Perjanjian Dagang AS-Tiongkok Fase 1, Bursa Saham Asia dan IHSG Menguat

Jan 14, 2020

Bursa saham hari ini tunjukkan mayoritas bursa Asia menguat pada awal pekan. Indeks Hang Seng, Taiex, Kospi, ASX, Straits Times, hingga FTSE Malaysia menguat. Penguatan ini prediksikan bursa saham Asia jadi rekomendasi saham hari ini.

Akan tetapi, kenaikan bursa saham Asia ini berhenti di dekat posisi tertingginya selama 19 bulan jelang penandatanganan kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok fase 1 pada Rabu (15/1).

bursa saham hari ini
President Donald J. Trump joins Xi Jinping, President of the People’s Republic of China, at the start of their bilateral meeting Saturday, June 29, 2019, at the G20 Japan Summit in Osaka, Japan. (Sumber: Official White House Photo by Shealah Craighead)

Bursa Asia membaik, investor dianjurkan ambil saham Bluechip

Sementara itu, bursa Shanghai justru terkoreksi 0,21%. Bursa saham hari ini cenderung bervariasi di bursa Asia. Adapun, lantaran kesepakatan dagang, para investor dianjurkan rekomendasi saham hari ini untuk ambil saham bluechip.

Bagaimanapun, peningkatan bursa saham Asia secara umum tunjukkan fokus investor pada penandatanganan kesepakatan AS-Tiongkok fase 1 ini.

Secara umum pada bursa saham Asia, urusan geopolitik ini bantu dorong indeks Hang Seng untuk naik 133,47 poin atau 0,47, Taiex naik 21,54 poin atau 0,18%, Kospi naik 13,10 poin atau 0,59%, Straits Times naik 10,38 poin atau 0,32%, dan FTSE Malaysia naik 1,72 poin atau 0,11%.

Baca juga: Iran Serang Markas AS di Irak, Picu Kenaikan Harga Emas Dunia

Kesepakatan dagang AS-Tiongkok dan pengaruh atas bursa saham hari ini

rekomendasi saham hari ini
President Trump Talks Trade with the Vice Premier of the People’s Republic of China, Liu He, 2018
(Sumber: Wikimedia Commons)

Perang dagang antara AS dan Tiongkok telah berlangsung sejak 2018 lalu. Kesepakatan damai akhirnya dicapai pada Desember 2019.

Penandatanganan perjanjian damai perang dagang fase 1 antara AS dan Tiongkok pada 15 Januari nanti menarik perhatian investor pasar modal.

AS memastikan komitmen Tiongkok terhadap kesepakatan dagang fase 1 tidak berubah selama proses penerjemahan dokumen yang akan diteken di Washington ini.

Gedung Putih telah menyebar sekitar 200 undangan untuk seremoni penandatanganan kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok.

Pertumbuhan ekonomi global tampak akan diuntungkan oleh penandatanganan perjanjian fase 1 ini. Sejauh ini, perjanjian setebal 86 halaman ini belum dipublikasikan. Ini lantaran masih ada keraguan mengenai seberapa komprehensif kesepakatan tersebut.

Soal apakah kedua pihak akan menjalankan kesepakatan tersebut juga masih menjadi penghambat eksekusi kesepakatan ini.

Bagaimanapun, Washington menyatakan mereka berhak memberlakukan kembali tarif jika menilai Tiongkok tidak mematuhi kesepakatan.

Baca juga: Trump Tunda Kesepakatan Dagang AS-Tiongkok hingga November 2020, Rupiah Menguat

Rekomendasi saham hari ini: lirik saham bluechip jelang kesepakatan dagang

bursa saham hari ini

Kesepakatan dagang AS-Tiongkok diprediksi akan jadi sentimen positif bagi Indeks Harga Saham Gabung (IHSG). Selain itu, ketidakpastian ekonomi dunia diyakini bakal berkurang dengan meredanya perang dagang sebagai dampak lanjutan perjanjian tersebut.

Dalam situasi ini, pelaku pasar tampaknya perlu mengamankan saham bluechip dari bursa saham hari ini. Mengoleksi saham bluechip atau saham dengan nilai kapitalisasi besar adalah rekomendasi pembelian saham hari ini.

Saham-saham dalam daftar LQ45 seperti PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT United Tractors Tbk (UNTR) adalah saham rekomendasi sekuritas untuk diamankan jelang kesepakatan dagang nanti.

Sejauh ini, saham TLKM sumbang kenaikan 0,51 persen dan UNTR menguat 4,34 persen sementara ASII melemah 0,73 persen pada closing price pekan lalu.

Bagaimanapun, penguatan IHSG biasanya didorong oleh saham-saham bluechip. Karenanya sentimen dari AS-Tiongkok nantinya mula-mula akan mengerek harga saham bluechip lebih dulu sebagai imbas positif IHSG secara keseluruhan.

Para pelaku pasar lokal dan asing juga umumnya lebih percaya dengan saham bluechip ketimbang saham lapis dua ataupun saham lapis tiga. Ini lantaran analisis fundamental maupun teknikal saham bluechip biasanya lebih stabil.

Baca juga: Trump Klaim Tiongkok Lebih Butuh Berdamai, Harga Emas Antam Naik Tipis

Sentimen kesepakatan dagang AS-Tiongkok juga pengaruhi saham lapis dua dan tiga

saham

Secara umum, kinerja mayoritas perusahaan tunjukkan pembukuan penurunan laba bersih pada kuartal III 2019. Keuntungan ASII turun 7 persen dari Rp17,07 T ke Rp 15,86 T. Begitu pula UNTR, turun 4,85 persen, dari Rp9,07 T menjadi Rp8,63 T.

Sementara itu, TLKM berhasil mengerek laba bersih sebesar 15,6 persen dari Rp14,23 T menjadi Rp16,45 T. Sentimen dari rencana penandatanganan kesepakatan damai dagang antara AS dan Tiongkok tetap ampuh memperkuat saham ketiga perusahaan tadi hanya dalam waktu sepekan.

Di sisi lain, saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) juga berpeluang menanjak pekan ini. Kenaikan harga komoditas batu bara akan jadi sentimen positif untuk emiten ini.

Dalam sepekan terakhir, harga batu bara menguat 6,69 persen, kenaikan sebesar 2,92 persen jadi USD 74,12 per metrik ton.

Ini mendorong penguatan sektor pertambangan di IHSG hingga 2,3 persen sepanjang pekan lalu, dibandingkan mayoritas indeks sektor lain yang melemah.

Harga saham ADRO meningkat 3,68 persen ke level Rp1.550 per saham. Adapun, kenaikan ini masih diprediksi belum terlalu tinggi, dan karenanya kesepakatan dagang akan beri sentimen positif pada kenaikan harga saham ini.

Jadi, melihat kecenderungan sentimen positif ini, akankah kamu amankah saham bluechip dari bursa saham hari ini?

Sumber: Kontan, CNN Indonesia, CNBC Indonesia, Katadata

Simak juga:

Dibanderol Rp1,5 Juta per Kg, Kinmemai Premium Jadi Beras Temahal di Dunia

Psst.. Ini 5 Rahasia Sukses Warren Buffett, Tokoh Investasi Paling Sukses di Dunia

Laundromat, Film Netflix yang Bongkar Pengaruh Panama Papers pada Hidup Orang Kaya

Mencoba Peruntungan di 7 Negara dengan Gaji Tertinggi di Dunia, Minat?