Mau Buka Usaha Kecil, Berapa Sih Modalnya?

Jun 22, 2020

Tentu berapa banyak modal usaha untuk bisnis skala kecil akan bergantung pada jenis bisnis, siklus operasi, dan tujuan bisnis tersebut. Karena itu, jika kamu baru merencanakan bisnismu, ketahui bagaimana mengelola bisnis yang menguntungkan dengan modal kecil berikut ini.

Umumnya orang mengira bahwa perusahaan besar langsung jebret berdiri dengan modal usaha yang juga sangat besar. Kenyataannya, perusahaan terkenal seantero dunia sekalipun awalnya dimulai dari rintisan juga.

bisnis yang menguntungkan dengan modal kecil

Jika ingin mengelola bisnis yang menguntungkan dengan modal kecil, dan perlahan menumbuhkannya, rencanakanlah modal usaha yang diperlukan sebelum memulai.

Tak jarang, pemilik usaha kaliber nasional dan internasional pun sebenarnya mengawali bisnis mereka dari modal minim atau bahkan nol. Beberapa perusahaan besar yang bermula dari modal kecil ini pasti sudah sering kamu dengar namanya:

PT ASI Pudjiastuti, bisnis perikanan yang mengekspansi bisnis transportasi, Supermarket Kem Chicks milik Bob Sadino yang bermula dari usaha ternak ayam, atau PT Kalbe Farma yang bermula dari usaha produksi obat cacing di garasi mobil.

Jadi, sekalipun bermodal kecil, apa kamu siap untuk memulai petualanganmu di dunia bisnis?

Baca juga: Investasi Lebih Aman, Ketahui Cara Mengelola 7 Risiko Investasi Ini

Seberapa besar jumlah modal kerja atau modal usaha yang kamu perlukan?

Jumlah modal usaha yang diperlukan untuk menjalankan bisnis skala kecil tergantung pada jenis bisnis, siklus operasi bisnis, dan tujuan pemilik bisnis untuk skala pertumbuhan usahanya di masa mendatang.

Akan tetapi, tiap bisnis punya gerak berbeda. Bisnis skala menengah dan skala besar dapat bertahan kendati dengan modal usaha di level negatif lantaran mereka mampu mengumpulkan dana dengan cepat. Sedangkan, usaha kecil harus mempertahankan angka modal yang positif.

Modal usaha ini adalah uang tunai yang digunakan untuk menjaga operasional bisnis. Karena itu, memilih bisnis yang menguntungkan dengan modal kecil terbilang bijaksana untuk memulai usaha.

Kebutuhan modal usaha ini akan bergantung pada lini bisnis, pengadaan bahan baku, hingga perekrutan tenaga kerja. Sementara itu, bisnis jasa dapat beroperasi dengan mengandalkan biaya overhead yang lebih sedikit.

Secara teori, modal usaha atau modal kerja didefinisikan sebagai uang tunai dan aktiva yang mudah diuangkan untuk mendanai kegiatan operasional perusahaan sehari-hari. Dengan modal kerja, kamu bisa mengelola bisnis dan membuat keputusan investasi.

Rumus menghitung modal kerja adalah aktiva lancar dikurangi utang lancar (Modal kerja = aktiva lancar – utang lancar). Dengan menghitung modal kerja, kamu bisa menentukan apakah perusahaanmu mampu membayar kewajiban jangka pendeknya dan dalam waktu berapa lama.

Kelolalah modal kerja terkait persediaan dana, piutang dagang, dan utang dagang. Selain itu, pengusaha juga perlu menilai profitabilitas dan risiko yang timbul karena kekurangan atau kelebihan modal kerja.

Baca juga: Mengenal Compound Interest, Konsep Bunga Lipat Ganda dalam Investasi

Jenis bisnis yang menguntungkan dengan modal kecil, siklus operasi, dan tujuan manajemen

Bisnis tertentu membutuhkan modal kerja lebih tinggi daripada yang lain. Bisnis dengan inventaris fisik kerap membutuhkan modal kerja dalam jumlah cukup agar dapat berjalan lancar. Misalnya, bisnis eceran dan grosir ataupun produsen/pabrik.

Pabrik harus terus-menerus membeli bahan baku untuk menghasilkan inventaris di rumah, sementara pengecer dan grosir harus membeli inventaris awal untuk dijual ke distributor atau konsumen.

Sementara itu, banyak bisnis bersifat musiman, artinya bisnis jenis ini membutuhkan modal kerja yang sangat tinggi dalam musim-musim tertentu. Memikirkan bisnis yang menguntungkan dengan modal kecil juga perlu mempertimbangkan soal musim.

Misalnya, menjelang liburan tertentu, bisnis ritel seperti dept store ataupun toko kelontong harus meningkatkan inventaris dan kepegawaian untuk mengakomodasi pelanggan yang meningkat.

Bisnis yang menyediakan produk atau layanan jasa, seperti konsultan ataupun penyedia perangkat lunak online, umumnya membutuhkan modal kerja jauh lebih rendah.

Dengan begitu, artinya pelaku bisnis perlu mempertimbangkan siklus operasi. Idealnya, sebuah bisnis mampu membayar utang dalam jangka pendek dengan pendapatan dari penjualan.

Karena itulah, tujuan spesifik yang hendak dicapai perusahaan perlu dirumuskan sebagai faktor penting yang menentukan jumlah modal kerja yang dibutuhkan.

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

Sumber: Investopedia, Moneysmart, Wikihow

Simak juga:

Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!