Pada 2030 Perempuan Akan Kelola 30% Modal Dunia, Kok Bisa?

Apr 28, 2020

Perihal perempuan dan ekonomi menjadi perdebatan banyak orang, kendati banyak perempuan sudah mengisi tampuk-tampuk kekuasaan tertinggi di banyak negara. Terlebih lagi soal investor wanita yang masih jarang terekspos.

Penelitian Daniel J. Sandberg, Quantamental Research di S&P Global, menunjukkan jika rasio pria-wanita adalah 19:1 untuk CEO dan 6,5:1 untuk CFO. Meskipun ada kemajuan, namun jumlah tersebut tidak terlalu signifikan untuk meningkatkan peran perempuan dan ekonomi, khususnya di posisi-posisi penting eksekutif.

perempuan dan ekonomi

Hubungan perempuan dan ekonomi memang rumit dijelaskan. Namun, banyak studi menunjukkan jika investor wanita memiliki banyak keunggulan.

Berpikir jangka panjang, mampu mengendalikan emosi, dan bisa melakukan riset mendalam adalah secuil keunggulan investor wanita. Sayangnya, kemampuan ini sering terhalang oleh struktur dan budaya dunia investasi yang lebih memanjakan laki-laki.

Namun, kita harus mengingat. “Habis gelap, terbitlah terang,” kata RA Kartini. Begitu pun untuk perempuan dan ekonomi. Selalu ada jalan untuk menjadi investor wanita!

Baca juga: 40% Investor Pasar Modal adalah Perempuan, Ini 7 Profil di Antaranya!

Perempuan dan ekonomi: gambaran suram untuk sebuah perubahan (?)

investor wanita

Kemenangan Kathryn Bigelow sebagai sutradara terbaik, untuk The Hurt Locker pada 2010, menorehkan sejarah perempuan dan ekonomi di Hollywood. Dia menjadi perempuan pertama yang memenangkan kategori itu sejak Academy Award dimulai tahun 1929. Kenyatannya, masih banyak lagi bidang ekonomi di mana keterwakilan perempuan sangat rendah. Khususnya, di bidang financial management dan jasa investasi.

Studi dari Harvard Business School menunjukkan bahwa perempuan hanya memegang 9 persen dan 6 persen posisi dalam modal ventura dan ekuitas swasta.

Banyak cara dilakukan untuk mengubah tren tersebut. Misalnya dari segi pendidikan yang menunjukkan pertumbuhan positif. Di Amerika Serikat, banyak perempuan mengambil sekolah perekonomian. Namun, dari segi pekerjaan, bidang keuangan dan investasi jauh tertinggal dibanding bidang hukum dan kedokteran dalam hal kesetaraan gender.

Penelitian lebih jauh sangat diperlukan untuk melihat linearitas dan efektivitas peran pendidikan dan pekerjaan. Penelitian dari Glassdoor, menunjukkan bahwa 61,5 persen bidang keuangan didominasi oleh laki-laki. Tentu saja, angka ini memunculkan banyak pertanyaan dan perdebatan.

Sebuah survei pada 2013 dari Mergis Group Women in Finance menunjukkan bahwa hanya kurang dari setengah pekerja perempuan di bidang akuntansi dan keuangan yang puas dengan karier mereka. Setelah ditelisik lebih jauh, hampir tiga perempat dari mereka menyatakan bahwa perbedaan set atau standar dari rekan laki-laki menjadi hambatan terbesarnya.

Satu masalah mulai terkuak. Perkembangan pendidikan tidak dibarengi dengan perubahan budaya dalam dunia pekerjaan. Tentu saja, hal ini sangat disayangkan! Namun, beberapa orang sudah mulai melakukan perubahan untuk perempuan dan ekonomi lho!

Baca juga: Menjadi Investor Perempuan Sukses, Simak 5 Strategi Jitunya!

Talent is equally distributed!

perempuan dan ekonomi

Perempuan memiliki kemampuan yang sama seperti laki-laki! Keyakinan itu mendorong beberapa pihak untuk melakukan perubahan di bidang keuangan dan investasi.

Adalah Girls Who Invest, sebuah non-profit organisasi dari new York, yang memiliki ambisi bahwa pada 2030 perempuan akan mengelola 30 persen dari modal dunia (world’s capital).

Tagline mereka adalah “30 by 30”. Seema Hingorani, sang pencetus misi, sudah tidak asing lagi dengan ‘boys’ club of finance’. Hingorani merupakan pensiunan CIO dari hedge fund industry yang mengelola $150 miliar untuk Biro Manajemen Aset New York City. Keprihatinanya terhadap minimnya perempuan dijajaran atas kantor itulah yang menjadi latar belakang mendirikan Girls Who Invest.

Memberi motivasi, menarik, dan menginspirasi perempuan dan ekonomi yang melibatkannya untuk menjadi investor dan berpartisipasi dalam jasa keuangan. Langkah Hingorani mendapat sambutan dari banyak pihak. Setelah menuliskan idenya di kolom Bloomberg, dia menarik dan mendapat dukungan banyak pihak, mulai dari pengusaha, akademisi, hingga para pengurus sekolah.

Girls Who Invest akan memulai program percontohan mereka pada musim panas ini. Program selama empat minggu ini terbuka untuk mahasiswa dan junior perguruan tinggi lainnya. Mereka akan mempelajari konsep keuangan, serba-serbi pasar, manajemen aset langsung dibawah pengawasan professor sekolah bisnis. Tidak ketinggalan, panitia juga akan menghadirkan pembicara dari industri keuangan.

Pelatihan intensif tidak hanya memberikan ruang kepada perempuan. Namun, program pelatihan yang bersetifikat ini bisa membantu mengidentifikasi calon-calon potensial di bidang keuangan dan investasi.

Seberat apa pun tantangannya, selalu ada perubahan untuk menjadi lebih baik. Perempuan dan ekonomi bukan lagi mitos. Menjadi seorang investor wanita bisa kita wujudkan. The Next Warren Buffett adalah wanita, dan itu bisa saja kalian! Mari mulai belajar dan mencari program-program pelatihan seperti Girls Who Invest ini!

Sumber: Investopedia

Simak juga:

Tujuh Langkah Mencapai Kebebasan Finansial

Niat Jadi Kolektor Lukisan Pemula? Ketahui Dulu Risiko Investasinya di Sini!

Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!