Ketahui Beda Revenue & Profit, Plus 3 Cara Genjot Perolehan Profit Perusahaan

May 26, 2020

Dalam dunia usaha profit vs revenue adalah hal yang sering dibicarakan dan perlu dipahami. Ini karena meski keduanya adalah sama-sama pemasukan nominal atau uang untuk perusahaan, keduanya sangat berbeda. Terutama yang harus dipahami benar-benar adalah apa itu profit.

Memahami profit vs revenue itu penting agar kamu tidak terjebak di perolehan hasil laba yang salah.

 profit vs revenue

Dilansir Investopedia, kunci memahami profit vs revenue adalah di perkara laba bersih. Revenue adalah jumlah total pendapatan yang dihasilkan oleh penjualan barang atau jasa yang terkait dengan operasi utama perusahaan. Lalu apa itu profit?

Profit adalah jumlah pendapatan yang tersisa setelah memperhitungkan semua pengeluaran, hutang, aliran pendapatan tambahan, dan biaya operasional.

Memahami apa itu profit dalam perkara profit vs revenue ini penting karena meskipun revenue dan profit keduanya mengacu pada uang yang dihasilkan perusahaan, ada kemungkinan bagi perusahaan untuk menghasilkan pendapatan tetapi memiliki rugi bersih.

Baca juga: Menjajal Bisnis Variatif, Ini 6 Lini Bisnis Putra Bungsu Jokowi Kaesang Pangarep

Memahami lebih dalam profit vs revenue

Revenue sering juga disebut sebagai top line. Ini karena revenue biasanya terdaftar di bagian atas laporan laba rugi.

Dalam hal profit vs revenue ini, secara sederhana dapat dipahami bahwa revenue adalah semua penghasilan yang dihasilkan bisnis kamu sebelum pengeluaran dikeluarkan. Ini adalah jumlah uang yang diterima perusahaan kamu sebagai imbalan atas barang atau jasa.

Revenue biasanya digunakan untuk merujuk pada pendapatan penjualan; namun, itu juga dapat mencakup hal-hal seperti pendapatan sewa atau pendapatan dari bunga. Namun, sumber-sumber pendapatan ini biasanya dicatat secara terpisah.

Menghitung revenue sangat mudah. Cukup gunakan rumus berikut untuk menghitung revenue bisnis: kuantitas x harga jual = revenue.

Terkait profit

Lalu apa itu profit? Profit adalah keuntungan finansial suatu bisnis, atau perbedaan antara jumlah yang diperoleh dan jumlah yang dihabiskan untuk membeli, mengoperasikan, atau memproduksi sesuatu.

Jika revenue adalah pendapatan bisnis kamu sebelum pengeluaran, maka profit adalah pendapatan yang tetap setelah semua pengeluaran dihitung. Pengeluaran dapat mencakup apa saja mulai dari biaya persediaan hingga pajak.

Profit sering disebut sebagai bottom line atau laba bersih perusahaan.

Menghitung profit juga terbilang sangat mudah. Cukup gunakan rumus berikut untuk menghitung profit bisnis: revenue – pengeluaran = profit.

Ketika melihat profit vs revenue, perbedaan utamanya, profit adalah pendapatan setelah biaya, dan revenue adalah pendapatan sebelum biaya.

Apa itu profit? Profit adalah bagian dari pendapatan. Idealnya, setelah mengurangi semua pengeluaran kamu, kamu akan memiliki sisa pendapatan—menjadikan perusahaan kamu bisnis yang menguntungkan.

Profit vs revenue adalah indikator yang sangat kuat dari kesejahteraan finansial perusahaan kamu. Meskipun keduanya merupakan konsep penting, namun, penting untuk memahami perbedaan keduanya untuk menilai secara akurat keuangan bisnis kamu.

Patut diingat, revenue besar belum berarti kamu akan memperoleh laba besar karena uang yang terkumpul masih harus dipotong bermacam pengeluaran. Maka, yang patut kamu perhatikan adalah memahami apa itu profit dan menggenjot perolehannya.

Baca juga: Jajal Peruntungan Bisnis Kuliner Online, Ini 7 Cara yang Bisa Kamu Coba

3 cara menggenjot perolehan profit bisnis kamu

#1 profit vs revenue – mengubah prosedur operasional

Dalam profit vs revenue ini, kamu harus menghasilkan lebih banyak profit sambil mengurangi biaya. Untuk meningkatkan penjualan kamu, cobalah cross-selling—menawarkan layanan atau barang baru yang melengkapi penawaran kamu saat ini.

Kamu dapat mencoba beralih ke model penjualan berbasis hubungan yang membuat pelanggan kembali kepada kamu dengan menawarkan paket layanan bulanan atau tahunan, atau paket kunjungan dengan harga diskon.

#2 Ambil jalan tertinggi dalam penentuan harga

Banyak pengusaha pemula berpikir mereka perlu memotong pesaing mereka untuk membawa orang masuk. Itu bukan cara yang tepat untuk memahami apa itu profit. Itu adalah resep untuk kegagalan.

Jika satu-satunya nilai banding kamu adalah harga rendah, tidak akan ada alasan bagi pelanggan untuk kembali kepada kamu jika mereka menemukan sumber yang bahkan lebih murah. Dan kamu tidak akan mendapat untung.

Untuk mengembangkan harga kamu, lihat biaya dan titik impas kamu. Kemudian lihat tingkat harga pesaing kamu, khususnya bisnis yang sudah ada sejak lama.

Jangan takut untuk menjadi yang tertinggi di pasar atau untuk meningkatkan harga kamu jika harganya terlalu rendah, tetapi tawarkan produk dan atau nilai yang lebih baik untuk membenarkan tarif kamu.

#3 Profit vs revenue – naikkan bar pemasaran

Dalam profit vs revenue, untuk menggenjot profit kamu harus memanfaatkan jaringanmu. Sekarang, ini semua tentang kedekatan. Berikan kehadiran instan pada bisnis kamu melalui jaringan online termasuk Facebook, Twitter, YouTube, Instagram, dan LinkedIn.

Atur pertemuan kelompok, presentasi penjualan, dan promosi khusus menggunakan webinar. Tawarkan tutorial, demo, atau sesi sertifikasi baru sebagai webcast atau podcast untuk unduhan langsung. Ukur semua upaya pemasaran kamu untuk melihat mana yang hemat biaya.

Sampai sini kamu harusnya sudah paham ya tentang profit vs revenue, apa itu profit, serta bagaimana cara menggenjot perolehan profit bisnis kamu.

Jangan takut menerapkan tiga cara di atas agar keuntungan usahamu meningkat. Yuk, terus berusaha!

 Sumber: Investopedia

Simak juga:

Mulai Investasi dengan Risiko Kecil, Sudah Coba 5 Jenis Investasi Ini Belum?

Emas atau Perak, Pilihan Investasi Logam Manakah yang Lebih Menguntungkan?

Ada Nggak Sih Pajak Penjualan Emas Batangan dan Bagaimana Perhitungannya?

Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

Gaji Pas-pasan? Pertimbangkan 4 Hal Ini untuk Mengambil Utang Produktif