Tertipu! Yosua Putra, Talent Investasi Bodong Binomo Ternyata Hidupnya Susah

Dec 04, 2019

Yosua Putra mengakui bahwa Binomo penipuan. Sebelumnya, ia sempat terlibat dalam publikasi iklan investasi bodong 2019 ini sebagai sosok fiktif bernama Budi Setiawan.

Dalam video yang viral di Youtube itu, Yosua mengaku sebagai trader profesional yang diuntungkan oleh aplikasi Binomo.

Sesumbar dalam video itu, “Jutaan orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka bisa menghasilkan USD 1.000 dolar per hari tanpa meninggalkan rumah dan Anda adalah salah satu dari mereka.”

investasi bodong 2019
Sumber foto: https://www.youtube.com/watch?v=lrP1MugUm4c

Iklan tawaran Binomo penipuan ini mengajak penontonnya untuk berinvestasi tanpa susah payah dan tinggal menunggu hasil yang nominalnya tidak masuk akal. Investasi bodong 2019 memang semakin marak dan menjadi-jadi.

Selain Binomo, OJK dan Bappebti telah menutup juga beberapa investasi bodong dalam forex, equity crowdfunding, investasi uang, money game, agen perjalan umroh, dan bahkan investasi perdagangan kebun kurma.

Baca juga: Bappebti Blokir Binomo, Broker Trading Online Ilegal yang Rugikan Masyarakat

Jadi, kalau bukan trader, siapa Yosua Putra yang terlibat dalam Binomo penipuan?

Telah terkonfirmasi bahwa Budi Setiawan yang tampil dalam video Youtube itu bukan seorang trader profesional. Ia diperankan oleh con artist bernama asli Yosua Putra.

Yosua sehari-hari berprofesi sebagai musisi, berperan sebagai additional drummer dalam bandnya dan untuk beberapa musisi besar Indonesia.

“Gue tinggal di Bali, lifestyle gue asyik di sana. Bangun, surfing, tinggal di kosan,” ceritanya tentang kesehariannya selain jadi drummer.

Dalam InserLIVE, dia menerangkan kosannya disewa Rp650 ribu sebulan dengan listrik jadi total Rp800 ribu. “Gue, tuh, susah, man!”

Hidup susah, jatuh bangun sebagai seniman, dia mengaku telah lama berkecimpung di bidang musik. Memainkan dari alat musik drum, yang didalaminya sejak di SMP.

Penggemar musik reggae dengan grup musik Steven Jam dan Steven & Coconut Treez mestinya bisa mengenali sosok Yosua. Karena ia membantu Steven, menemaninya saat manggung.

Baca juga: Janjikan Fixed Return, 6 Produk Reksadana Minna Padi Dibubarkan OJK

Syuting iklan Binomo di Rusia!

Siapa yang menyangka, syuting Binomo dilakukan di Rusia. Yosua menyanggupi tawaran pekerjaan itu karena ia mengakui sedang butuh duit untuk balik ke Indonesia.

Ketika ditawari, ia sedang berada di Rusia dengan kekasihnya. Sayangnya, dia tak punya duit untuk kembali ke Indonesia. Tak pelak, Yosua yang sebelumnya tak punya mimpi untuk terkenal karena iklan dan lebih memilih hidup dengan “lifestyle anak band Bali” itu menyanggupi tawaran iklan Binomo penipuan.

Tawaran berbujet gede itu langsung diambilnya demi ongkos kembali ke Indonesia. Untuk mengelabui penampilannya, ia sengaja membuat rambut belah pinggir agar tidak dikenali.

Untuk satu iklan investasi bodong 2019 itu, Yosua perlu take berulang kali demi hasil maksimal. Mulai dari jam 9 pagi dan selesai jam 8 malam, digarap di Rusia, video itu justru viral di dunia maya karena “tampilan nyeleneh” Yosua sebagai Budi Setiawan.

Siapa, sih, yang bakal percaya dandanan culun ala Budi Setiawan itu bisa menghasilkan hingga USD 1000 dolar per hari tanpa keluar kamar hanya dari investasi bodong?

Baca juga: Rugi hingga Puluhan Miliar, OJK Labeli Kampoeng Kurma sebagai Investasi Bodong

Binomo sebagai salah satu investasi bodong 2019 yang dinyatakan ilegal 

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan menyatakan Binomo sebagai produk investasi ilegal karena tidak berizin. Bappebti memblokir situs Binomo.com dan Binomo.net.

Pada 23 November, Binomo masih “berani tampil” dengan menghadirkan situs web Binomo.org kendati masih dalam pantauan Bappebti.

Sejak awal 2019, Bappebti telah blokir hingga 199 situs web entitas ilegal. Sebagian besar entitas ini menawarkan berbagai investasi bodong yang janjikan keuntungan tetap atau fixed income.

Angka yang dijanjikan umumnya di luar kewajaran dan bahkan menawarkan paket-paket investasi dalam paket silver, gold, hingga platinum kepada para korbannya.

Sumber: CNBC Indonesia, Kompas

Simak juga:

Naik Hanya 8,51%, Ini Alasan Serikat Buruh Tolak Kenaikan Upah Buruh yang Kecil

Di Tengah Perang Dingin Teknologi AS-Tiongkok, 5G Huawei Optimis Akan Meledak di Pasar

Perbankan Terimpit Persaingan Fintech, OJK Dukung Merger Bank di Indonesia