BoA Prediksi Harga Emas Bisa Capai Rp1,5 Juta Tahun Ini! Kok Bisa?

Uang

Jun 12, 2020

Para analis Bank of America (BofA) merilis prediksi harga emas. Menurut mereka, grafik harga emas akan mungkin capai hingga USD 3.000 per oz dalam 18 bulan atau setara dengan Rp1,5 Juta per gram.

Sementara itu, harga emas naik tipis pada Kamis (11/6) setelah The Fed berjanji untuk mempertahankan suku bunga lebih rendah untuk masa mendatang. Pada awal sesi pasar spot, harga emas naik 0,4% ke level tertinggi dalam satu minggu, USD 1.744,60 per oz.

Dengan situasi ekonomi yang masih belum stabil, prediksi harga emas dengan peningkatan hingga USD 3.000 per oz dalam 18 bulan tampak mungkin terealisasikan. Sepanjang waktu selama pandemi, grafik harga emas tunjukkan sentimen positif.

Emas berjangka AS juga naik 1,3% menjadi USD 1.737,50 per oz, menuju kenaikan terbesar dalam lebih dari sebulan.

Prediksi bullish dalam beberapa hari terakhir ini terjadi setelah pertemuan dua hari The Fed. Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan komitmennya untuk “melakukan apa pun yang kita bisa, selama diperlukan” untuk membantu pemulihan ekonomi dari pandemi COVID-19.

Baca juga: Ada Apa dengan Harga Emas? Fluktuasi Pasar Akibat Covid-19

Suku bunga akan turun dalam waktu panjang, prediksi harga emas capai 50% keuntungan dalam 18 bulan

grafik harga emas

Laporan BofA memprediksikan bahwa suku bunga di AS dan sebagian besar ekonomi G10 kemungkinan berada di bawah nol. Keadaan ini akan membuat penurunan pembelian emas oleh bank sentral.

Berdasarkan prediksi, Belgia, Perancis, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Swedia, Inggris, Swiss, dan AS akan hadapi posisi ini dalam waktu sangat lama.

“Karena bank sentral dan pemerintah menggandakan neraca dan defisit fiskal masing-masing, kami juga telah memutuskan untuk meningkatkan target 18 bulan kami,” ungkap laporan BofA tersebut.

Hasil analisis Bank of America yang tunjukkan prediksi harga emas hingga USD 3.000/oz ini tunjukkan keuntungan 50% dari target sebelumnya yang hanya mematok USD 2.000/oz.

Sebelumnya, BofA prediksi harga emas rata-rata untuk 2021 paling tidak akan sentuh USD 2.063. Namun, dengan nilai tukar saat ini, harga emas dolar Australia diprediksi bisa capai sebesar AUD 3.215/oz.

Namun, prediksi harga emas oleh BofA juga tunjukkan peringatan yang dapat menahan laju kenaikan harga emas.

Prediksi ini ditentukan beberapa faktor. Di antaranya situasi dolar AS dan tingkat volatilitas pasar ekuitas yang justru cenderung tenang. Selain itu, terkait permintaan yang rendah atas produk perhiasan emas di China dan India.

Baca juga: Harga Emas Diprediksi Naik Hingga Rp900.000 di Tahun 2020, Mungkinkah?

Tren bullish emas berlanjut, investor incar safe haven dalam investasi emas

Sejauh ini, prediksi harga emas menghadapi tren bullish yang besar setelah pernyataan FOMC Rabu (10/6). Dovish FED, terkait keputusan FOMC yang condong pada pelonggaran moneter dan pelemahan dolar AS bantu pergerakan bullish.

Arah investor untuk mengamankan emas melanjutkan uptrend investasi jangka panjang. Dengan skenario ini, bounce dimungkinkan pada harga USD 1705 dan 1726 mendekati USD 1755. Dan jika harga capai USD 1755-1760/oz, investor dapat mengharapkan pullback menuju USD 1726 kembali.

Sementara itu, BofA memprediksi lockdown global akan pengaruhi penurunan PDB AS hingga 30% pada paruh kedua tahun ini. Penurunan paling tajam dalam sejarah modern AS ini akan pengaruhi juga prediksi harga emas ke depannya.

Sementara itu, PDB Jepang diperkirakan akan turun 21,8% pada periode Juli-Desember, sementara China baru saja melaporkan penurunan 6,8% pada Q1 2020.

Bank-bank sentral di seluruh dunia telah bereaksi terhadap guncangan virus dengan memperluas neraca mereka untuk mendukung nilai aset dan harga konsumen.

“Seiring kontrak output ekonomi yang tajam, pengeluaran fiskal meningkat dan neraca bank sentral berlipat ganda, mata uang fiat bisa berada di bawah tekanan. Dan investor akan mengincar emas,” tertulis dalam laporan BofA.

Neraca Federal Reserve AS sebagai persentase dari PDB sebenarnya dapat berlipat ganda (dari 20% menjadi 40%) tahun ini. Neraca itu sekarang mencapai USD 6,42 T, naik lebih dari 50% dari level yang dilaporkan tujuh pekan lalu.

Jadi, sebelum emas rally, tertarikkah #SobatCuan beli emas sekarang?

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

Sumber: Small Caps, Mining, Action Forex

Simak juga:

9 Rekomendasi Buku Keuangan Terbaik Ini Dijamin Bikin Kamu ‘Melek’ Finansial

Laundromat, Film Netflix yang Bongkar Pengaruh Panama Papers pada Hidup Orang Kaya

Mencoba Peruntungan di 7 Negara dengan Gaji Tertinggi di Dunia, Minat?

Investasi di Perfilman Indonesia dengan Patuangan Rp10.000 Aja, Mau?

Perusahaan Start Up Ramai Pilih Co-Working Space, Apa Alasannya?