3 Jenis Modal Usaha, Dasar-dasar Financing Bisnis untuk Pemula

Serba-serbi

Jul 06, 2020

Sejumlah cara bisa kamu lakukan untuk mengumpulkan modal bisnis. Berikut ini berbagai strategi untuk cari modal usaha, lengkap dengan informasi kelebihan dan kekurangan dari masing-masing strategi.

Pembiayaan bisnis alias business financing menentukan jalannya bisnis dalam jangka panjang. Banyak perusahaan besar yang bahkan terus mencari suntikan dana untuk memenuhi target jangka pendek.

Bagi usaha kecil dan menengah, menemukan strategi memperoleh modal bisnis terbilang sangat penting. Salah memilih strategi atau cara untuk cari modal usaha bisa menggagalkan perencanaan usaha yang sudah dirancang.

Demi menghindari kegagalan pertumbuhan usaha karena salah strategi ini, kamu perlu mempelajari sejumlah cara untuk cari modal usaha. Sejumlah cara berikut ini tepat diterapkan untuk pembiayaan bisnis skala kecil.

Beberapa cara di antaranya lewat pembiayaan utang (debt financing), pembiayaan ekuitas (equity financing), dan modal mezzanine (mezzanine capital). Di bawah ini penjelasan kekurangan dan kelebihan masing-masing strategi cari modal usaha ini.

Baca juga: Catat! Ini 4 Pertanyaan Dasar untuk Tentukan Strategi Investasi

#1 Cari modal usaha melalui pembiayaan utang (debt financing

Debt financing atau pembiayaan utang adalah mekanisme pendanaan usaha lewat jalur pinjaman (utang) yang diperoleh melalui pihak lain ataupun pendanaan internal.

Ini artinya, dana bisa diperoleh lewat berbagai platform dan mengundang publik untuk mendanai ataupun kamu patungan dengan rekan-rekanmu untuk mendirikan usaha itu.

Bila kamu memutuskan untuk mengajukan pinjaman modal kerja usaha dari bank, pihak bank akan memeriksa kelayakan kredit pribadimu lewat sistem informasi debitur yang dikelola di Bank Indonesia (SID Bank Indonesia/SLIK).

Mereka akan melakukan analisis yang dikenal dengan 5C’s of credit; character, capacity, capital, collateral, dan condition dari debitur. Karena itu, sebelum mendaftarkan pinjaman, pastikan kelengkapan catatan bisnismu sudah lengkap dan terorganisir.

Selain meminjam dengan cara konvensional, penerbitan obligasi merupakan bentuk memperoleh utang (debt financing) yang paling populer di antara banyak bentuk cari modal usaha lainnya, selain tagihan, pinjaman bank, ataupun wesel.

Pihak yang memberi pinjaman akan berstatus sebagai kreditur. Nantinya, kamu perlu memenuhi pengembalian utang yang diberikan, baik pokok utang maupun bunganya, kepada kreditur.

Keunggulan & kekurangan pembiayaan utang

Keunggulan

  • Lembaga pemberi pinjaman tidak memiliki kendali atas bagaimana kamu menjalankan perusahaanmu.
  • Setelah kamu membayar kembali pinjaman, hubunganmu dengan pemberi pinjaman berakhir. Jadi, statusmu hanya untuk cari modal usaha dari mereka.
  • Pembayaran bulanan serta rincian kredit adalah biaya yang tercatat secara akurat sehingga kamu bisa menentukan perkiraan pendanaan secara akurat pula.

Kekurangan

  • Menambahkan pembayaran utang ke pengeluaran bulananmu mengasumsikan kamu selalu memiliki aliran modal bisnis yang masuk untuk memenuhi semua pengeluaran usaha. Artinya, usaha yang dijalankan tersebut perlu disiplin untuk membayar pinjaman dan bunga setiap bulannya dengan tepat waktu.
  • Pinjaman untuk usaha skala kecil dapat melambat secara substansial selama periode resesi ekonomi. Dalam masa-masa ketika ekonomi lebih sulit, akan sulit untuk menerima pembiayaan utang kecuali kamu sangat memenuhi syarat.

Baca juga: Hindari Prediksi Keliru atas Gerak Pasar, Coba 5 Cara Ini Agar Cuan Maksimal

#2 Memperoleh modal usaha lewat pembiayaan ekuitas (equity financing)

Cari modal usaha dengan jalan pembiayaan ekuitas umumnya berasal dari investor, atau sering disebut “kapitalis ventura” (venture capitalist) atau “investor malaikat” (angel investor).

Pemodal ventura umumnya adalah perusahaan, alih-alih individu. Modal bisnis diberikan secara langsung. Firma mereka memiliki mitra, tim pengacara, akuntan, dan penasihat investasi yang menerapkan uji tuntas pada setiap investasi potensial.

Perusahaan modal ventura berurusan dengan investasi besar (USD 3 juta atau lebih) dan karena itu prosesnya lambat dan kesepakatannya kerap rumit.

Sebaliknya, angel investor umumnya adalah orang-orang kaya yang ingin menginvestasikan sejumlah uang ke dalam satu produk. Cari modal usaha dengan jalan ini umumnya cocok untuk pengembang perangkat lunak (software developer) yang ingin mendanai pengembangan produk mereka.

Penting untuk dicatat, umumnya jika usaha berakhir bangkrut, pengusaha tidak akan berutang apa pun kepada investor. Sebagai pemilik bagian dari bisnis, mereka hanya kehilangan investasi saja.

Keunggulan & kekurangan pembiayaan ekuitas

Keunggulan

  • Keuntungan terbesar adalah kamu tidak perlu membayar kembali dana yang diberikan. Jika bisnis bangkrut, uang mereka hilang bersama dengan perusahaan.
  • Kamu tidak perlu melakukan pembayaran bulanan. Karena itu, akan ada lebih banyak dana tersedia untuk biaya operasional.
  • Investor mengerti bahwa butuh waktu untuk membangun bisnis. Kamu akan memperoleh uang yang dibutuhkan tanpa tekanan.

Kekurangan

  • Tuntutan dari investor terbilang tinggi. Melibatkan penyerahan kepemilikan sebagian dari perusahaan tentu mengartikan ada semakin banyak yang diinginkan investor darimu. Kamu mungkin harus memberikan 50% atau lebih dari perusahaanmu.
  • Kamu harus berkonsultasi dengan investor sebelum mengambil keputusan. Perusahaanmu bukan lagi milikmu sendiri.

Baca juga: Tren Borong Saham Anak Muda, Incar Saham Undervalued Saat Ekonomi Rebound

#3 Cari modal usaha dari modal mezzanine

Pembiayaan dengan model modal mezzanine menggabungkan fitur terbaik dari pembiayaan ekuitas dan pembiayaan utang. Kerap, ini berarti tidak ada struktur atau template yang ditetapkan untuk jenis pembiayaan bisnis ini.

Model ini memberikan lembaga pinjaman hak untuk mengubah pinjaman menjadi bunga ekuitas di perusahaanmu jika kamu tidak membayar kembali pinjaman tepat waktu atau secara penuh.

Keunggulan & kekurangan pembiayaan ekuitas

Keunggulan

  • Jenis pinjaman ini cocok untuk perusahaan baru yang sudah menunjukkan pertumbuhan. Bank enggan memberikan pinjaman kepada perusahaan yang tidak memiliki data keuangan yang sudah jelas.
  • Dalam cara cari modal usaha mezzanine, modal diperlakukan sebagai ekuitas pada neraca perusahaan.
  • Modal seringkali diberikan dengan sangat cepat dengan sedikit uji tuntas.

Kekurangan

  • Kupon atau bunga yang diterapkan kerap lebih tinggi. Karena risiko tinggi, pemberi pinjaman umumnya menghendaki pengembalian hingga 20-30%.
  • Sama seperti pembiayaan ekuitas, ada risiko besar bagi pengusaha kehilangan sebagian besar perusahaan.

Sumber: Investopedia, Otoritas Jasa Keuangan

Simak juga:

Jadi “Cewek Keren” dengan Menghapus Gaya Hidup Boros

Tujuh Langkah Mencapai Kebebasan Finansial

Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

Menabung Asyik dengan 5 Cara Fun Ini, yuk!

Menikah vs Beli Rumah, Mana yang Harus Didahulukan?