih standar mana yang sesuai dengan kemampuan dan kepribadianmu. Dengan begitu, kamu bisa untuk tidak terlalu khawatir dan bisa menikmati hidup dengan caramu sendiri.

Kuncinya, yuk, mulai mengatur keuangan dan menjadi diri sendiri, daripada pusing membandingkan diri dengan orang lain. Quarter life crisis adalah hanya angin lalu jika kamu berhasil menghadapinya, kok!

Sumber: Cekaja.com, Blog Portofolio

Simak juga:

Nggak Pakai Ribet, Begini Cara Praktis Top Up Kartu Flazz BCA-mu

5 Kesalahan Umum Menabung yang Wajib Kamu Hindari!

Jajal Peruntungan Bisnis Kuliner Online, Ini 7 Cara yang Bisa Kamu Coba

Enggak Semuanya Merugikan, Ini Lho Manfaat Kartu Kredit yang Perlu Kamu Tahu!

Jangan Dibiarkan, Stres di Tempat Kerja Harus Segera Ditangani dengan Cara Ini!