Dampak Pandemi Corona, 1,4 Juta Orang Mendaftar Kartu Prakerja Online

Apr 13, 2020

Pandemi corona dan kebijakan penjarakan sosial telah berdampak ke sektor ekonomi. Kemenaker mencatat 1 juta lebih pekerja terdampak, baik dirumahkan maupun mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemerintah pun menginisiasi kartu pra kerja online.

Sejak dirilis pada 20 Maret 2020, situs resmi https://prakerja.go.id telah dikunjungi hingga 2,4 juta unique visitors hingga Minggu (12/4).

kartu pra kerja online

Pada pembukaan pendaftaran, web kartu pra kerja online bagi mereka yang terdampak pandemi corona ini telah dikunjungi oleh 1,1 juta unique visitors.

Pembukaan pendaftaran dilaksanakan pada Sabtu pukul 19.00 WIB. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto selaku Ketua Komite Cipta Kerja membuka pendaftaran bagi para calon peserta program Kartu Prakerja.

“Kami melihat antusiasme ini sebagai refleksi dari ekspektasi publik yang sangat tinggi terhadap program kartu prakerja,” ujarnya dalam pernyataan resminya, Minggu (12/4).

Airlangga menerangkan bahwa pemerintah akan memastikan kapasitas dari sistem Kartu Prakerja tersebut. Baik server, front-end, dan back-end system agar mampu melayani dengan baik. Termasuk juga terkait keamanan data dan server dari serangan.

Baca juga: Tetap Produktif Meski Kerja dari Rumah, Ini 9 Trik dari Para Freelancer Sukses

Antusiasme sangat tinggi untuk kartu pra kerja online, hingga 1,4 juta pendaftar dalam sehari

pandemi corona

Program kartu pra kerja online menyasar para pekerja, pencari kerja, dan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) yang terdampak pandemi corona baru COVID-19.

Pemerintah melakukan pendataan lewat kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Terutama melalui dinas-dinas ketenagakerjaan, pariwisata, koperasi dan UKM, Perindag, dan sektor-sektor yang terdampak pengurangan mobilitas masyarakat seperti transportasi dan ritel.

Sementara itu, pendataan tersebut bukan merupakan pendaftaran. Pendaftaran resmi hanya bisa dilakukan melalui situs web resmi kartu pra kerja online.

Sejauh ini, hingga Minggu (12/4) pukul 16.00 WIB, atau 21 jam setelah pembukaan pendaftaran kartu pra kerja online, tercatat jumlah registrasi sebanyak 1.432.133 orang.

Sebanyak 1.063.028 telah melakukan verifikasi email (73,85%) dan sebanyak 624.090 melakukan verifikasi NIK (43,65%) dan yang telah mengambil program pelatihan atau Join Batch sebanyak 77.9834 (5,43%).

Airlangga mengaku bahwa peningkatan kapasitas server pun telah dilakukan lantaran pada menit bersamaan, terdapat registrasi sebanyak hingga 80.000 orang.

Beberapa hal teknis menjadi catatan bagi pemerintah dan terus mengalami perbaikan. Seperti proses verifikasi email, unggah foto, kapasitas dari Kementerian terkait untuk melayani request API dari server Prakerja, hingga penyediaan fasilitas Call Center.

“Karena antusiasme pendaftar program Kartu Prakerja sangat tinggi, dan ini program baru yang melibatkan digital platform secara end to end. Maka dengan segala kerendahan hati, kami berharap masyarakat bisa memaklumi atas segala kekurangan yang ada pada saat awal pembukaan pendaftaran ini,” jelas Airlangga.

Verifikasi data calon peserta program dilakukan lewat pengecekan dengan basis data kependudukan (Dukcapil) di Kementerian Dalam Negeri. Sementara, Data Pokok Kependidikan (Dapodik) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kementerian Sosial.

kartu pra kerja online

Proses verifikasi ini ditujukan untuk memastikan bahwa kartu pra kerja online sesuai persyaratan. Yaitu berusia di atas 18 tahun, tidak sedang sekolah/kuliah, dan mendahulukan masyarakat yang belum menerima berbagai bantuan sosial dari pemerintah.

Baca juga: Diberlakukan Sistem Upah Berdasarkan Jam Kerja, Untung atau Rugi Bagi Pekerja?

Kuota per minggu 164.000 orang, ditargetkan 5,6 juta orang dengan anggaran Rp20 T

pandemi corona

“Prioritas atau fokus program Kartu Prakerja adalah pekerja yang dirumahkan dan yang terkena PHK, serta pelaku usaha mikro dan kecil yang kehilangan sumber pekerjaan. Menteri ketenagakerjaan yang melakukan pendataan para pekerja tersebut,” jeas Airlangga.

Lebih dari 900 pelatihan daring dari beragam jenis dan tingkatan, pemula hingga mahir, juga disediakan di 8 platform digital. Jenis pelatihan meliputi pelatihan praktis yang ringan dan memungkinkan pendapatan baru.

Beberapa judul pelatihan tersebut di antaranya modul pemula, Pengenalan Teknologi Informasi untuk Pemula dan Akuntansi untuk Pemula. Ada juga Menjadi MC Andal, Manajemen Warung Kopi, hingga Bahasa Inggris Praktis untuk Pelaku Pariwisata.

Pendaftaran kartu pra kerja online pada gelombang pertama akan dibuka hingga Kamis 16 April 2020 pukul 16.00 WIB. “Jika belum berhasil diterima sebagai peserta pada gelombang pertama, pendaftar dapat bergabung di gelombang selanjutnya, tanpa harus melakukan proses pendaftaran lagi,” terang Airlangga.

Penerimaan peserta gelombang pertama akan diumumkan pada Jumat, 17 April 2020 mendatang. Sementara, pelatihan berlangsung lewat mitra platform mulai Sabtu, 18 April 2020.

Setiap pekan hingga minggu ke-4 November 2020, program ini akan membuka kuota untuk sekitar 164.000 peserta. Padahal, minat pendaftar yang membeludak. Karena itu, kuota 164.000 peserta per minggu ini akan dievaluasi untuk memungkinkan peningkatan jumlah kuota per minggu.

“Hingga akhir 2020, direncanakan akan ada lebih dari 30 gelombang pendaftaran. Dengan total anggaran yang disediakan untuk tahun ini sebesar Rp20 T, jumlah peserta yang ikut akan capai 5,6 juta orang,” pungkas Airlangga.

Sumber: Kontan, CNBC Indonesia

Simak juga:

9 Rekomendasi Buku Keuangan Terbaik Ini Dijamin Bikin Kamu ‘Melek’ Finansial

Nadiem Makarim sebagai Menteri Termuda dengan Ide Segar, Ini 5 Menteri Muda Lain dari Seluruh Dunia

Investasi di Perfilman Indonesia dengan Patungan Rp10.000 Aja, Mau?

Bantu Atasi Defisit Anggaran, Iuran BPJS Alami Kenaikan 100%