3 Grafik Ekuitas di Bursa Saham Global Tunjukkan Penurunan

Uang

Jun 25, 2020

Pasar saham global kini telah melambung tajam sejak mencapai titik terendah pada penjualan di bulan Maret. Tampaknya perekonomian sedang rebounce. Namun, sejauh apa perkembangan pasar saham dunia ke depannya di tengah pandemi ini?

Banyak pihak di seluruh dunia kini mendiskusikan prospek bahwa pasar dapat melanjutkan momentum kenaikan grafik ini. Sejumlah trader yang memantau tren bursa global cenderung mencatatkan resistensi ekuitas dan mulai memperketat strategi stop-losses.

Saat ini, terdapat 16 bursa efek perdagangan saham. Kapitalisasi pasar bursa ini lebih dari USD 1 T yang menyumbang lebih dari 80% kapitalisasi pasar modal global.

Berbagai bursa saham global ini menjelaskan pergerakan teknikal maupun fundamental perusahaan-perusahaan dunia. Berikut ini 3 grafik ekuitas dari bursa saham di AS yang perlu kamu ketahui untuk memahami pergerakan pasar saham dunia.

Pada situasi pandemi, memahami pergerakan perdagangan pasar saham dunia tentu memberi insight. Upaya ini perlu untuk memahami pengaruhnya ke bursa saham di Indonesia.

Di bursa saham AS sendiri, terdapat 3 grafik ekuitas dari perdagangan bursa saham di AS yang dapat memberi gambaran tentang fluktuasi pasar selama beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Apa Itu ETF (Exchange Traded Fund)?

SPDR SSGA Global Allocation ETF (GAL)

pasar saham dunia

Trader aktif yang ingin mengetahui arah pasar saham dunia saat ini cenderung mengalihkan dana investasi mereka ke bursa exchange traded funds (ETFs) seperti SPDR SSGA Global Allocation ETF (GAL).

Dalam grafiknya, State Street Global Advisors (SSGA) menunjukkan bahwa pada perkembangan tren saat ini, para manajer investasi merekomendasikan campuran beragam kelas aset dari seluruh dunia. Indeks ini mencakup sekitar 99% dari pasar ekuitas global.

Dapat dilihat pada grafik, dana diputar dekat dengan grafik resistensi yang signifikan, sebagaimana diilustrasikan dalam garis tren horizontal (horizontal trendline).

Tingkat ini terbukti memberi pengaruh kuat pada kecenderungan perilaku trader pada perdagangan sebelumnya. Jika kamu cenderung mengikuti analisis teknis, kamu tentu berharap ini akan terus berlanjut.

Bahkan kemunduran kecil dalam gerak grafik menuju momentum ke atas cenderung dianggap pertanda berkurangnya bullish dan dapat menjadi katalis apabila terjadi pergerakan menurun.

Grafik menunjukkan aksi jual tajam pada Maret lalu memicu terjadinya bearish crossover dengan rata-rata pergerakan antara 50 hari dan 200 hari. Bagi trader, ini mengindikasikan bahwa bisa saja terjadi penurunan dalam jangka panjang.

SPDR S&P 500 ETF (SPY)

pasar saham global

Dengan pasar saham AS yang terdiri dari perusahaan-perusahaan terbesar di dunia, tidak mengherankan bahwa SPDR S&P 500 ETF (SPY) menjadi holding terbesar dari ETF GAL.

Berbobot 20,04%, S&P 500 ETF menjadi titik awal yang baik bagi investor. Terutama bagi mereka yang ingin memperoleh pemahaman mengenai pasar saham dunia dengan kapitalisasi besar.

Seperti yang dapat dilihat di bawah ini, bounce tajam dari posisi terendah Maret tampak di grafik. Ini berhasil menjadikan investasi dana ke arah long-term resistance dengan pergerakan rata-rata 200 hari.

Breakdown ini juga memicu terjadinya bearish crossover antara pergerakan rata-rata jangka panjang, yang ditunjukkan lewat lingkaran biru, yang dikenal sebagai death cross.

Sinyal umum untuk melakukan aksi jual ini sering digunakan oleh mereka yang mengikuti analisis teknikal untuk menandai awal dari penurunan tren utama.

Retracement menuju USD 300 dapat digunakan oleh bearish trader untuk kembali ke posisi mereka, menerapkan stop-losses di atas level resistensi psikologis jika momentum bullish berlanjut.

Baca juga: Investasi Emas Non-Fisik dalam Bentuk Emas ETF vs Emas Berjangka, Apa Bedanya?

SPDR S&P World ex-US ETF (SPDW)

pasar saham dunia

Dalam menganalisis pasar saham dunia, terbilang wajar bagi investor untuk tidak terlampau silau akan pengaruh yang cukup besar dari bursa saham AS.

Upaya yang dilakukan untuk itu adalah dengan mengakses SPDR S&P World ex-US ETF (SPDW), yang juga merupakan holding kedua teratas dari GAL ETF.

Seperti yang dapat diperhatikan lewat grafik, polanya terlihat sangat mirip dengan pola SPDR S&P 500 ETF (SPY). Terutama terkait kemungkinan bearish yang terlihat memasuki posisi sedekat mungkin dengan USD 27 atau USD 28,37 sesuai dengan toleransi risikonya.

Strategi stop-losses kemungkinan besar akan menempati posisi di atas pergerakan rata-rata 200 hari jika momentum bullish ini terus memberi kejutan.

Kesamaan dari ketiga bursa saham global saat ini

Berdasarkan pola pada ketiga grafik di atas, kesamaan dari garis tren utama ketiga grafik adalah terjadinya resistensi dan persilangan bearish.

Persilangan tampak terjadi antara pergerakan rata-rata jangka panjang yang cenderung mendominasi arah pasar selama beberapa pekan mendatang.

Trader aktif kemungkinan akan menahan bias ini terus ke bawah sampai ke harga yang mampu menembus di atas level resistensi. Ini bisa terus berlanjut hingga indikator teknis utama (unit key technical indicators) kembali berubah positif.

Memahami pergerakan pasar saham dunia melalui 3 grafik ekuitas di atas tentu bisa jadi pijakan bagimu jika tertarik berinvestasi pada aset global.

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

Sumber: Investopedia, Diskartes

Simak juga:

Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!