Bekraf Ditiadakan di Era Jokowi Jilid II, Apa Pengaruhnya Bagi Industri Kreatif?

Nasional

Oct 24, 2019

Ekonomi kreatif dan industri kreatif sedang berkembang pesat di Indonesia. Berbagai inisiatif dikembangkan pada 2019.

Bahkan, ada rencana untuk membawa ekonomi kreatif Indonesia ke World Expo 2020 untuk menunjukkan kekayaan industri kreatif negara ini.

Wilayah ekonomi kreatif di masa mendatang memang perlu perhatian lebih serius. Diperkirakan sekitar 52,6 juta pekerjaan akan hilang dan digantikan dengan 3,7 juta jenis pekerjaan baru.

Jenis pekerjaan pengganti ini lebih ditopang oleh bidang yang berkaitan dengan dunia digital dan komputerisasi.

Presiden Jokowi positif mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia agar dapat bersaing secara global. Ia melihat betapa produk industri kreatif Indonesia juga mampu bersaing di pasar global.

Langkah baru sektor ekonomi kreatif dan industri kreatif Indonesia setelah Bekraf ditutup dan dilebur dalam Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif…

Namun, langkah mengejutkan diambilnya dalam penentuan kabinet menteri periode 2019-2024. Ia menggabung dua industri besar, pariwisata dan ekonomi kreatif, menjadi satu. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang dibentuk semasa periode pertama Jokowi pun ditutup.

ekonomi kreatif dan industri kreatif
Light Bulb Ideas Creative Diagram Concept

Dengan demikian, fungsi-fungsi Bekraf akan dialihkan ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Padahal, banyak pelaku industri kreatif mendukung Jokowi dengan harapan Bekraf dipertahankan.

Badan ini didirikan pada 20 Januari 2015, melalui Peraturan Presiden No. 6 Tahun 2015 tentang Badan Ekonomi Kreatif. Tugasnya adalah bertanggung jawab untuk perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

Baca juga: Perkara Saham hingga Krisis Ekonomi, Ini 7 Rekomendasi Film Terbaik Soal Keuangan

Kerja-kerja dalam Bekraf

Badan ini berada satu level di bawah kementerian. Dengan 16 sub-sektor dan PDB 2018 sekitar 1,1 triliun rupiah, Bekraf berfungsi memperkuat sektor ekonomi kreatif terutama demi melindungi karya kreatif seniman Indonesia.

Deputi Bekraf dalam 16 subsektor UMKM ini melibatkan urusan riset edukasi dan pengembangan, akses pemodalan, pemasaran, fasilitas HAKI, direktorat hubungan antar lembaga dan wilayah, serta bagian infrastruktur.

Bidang kreatif yang diatur meliputi aplikasi dan game, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, film, fashion, animasi video, penerbitan, fotografi, hingga kriya dan kuliner.

Kegiatannya selama ini ialah membantu memberikan bantuan dana, mendaftarkan hak paten gratis, mendukung bantuan hukum, dan mendaftar hingga 8,2 juta UMKM di Indonesia.

Triawan Munaf, mantan Kepala Bekraf, menyebut tiga industri kreatif yang punya nilai tinggi tapi masih kurang difasilitasi. Selama kepemimpinannya, Bekraf melangsungkan 700 agenda baik di dalam maupun luar negeri.

Ia juga mengatakan pemerintah telah menyusun rencana induk pengembangan ekonomi kreatif nasional, dengan roadmap antara pusat dan daerah untuk memajukan bidang ekonomi kreatif.

Baca juga: Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

Inovasi ekonomi kreatif di bidang yang paling diminati masyarakat global

Selain produk fashion dan kuliner, sektor kerajinan tangan Indonesia juga mendapat penilaian positif. Berbagai pernak-pernik dan kerajinan kriya digemari oleh pasar global.

Tiga sektor ini memang adalah sektor kreatif Indonesia yang paling berpengaruh di pasar global.

Pada 2017 saja, sektor kreatif ini menyumbang 990 juta rupiah dan tenaga kerja sebanyak 17,4 persen. Pada 2019, sekitar 898 UMKM dibina dengan mitra Bank Indonesia.

Di antara 91 UMKM itu, pasar ekspor mendulang hasil sebanyak 1,4 triliun dalam satu tahun terakhir. Sekitar 355 UMKM tersebut memanfaatkan platform digital dan 173 UMKM memperoleh bantuan dari perbankan.

Inovasi ekonomi kreatif dan industri kreatif Indonesia ini didukung oleh banyak platform digital baru yang berkembang hari ini. Ini meliputi inovasi pada fasilitas transaksi pembayaran juga pencatatan penjualan.

Tentu, di tangan pejabat dan nomenklatur kementerian yang baru, urusan ekonomi kreatif ini memerlukan kerja keras lebih banyak pihak. Terutama, terkait integrasi kerja-kerja di Bekraf sebelumnya pada Kemenparekraf.

Sumber: Money Smart, Kompas – Keuangan, CNN Indonesia, Moka – Blog

Simak juga:

Niat Jadi Kolektor Lukisan Pemula? Ketahui Dulu Risiko Investasinya di Sini!

Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!