Harga Emas Diprediksi Naik Hingga Rp900.000 di Tahun 2020, Mungkinkah?

Dec 30, 2019

Jelang akhir tahun ini, prediksi harga emas 2020 sudah ramai dibincangkan oleh para analis dan investor. Perkiraan harga emas di tahun mendatang masih akan dipengaruhi oleh perang dagang AS-Tiongkok dan sentimen Federal Reserve atas kenaikan suku bunga acuan Fed Funds Rate (FFR).

Berdasarkan ING dalam Outlook Komoditas 2020, harga emas sepanjang tahun akan ditentukan oleh ketidakpastian perdagangan dan pertumbuhan global. Ini salah satu pendapat bearish atas harga emas dunia.

Bank Belanda ini memperkirakan perdagangan emas di atas USD 1.450 per ons, tetapi nilainya tidak akan naik jauh di atas USD 1.500 per ons.

perkiraan harga emas
Close up of gold bars with copy space

Prediksi harga emas 2020 yang dibagi ke dalam empat kuartal memperkirakan memang nilainya tidak lebih dari USD 1.500 per ons. Perkiraan harga emas pada Q1 sebesar USD 1.500 per ons.

Selanjutnya, pada Q2 dan Q3 akan turun jadi USD 1.470, lantas pada Q4 akan jadi USD 1.480. Jadi, rata-rata harga emas akan senilai USD 1.475/ons pada 2020.

Dengan asumsi 1 ons emas sama dengan 31,1 gram, maka dalam setahun pada 2020 rata-rata harga emas sebesar USD 47,43/gram atau Rp660.462.

Potensi kenaikan akan bergantung pada sentimen Federal Reserve. Ini artinya, harga akan didorong oleh perdagangan global. Dengan ketidakpastian pada ekonomi global, terjadinya pertumbuhan yang melambat dan meningkatnya perdagangan, soal ini belum dapat dipastikan.

Baca juga: Sentuh Rekor Rp32.500 per Saham, BCA Cuan Hingga 21,58% dalam Setahun

Prediksi harga emas bullish (mengalami penguatan) pada 2020

Sebagian besar prediksi atas harga emas pada 2020 memperkirakan harga emas cenderung lebih tinggi daripada 2019.

Berikut ini prediksi harga emas oleh berbagai pihak, baik bank terkemuka dunia dan investor kawakan:

#1 Goldman Sachs

Bank yang merupakan salah satu pemain utama dalam industri keuangan ini berada di pihak bull untuk harga emas tahun depan. Resesi dan ketidakpastian geopolitik membuatnya menaksir harga emas akan di kisaran USD 1.600 per ons.

“Tahun depan, kita akan melihat pembelian emas oleh bank-bank sentral akan sedikit turun di bawah tahun 2019. Namun, (harga emas) kemungkinan masih terangkat oleh tingginya ketidakpastian geopolitik, rendahnya suku bunga global, dan rendahnya pangsa emas sebagai cadangan di sejumlah bank sentral negara-negara berkembang.”

#2 Citigroup

Bank di New York ini memperkirakan harga emas dapat sentuh hingga USD 2.000 per ons dalam dua tahun ke depan. Ini lantaran pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan menyusut dan suku bunga The Fed harus dipangkas kembali.

Diperkirakan, puncak kenaikan harga emas akan terjadi pada Pilpres AS November 2020, dengan harga emas capai kisaran USD 1.900 per ons.

“Kami mengekspektasikan harga emas akan diperdagangkan lebih kuat dalam waktu yang lebih lama … dengan menampilkan siklus level-level tinggi baru pada poin-poin tertentu di tahun depan atau dua (tahun ke depan),” ungkap Aakas Doshi, anggota tim analis Citigroup.

#3 Byron Wien

Investor paling berpengaruh di Wall Street ini perkirakan naiknya harga emas pada 2020 akan jadi investasi menarik. Namun, ia tidak menyebutkan angka pasti ramalannya.

Baca juga: Ekuitas Minus Rp23,92 T, Jiwasraya Bangkrut dan Gagal Penuhi Aturan OJK

Perkiraan harga emas akan bearish (mengalami penyusutan) pada 2020

Selain prediksi bullish, ada pula yang mengira bahwa harga emas pada 2020 akan cenderung mengalami penurunan. Dua bank besar berikut ini merupakan institusi finansial yang meyakini logam mulia ini tidak akan mengalami tren kenaikan.

#1 JP Morgan

JP Morgan justru pasang short untuk harga emas pada 2020. Tim analisnya merekomendasikan alokasi investasi RIsk-On, sehubungan momentum ekonomi setelah perlambatan beberapa waktu ini. Mereka lebih optimis terhadap performa saham di Wall Street.

“Jika perputaran atau risiko-risiko politik berkurang di tahun 2020, maka akan sulit bagi para ‘asset allocator’ untuk tidak menerima pembobotan ekuitas yang meningkat,” tulis analis JP Morgan.

#2 ING

Bank Belanda ini punya prediksi harga emas 2020 tak akan berbeda jauh dengan tahun ini. Lantaran kebijakan suku bunga AS dan perang dagang, dua faktor ini akan jadi katalis yang dominasi harga emas.

Dalam rilisan 2020 Commodities Outlook, ING perkirakan emas akan diperdagangkan di atas support USD 1.450 per ons. Namun, tak akan melonjak lebih dari USD 1.500 per ons.

Terlepas dari pendapat para analis investasi maupun bank dunia terkemuka ini, saat ini, harga emas dalam negeri yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) untuk ukuran 1 gram telah naik Rp97.000 atau melesat 14,54% sejak awal tahun.

Harga emas Antam ini pada akhir tahun ini tercatat pada harga Rp764.000/gram dari Rp667.000/gram pada akhir 2019 lalu.

Harga emas dunia yang melesat ini lantaran bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, umumkan pangkas suku bunga FFR dan juga lantaran perang dagang AS-Tiongkok.

Singkat kata, prediksi harga emas 2020 masih “positif” sebagai investasi yang baik, hanya saja masih akan sangat bergantung pada dua faktor ini. Diduga pula, barangkali, potensi pemakzulan Trump juga akan beri pengaruh.

Sumber: Liputan 6, Seputar Forex, CNBC Indonesia

Simak juga:

9 Rekomendasi Buku Keuangan Terbaik Ini Dijamin Bikin Kamu ‘Melek’ Finansial

Laundromat, Film Netflix yang Bongkar Pengaruh Panama Papers pada Hidup Orang Kaya

Mencoba Peruntungan di 7 Negara dengan Gaji Tertinggi di Dunia, Minat?