Tentara Thailand Lakukan Tembakan Brutal di Mal Lantaran Utang, Tewaskan 29 Orang

Kabar

Feb 10, 2020

Seorang sersan mayor penembak jitu, Jakrapanth Thomma, melakukan penembakan di Thailand dengan korban tewas 29 orang. Kronologi penembakan di Thailand diawali dengan pencurian senjata di barak dan ia menembak mati atasannya, Kolonel Anantarote Krasae.

Insiden bermula dari cekcok antara Kolonel Anantarote Krasae dengan pelaku terkait persoalan sengketa lahan atau rumah pada Sabtu (8/2) sore.

Jakrapanth lantas tembak mati atasannya yang merupakan Komandan Batalion Amunisi 22 serta mertua korban yang berusia 63 tahun. Ia lantas menembak seorang lagi di rumah atasannya itu, tapi korban berhasil selamat.

penembakan di thailand
Sumber: Channel News Asia

Kronologi penembakan di Thailand

Kronologi penembakan di Thailand ini berlanjut dengan pencurian senjata dan amunisi di barak. Di sana, Jakrapanth tembak tiga serdadu yang memergokinya.

Senapan mesin M60 tersebut dicuri dari salah satu barak terbesar Thailand beserta Humvee militer.

Humvee itu ia lajukan menuju mal Terminal 21, 250 kilometer timur laut Bangkok. Dalam perjalanannya, ia juga tembak dua polisi dan dua pejalan kaki di dekat kuil Buddha.

Selain menewaskan 29 orang, peristiwa ini juga melukai 42 warga sekitar, sembilan di antaranya tengah menjalani operasi.

Baca juga: Bank Dunia: 115 Juta Orang Indonesia Rentan Kembali Miskin, Apa Sebabnya?

Kronologi penembakan di Thailand dalam 24 jam

kronologi penembakan di thailand
Sumber: Channel News Asia

Penembakan terjadi di pusat perbelanjaan Terminal 21, Korat, Provinsi Nakhon Rachasima, Thailand sejak Sabtu (8/2) hingga Minggu (9/2).

Jakrapanth tiba pada pukul 18.00. Ia tampak mengenakan pakaian dinas lapangan dan helm tempur. Turun dari kendaraan, ia melepaskan tembakan secara acak.

Peluru itu mengenai pejalan kaki, pengemudi mobil dan sepeda motor. Sebuah tangki penampung gas meledak lantaran terkena peluru.

Pengunjung mal berhamburan panik. Namun, dalam aksinya ini, Jakrapant masih sempat mengunggah rekaman dan pernyataan ke akun Facebook-nya. Ini dilakukannya sembari masih melepaskan tembakan ke segala penjuru.

Satu jam kemudian, satuan spesial polisi dan pasukan khusus Angkatan Bersenjata Thailand tiba di lokasi. Polisi juga mendatangkan ibu Jakrapanth dengan harapan ia dapat membujuk putranya.

“Mengapa dia melakukannya?” tanya ibunya dengan berlinang air mata, mempertanyakan penembakan di Thailand itu.

Namun, upaya itu gagal. Jakrapanth terus lanjut melepaskan tembakan. Aparat merangsek masuk untuk mengevakuasi pengunjung yang terjebak.

Suara letusan masih terdengar sepanjang malam. Pada Minggu dini hari, polisi dan pasukan khusus Thailand telah mengepung bangunan. Baku tembak terus terjadi hingga Minggu pagi.

Baca juga: Nilai Ekonomi Tinggi, Legislator PKS Rafli Kande Ajukan Legalitas Ekspor Ganja

24 jam dikepung akibat teror penembakan, Jakrapanth ditembak mati

penembakan di thailand
Sumber: Channel News Asia

Pukul 09.30 pagi, operasi dihentikan dan aparat menyatakan mereka terpaksa menembak mati Jakrapanth. Ia ditembak pada pukul 02.00 pagi setelah bersembunyi di ruang bawah tanah selama lebih dari 14 jam.

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan mengajukan spekulasi mengenai motif Jakrapanth. Diduga Jakrapant mengamuk karena masalah pribadi terkait utang penjualan rumah untuk tentara.

Selain itu, menurut mantan kepala militer ini, barak tempat Jakrapanth mencuri senjata sudah memperoleh pengawasan ketat. “Ini bukan kecerobohan. Kami tidak meninggalkan gudang persenjataan sendirian. Kami memiliki orang yang menjaganya,” ungkap Prayut.

Kronologi penembakan di Thailand itu tersiar di akun Facebook Jakrapanth. Ia mengunggah fotonya dengan mengenakan pakaian taktis lengkap.

Ia berfoto di depan pusat perbelanjaan yang terbakar, termasuk juga mengunggah, “Saya harus menyerah” dan “tidak ada yang bisa lolos dari kematian”.

Dalam satu video Facebook, ia terlihat di jip Humvee terbuka, menyatakan, “Saya lelah… Saya tidak bisa lagi menarik jari saya” dan membuat simbol pelatuk dengan tangannya.

Facebook telah menghapus akun Jakrapanth Thomma pada Sabtu dan akan menghapus konten apa pun yang terkait dengan serangan penembakan di Thailand sebagai ungkapan simpati dan belasungkawa.

Sumber: Time, CNN Indonesia, Detik, Tempo, Kumparan

Simak juga:

Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

Perkara Saham hingga Krisis Ekonomi, Ini 7 Rekomendasi Film Terbaik Soal Keuangan

Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

S.O.S Tanggal Tua? Ini 7 Trik Hemat yang Menyelamatkanmu dari Sikap Boros