Bisa Bantu Saat Krisis, Ini 5 Trik Memulai Dana Darurat Tanpa Ganggu Cashflow

May 27, 2020

Apa itu dana darurat? Bagaimana cara mengumpulkannya? Dan seberapa efektifkah emergency fund?

Pandemi COVID-19 menjadi momen yang tepat untuk menelisik kembali cara kita mengatur keuangan. Ketidakstabilan ekonomi membuat kita sadar betapa pentingnya apa itu dana darurat dalam kehidupan kita. Terlebih bagi kalian yang sudah memiliki keluarga.

Having an emergency fund is a necessity! Sudah bukan waktunya lagi kita mempertanyakan apa itu dana darurat. Menyimpan dana darurat seharusnya sudah menjadi budaya kita.

Tujuan utama emergency fund adalah sebagai bumper dalam keadaan kritis seperti sekarang ini.

Mengingat apa itu dana darurat atau emergency fund dalam mengelola keuangan dapat membantu kita lebih bijak, lho!

Baca juga: Jangan Boros dengan Dana Daruratmu, Ini 5 Strategi Aman Hadapi Krisis

Stop bertanya apa itu dana darurat, mari mulai mengumpulkannya…

emergency fund

Dana darurat menjadi komponen kunci dalam setiap perencanaan keuangan yang baik.

Secara tidak langsung, apa itu dana darurat bisa diketahui dari perannya. Dana darurat adalah dana antisipatif untuk memenuhi kebutuhan hidup atau tujuan tertentu ketika keuangan kita sedang jatuh.

Mari kita bahas lebih dalam tentang manfaat dana darurat ini. Beberapa pakar keuangan dari Amerika Serikat menyarankan untuk mengumpulkan dana darurat untuk tiga hingga enam bulan pengeluaran bagi kalian yang single. Dan dana darurat sebesar sembilan hingga dua belas bulan pengeluaran bagi kalian yang sudah berkeluarga.

Mengapa kita harus mengumpulkan selama enam atau dua belas bulan? Hal ini karena kita harus mempersiapkan keadaan terburuk, misalnya setelah virus corona ini berlalu. Kita tidak tahu berapa lama perekonomian bisa kembali stabil. Jika kita berpikir lebih panjang, kita bisa sadar bahwa dana darurat selama enam atau dua belas ini relatif kecil jika dibanding dengan pengeluaran lain dalam sepuluh tahun terakhir.

Ada beragam produk keuangan yang bisa kalian manfaatkan untuk menyimpan dana darurat. Tabungan, deposito, emas, dan reksadana pasar uang adalah produk yang populer di masyarakat. Prinsipnya, produk keuangan tersebut harus mudah diambil, aman, serta tidak bersifat spekulatif.

Anggaplah dana darurat seperti asuransi. Ketika kalian sudah memilikinya, maka kalian harus menjaganya dengan sangat hati-hati.

Baca juga: Siapkan Dana Cadangan untuk Keadaan Darurat, Ini 6 Langkahnya

Lima trik memulai dana darurat tanpa merusak cashflow!

Menyisihkan apa itu dana darurat merupakan suatu tantangan di tengah banyaknya pengeluaran. Untuk itu, kita mesti memiliki strategi khusus untuk memulai emergency fund.

Berikut lima tips untuk mempersiapkan dana darurat tanpa mengacaukan flow keuanganmu!

#1 Ketahui kondisi keuanganmu

Membuat catatan tentang cashflow bisa membantu menentukan besaran dana darurat. Catatan ini akan memperlihatkan pengeluaran yang kita keluarkan, misalnya dalam sebulan. Dengan begitu, kita bisa mengidentifikasi pengeluaran mana saja yang bisa dipangkas dan menabungnya untuk dana darurat.

#2 Untuk tahu apa itu dana darurat, tentukan jumlah besaran dana yang kamu perlukan

Tentukan target atau tujuan dana daruratmu. Misalnya laptopmu sudah sering rusak dan kamu perlu membeli laptop baru seharga Rp10.000.000. Sedangkan kamu memiliki 5% hingga 10% untuk dana darurat setiap bulannya. Artinya kamu mesti melakukan perhitungan prediktif untuk membeli laptop dan menyesuaikan dana darurat untuk besaran tersebut. Tujuan dana darurat bisa terdiri lebih dari satu, lho. Misalnya kamu bisa menambahkan biaya kesehatan, sekolah, dan kebutuhan keluarga lainnya dalam kebutuhan tersebut.

#3 Pisahkan rekening dana darurat dengan rekening lain

Membuka akun rekening baru khusus dana darurat menjadi cara jitu untuk menjaga uang tetap aman. Dengan begitu, kalian bisa membagi budget tanpa tercampur satu dengan yang lainnya. Tipsnya, carilah institusi perbankan yang memiliki biaya administrasi bulanan rendah dan bebas saldo minimal saat pertama kali membuka rekening.

#4 Awali secara perlahan

Mengawali suatu kebiasaan baik memang susah. Tapi, jangan jadikan dana darurat sebagai kewajiban yang besar. Kita bisa memulainya dengan membiasakan diri dan dengan biaya yang rendah. Rutin dan konsistensi lebih penting daripada memikirkan besaran uang yang kita tabung setiap kalinya.

#5 Minimalkan pengeluaran

Catatan cashflow yang sudah kamu lakukan bisa membantumu menekan pengeluaran. Kita bisa melakukan evaluasi setiap minggu atau bulan. Kita bisa mencari alternatif produk tertentu yang lebih murah tanpa mengurangi manfaatnya. Misalnya, deterjen atau sabun cuci piring yang ada pun hadir dengan banyak sekali alternatif. Dengan lebih bijak memilih produk, kita bisa terbantu untuk menjadi less consumptive!

Menyenangkan, ya, jika kita bisa mengumpulkan dana darurat sekaligus memperbaiki gaya hidup! Hal ini menunjukan jika dana darurat bisa memiliki dampak yang lebih luas dalam hidup kita. Yuk, mulai menabung dana darurat untuk hidup yang lebih bijak!

Sumber: Investopedia, Finansialku, Koinworks

Simak juga:

Nggak Pakai Ribet, Begini Cara Praktis Top Up Kartu Flazz BCA-mu

5 Kesalahan Umum Menabung yang Wajib Kamu Hindari!

Jajal Peruntungan Bisnis Kuliner Online, Ini 7 Cara yang Bisa Kamu Coba

Enggak Semuanya Merugikan, Ini Lho Manfaat Kartu Kredit yang Perlu Kamu Tahu!

Jangan Dibiarkan, Stres di Tempat Kerja Harus Segera Ditangani dengan Cara Ini!