Mengenal Eric Yuan, Pendiri Zoom dan Kontroversi Privasi Penggunanya

May 13, 2020

Kamu mempraktikkan Work From Home (WFH) karena wabah COVID-19? Tentu kamu sudah tak asing lagi dengan aplikasi zoom. Ini karena piranti lunak yang dikembangkan miliarder Eric Yuan ini adalah salah satu piranti telekonferensi yang paling populer digunakan saat WFH.

Dalam tiga bulan terakhir aplikasi zoom besutan Eric Yuan menjadi sangat populer. Ini berimbas pada makin tebalnya kantong Eric Yuan sang pendiri dan CEO.

eric yuan
Sumber: CNBC

Karena popularitas aplikasi zoom meledak, Eric Yuan masuk dalam 178 pendatang baru orang terkaya menurut catatan Forbes. Kekayaan pria berusia 49 tahun itu melonjak 112% menjadi USD 7,57 M dalam tiga bulan terakhir.

Ini luar biasa mengingat sepanjang tiga bulan terakhir seluruh dunia sedang mengalami krisis ekonomi akibat adanya pandemi COVID-19.

Menurut laporan Business Insider, kekayaan Eric Yuan ini diperoleh dari peningkatan harga saham aplikasi zoom yang berada di bursa saham Amerika Serikat. Harga saham aplikasi zoom yang tadinya di bawah USD 70 per saham naik drastis menjadi USD 150 per saham.

Baca juga: Sudah Mulai Bosan WFH? Ini 5 Trik Santuy Menghadapi COVID-19

Zoombombing: mengenal Eric Yuan sang miliader pendiri aplikasi zoom

eric yuan
Sumber: Glass Door

Eric Yuan adalah pria imigran yang berasal dari Shandong, China. Ia memperoleh gelar sebagai sarjana matematika terapan dan juga gelar master dalam bidang teknik.

Sebelum mendirikan perusahaan yang membuat aplikasi zoom, Eric Yuan pernah bekerja selama empat tahun di Jepang tepat setelah ia lulus kuliah. Ia kemudian pindah ke California dan bekerja untuk sebuah startup internet di Silicon Valley.

Eric Yuan memulai startup konferensi zoom saat ia dulu masih duduk di bangku kuliah di China. Ada kisah menarik kenapa Yuan ingin membuat aplikasi konferensi video. Ini bermula dari hubungan jarak jauh antara Eric Yuan dan pacarnya saat di China.

“Saya hanya bisa melihatnya (pacar Eric Yuan) dua kali setahun dan butuh lebih dari 10 jam untuk sampai ke sana dengan kereta api. Usia saat itu sangat muda, 18 atau 19 tahun, dan saya berpikir akan sangat luar biasa jika ada perangkat yang hanya mengklik tombol saja sudah bisa melihat dan berbicara dengannya,” ujar Eric Yuan seperti dikutip dari Forbes.

Singkat cerita, dibuatlah Zoom. Dalam kurun waktu sembilan tahun lamanya Eric Yuan membangun startup konferensi video yang bernilai USD 35 M ini.

Di luar segala kisah sukses Zoom dan kekayaan Eric Yuan yang tiba-tiba membludak, ada banyak kisah miring mengiringinya.

Kamu mungkin juga sudah mendengar kabar ini, kan. Kontroversi yang melingkupi aplikasi zoom adalah seputar privasi. Banyak pihak meragukan keamanan aplikasi zoom.

Baca juga: Hindari Boros, Yuk Hitung Berapa Banyak Kamu Bisa Hemat dari WFH?

Kontroversi keamanan dan privasi aplikasi zoom

Eric Yuan barangkali tidak pernah menyangka bahwa akan ada fenomena zoombombing menghantui Zoom besutannya.

Menurut beberapa pakar keamanan internet, ada banyak celah keamanan dalam aplikasi zoom. Ini yang menjadikan seorang peretas dapat melakukan zoombombing di mana sang peretas dapat masuk tanpa izin ke dalam sebuah konferensi video yang tengah berlangsung.

Yang bikin miris adalah, para peretas biasanya melakukan zoombombing ke Zoom dengan cara memasukkan konten pornografi ke sebuah sesi konferensi video yang tengah berlangsung.

Maraknya praktik zoombombing bikin Eric Yuan berang. Ia dan perusahaannya kemudian bertekad menuntaskan masalah keamanan aplikasi zoom, dan mengumumkan pada Kamis (2/4) akan menghentikan pembaruan fitur aplikasi zoom selama 90 hari untuk fokus pada keamanan.

Kontroversi lain yang melingkupi Zoom adalah perkara privasi data para penggunanya. Santer terdengar kabar bahwa tanpa seizin pengguna, aplikasi zoom mengirimkan data para pengguna ke situs jejaring pertemanan Facebook.

Kekhawatiran keamanan dan privasi dalam aplikasi zoom telah membuat sejumlah pihak khawatir. Beberapa sekolah di Amerika Serikat melarang penggunaan zoom untuk kelas daring.

Perusahaan antariksa milik Miliader Elon Musk, SpaceX juga melarang karyawannya menggunakan aplikasi zoom.

Baca juga: Tetap Bugar Kala Pandemi, Ini 3 Cara Simpel untuk Olahraga #dirumahaja

Eric Yuan tegaskan ia inginkan Zoom meningkatkan kapasitas keamanan dan privasi pengguna

Biro investigasi federal Amerika Serikat FBI mengeluarkan peringatan tentang celah keamanan dan privasi data dalam aplikasi bikinan Eric Yuan ini.

Dilansir The Intercept, Zoom tidak sepenuhnya aman karena ia tidak didukung dengan teknologi end-to-end encryption (enkripsi ujung-ke-ujung).

Menanggapi kontroversi celah keamanan aplikasi Zoom, Eric mengaku bahwa saking cepatnya perusahaan yang ia miliki berkembang, ada beberapa kesalahan yang tidak mereka sadari.

“Kami berkembang terlalu cepat dan kami salah langkah,” kata Eric dalam sebuah wawancara dengan Brian Stelter dari CNN, seperti dilansir dari The Verge.

“Kami ingin Zoom menjadi perusahaan yang mengutamakan privasi dan keamanan,” imbuh Eric Yuan.

Setelah kamu menyimak kisah Zoom dan Eric di atas, apakah kamu masih akan menggunakan aplikasi zoom untuk konferensi video? Atau kamu mau menggunakan alternatif aplikasi lain semisal Jitsi? 

Kalau masih menggunakan aplikasi zoom, semoga Eric Yuan dan timnya segera memperbaiki keamanan Zoom, ya.

Sumber: CNBC Indonesia, Tirto, Sukabumi Update

Simak juga:

Psst.. Ini 5 Rahasia Sukses Warren Buffett, Tokoh Investasi Paling Sukses di Dunia

Laundromat, Film Netflix yang Bongkar Pengaruh Panama Papers pada Hidup Orang Kaya

Mencoba Peruntungan di 7 Negara dengan Gaji Tertinggi di Dunia, Minat?

Ada Nggak Sih Pajak Penjualan Emas Batangan dan Bagaimana Perhitungannya?

Berpenghasilan Lebih Besar dari Laki-laki, Ini Caranya Jadi Wanita Karier Sukses!