Cara Milenial Pandai-pandai Atur Keuangan Saat Pandemi

Kabar blog-image

Oct 08, 2020

Pandemi COVID-19 berlangsung di Indonesia semenjak bulan Maret 2020 menjadi salah satu variabel yang diperhitungkan saat melakukan kegiatan sehari-hari. Makan di luar, bekerja di kantor, sekolah, menjadi beberapa hal yang harus direm secara sadar untuk mengurangi risiko penularan. Perilaku keuangan generasi milenial pun ikut tersorot.

Perihal finansial tidak pernah luput. Dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi karena pandemi COVID-19, rupanya mayoritas masyarakat mengubah pola perilaku finansial mereka.

Disadur dari Riset Perilaku Investasi dan Saving yang dilakukan oleh Pluang pada Juli 2020, tim Pluang menemukan beberapa temuan dari responden.

Perilaku Keuangan Generasi Milenial

Perubahan Konsumsi Saat Pandemi

Mayoritas responden mengakui bahwa pandemi COVID-19 membuat mereka khawatir dan berhati-hati atas keputusan finansial yang akan diambil. Karenanya, perilaku keuangan generasi milenial untuk membuat pengeluaran seefisien mungkin, mayoritas responden mengalami perubahan pola konsumsi selama COVID-19.

Perubahan Konsumsi Saat Pandemi

Meningkatnya kecenderungan untuk membeli vitamin, suplemen, dan mineral, yaitu sebanyak 53% responden mengaku mereka membeli produk-produk tersebut dalam jumlah lebih banyak. Selain itu, alokasi untuk melakukan tes diagnosis kesehatan juga menjadi lebih besar dari sebelumnya, ketika hidup normal tanpa pandemi COVID-19. Dan yang terakhir, responden Pluang mengaku kalau mereka mengalokasikan uang lebih banyak untuk menabung. 

Atur Ulang Alokasi Menabung dan Berinvestasi 

Menariknya, peningkatan alokasi untuk menabung ini berlaku untuk semua responden. Setidaknya keuangan saat pandemi menjadikan alokasi untuk menabung meningkat dengan rata-rata sebesar 5 persen untuk semua kelompok rentang alokasi. 

Namun, terdapat pula temuan bahwa kelompok dengan alokasi tabungan bulanan 0 persen, atau tidak menabung, turut mengalami peningkatan yakni sekitar 1.5 persen.

Mungkin dapat menjadi penjelasan adalah bahwa tidak semua orang cukup beruntung untuk memiliki ekonomi yang stabil di tengah pandemi. Beberapa orang harus merelakan alokasi tabungan mereka untuk konsumsi sehari-hari.

Memulai Investasi di Tengah Pandemi

Selain menilik alokasi responden untuk menabung, tim Pluang turut mengajukan pertanyaan terkait preferensi investasi responden di tengah pandemi. Sebanyak 32 persen responden mengaku memiliki instrumen investasi baru di tengah pandemi, yaitu emas.

Faktor ketidakpastian ekonomi dan juga harga emas yang sempat melambung di sekitar April – Juli 2020, diduga menjadi dorongan utama secara spesifik instrumen emas menjadi pilihan responden.

Memulai Investasi di Tengah Pandemi

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dan Indeks S&P 500 Futures dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun.

Untuk produk investasi emas, kamu bisa menarik emas fisik dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999,9 mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi dalam kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS seperti Apple, Facebook, Netflix, Nike, dan lainnya.

Investasi kamu aman karena disimpan dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (BUMN). Produk investasi di Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah berlisensi dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Segera download Pluang dan nikmati keuntungannya!

Baca Selengkapnya:

4 Target Finansial para Millennial, Apa Saja?

Berapa Alokasi Menabung dan Investasi Milenial?

Apa Saja Sih 4 Anggaran Utama yang Pas untuk Milenial?

Bantu kami membangun aplikasi investasi yang sesuai untukmu

Unduh aplikasi Pluang di iOS atau Android dan bergabunglah bersama lebih dari 800.000+ orang yang telah merubah cara mereka berinvestasi.

google-play apple-store