Harga Emas Spot Minggu ini Naik 0.86% menjadi Rp.930.802

Uang blog-image

Sep 11, 2020

Minggu ini harga emas spot mengalami kenaikan 0,86% menjadi $ 1,957.2 atau setara Rp.930.802. Hal ini terjadi di tengah ketidakpastian berlanjut mengenai pemulihan ekonomi di seluruh dunia dengan turunnya saham. Saham AS membatasi kerugian pada emas dan dolar yang kuat.

Lambatnya Pemulihan Ekonomi AS

Pada Senin pagi, harga emas spot naik tipis 0,10% menjadi $ 1.936,30. Kekhawatiran investor akan pemulihan ekonomi global dari COVID-19 kembali meningkat. Hal ini terjadi setelah data ekonomi yang lemah dari AS dirilis.

Kenaikan logam kuning ini didahului oleh performa minggu lalu yang berakhir dengan catatan bearish. Data ketenagakerjaan AS menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan. Dolar AS pun naik dan juga karena tingkat pengangguran turun dari 10,2% menjadi 8,4%. Namun, pada hari Senin, lebih banyak data yang dirilis menunjukkan  perlambatan lebih lanjut. Data yang dimaksud adalah pertumbuhan lapangan kerja dan peningkatan kehilangan pekerjaan permanen di AS. Ini pun memicu kekhawatiran atas lanjutnya pemulihan.

Perkembangan Ekonomi Negara di Dunia

Sementara itu, China juga merilis data bea cukai untuk Agustus. Laporan ini menunjukkan bahwa ekspor meningkat 9,5% tahun-ke-tahun, lebih baik dari peningkatan 7,2% di bulan sebelumnya. Tetapi, impor turun 2,1% tahun-ke-tahun, lebih besar dari 1,4% penurunan di bulan Juli. Ini berarti neraca perdagangan sebesar $ 58,39 miliar, lebih rendah dari angka $ 62,33 miliar untuk bulan Juli, tetapi melampaui perkiraan sebesar $ 50,50 miliar.

Lebih banyak data yang dirilis pada hari Selasa mengungkapkan ketidakpastian pemulihan ekonomi di bagian lain dunia. Hal ini mendukung kenaikan dolar. Tetapi di sisi lain juga membatasi penurunan emas sebesar 0,14%, dan emas bertahan di level $ 1.931,45.

Kontraksi PDB 28,1% tahun-ke-tahun pada ekonomi Jepang untuk kuartal kedua juga membantu membatasi kerugian untuk emas. Data output industri Jerman yang lebih rendah dari perkiraan juga menunjukkan bahwa Eropa mungkin menghadapi pemulihan yang kurang cepat dari yang diantisipasi.

Harga Emas Spot didukung Aksi Jual Saham

Pada sesi hari Selasa, harga emas spot mencapai puncak $ 1.947,70 dan kemudian mencapai level terendah di $ 1.914.55. Lalu, emas mampu membuat pemulihan dengan kenaikan 0,32% menjadi $ 1.937,05 keesokan paginya. Ini merupakan dampak dari aksi jual di pasar saham AS yang mengalihkan investor pada emas safe-haven.

Pasar AS jatuh pada hari Rabu dan pasar Asia mengikuti penurunan tersebut di sesi perdagangan pagi. Saham teknologi besar menandai penurunan dengan rekor penurunan untuk kedua kalinya di tengah sinyal beragam dari dolar yang lebih kuat.

Dolar naik karena para pedagang terus mengantisipasi keputusan kebijakan terbaru Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan dirilis Kamis. Investor khawatir dengan keadaan pound setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson membuat pernyataan agresif. Ini memberikan ketidakpastian Brexit lebih lanjut dengan laporan dari Inggris yang berencana untuk melanggar hukum internasional.

Dukungan Jangka Panjang untuk Emas

Analis di ED&F Man Capital Markets Edward Meir percaya emas akan memiliki dukungan jangka panjang karena “semua bank sentral berada dalam posisi yang sama; mereka harus terus mencetak uang, terus melonggarkan kebijakan, untuk melawan kejatuhan yang kita hadapi. ”

Di hari Rabu, emas telah meningkat lebih dari 27% untuk perhitungan tahun ini. Bank sentral di seluruh dunia mengeluarkan stimulus luar biasa ke pasar. Emas dilihat sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang untuk menanggapi kerusakan ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19.

Akhir Minggu

Pada Kamis pagi, harga spot emas naik tipis 0,06% menjadi $ 1,956. Semalam sebelumnya, harga emas naik dengan sangat cepat. Hal ini disebabkan oleh melemahnya dolar dan situasi pasar saham yang tidak stabil.

Rally pada saham teknologi AS telah mendorong harga emas dari level $1.927,20 ke level tertinggi di malam sebelumnya di $1.959,35. Selain itu, emas juga didukung oleh dolar AS yang tergelincir dari nilai tertinggi empat minggu setelah ECB menyatakan kepercayaannya pada prospek pemulihan Uni Eropa.

Pengumuman dari ECB akan dirilis hari Jumat ini dan the Fed juga telah menyatakan dukungan berkelanjutan mereka untuk ekonomi. Seorang analis dari ANZ mengatakan dalam sebuah catatan bahwa “banyak uang beredar, suku bunga yang lebih rendah dan ketidakpastian makro harus mendukung investasi emas [dan karena] permintaan fisik pulih, kami lihat harga emas mencapai $ 2.300 / oz tahun depan.” Apakah kamu juga memiliki horizon investasi jangka panjang?

Simak Juga:

Analisa Emas Minggu Ini: Harga Emas Mencapai Rp.927,798

Pergerakan Harga Emas di Indonesia, Apa Saja yang Mempengaruhinya?

Selain Inflasi, Apa Saja yang Pengaruhi Harga Emas? Cek 4 Faktor Lainnya!

Bantu kami membangun aplikasi investasi yang sesuai untukmu

Unduh aplikasi Pluang di iOS atau Android dan bergabunglah bersama lebih dari 800.000+ orang yang telah merubah cara mereka berinvestasi.

google-play apple-store