3 Sebab Tingginya Anggaran Pendidikan Indonesia

Kabar

Jul 15, 2019

Dewasa ini kita kerap mendengar bahkan mengalami sendiri tentang mahalnya Anggaran pendidikan di Indonesia. Ironisnya, inflasi biaya pendidikan rerata 15% – 20% tiap tahunnya. Angka ini melebihi inflasi di Indonesia selama 5 tahun terakhir dengan rata-rata 5,076%. Nah, untuk itu kita perlu tahu, nih, apa saja penyebab mahalnya biaya pendidikan di Indonesia.

3 sebab mahalnya Anggaran pendidikan Indonesia, antara lain:

1. Kurangnya Subsidi dari Pemerintah & Realisasi Anggaran pendidikan yang Tidak Sesuai UU No. 20 Tahun 2003

Mahalnya biaya pendidikan tak terlepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Ironisnya, penerapan ini kerap dimaknai sebagai mobilisasi dana saja.

Salah satu syarat untuk menjadi anggota komite sekolah adalah bahwa mereka berasal dari kalangan pengusaha. Peran dari komite sekolah yang sesungguhnya belum diaplikasikan secara optimal. Lalu, utang negara yang mencapai 35% – 40% dari APBN setiap tahunnya mengakibatkan komersialisasi pendidikan.

Dilansir dari situs berita Antara, Mohammad Nuh yang saat itu menjabat sebagai menteri bidang pendidikan dan kebudayaan menyatakan, “Pemerintah sudah menganggarkan 20% APBN untuk anggaran pendidikan Indonesia, namun ternyata masih ada tarikan-tarikan yang dimaksudkan menunjang tapi akhirnya membebani.”

Baca Juga: Cara Jitu Memilih Tabungan Pendidikan Anak

Setelah dikaji ulang, akhirnya anggaran pendidikan Indonesia hanya tersisa 2% – 5%% dari APBN. Kurangnya subsidi dari pemerintah seperti ini mengakibatkan orang tua peserta didik menanggung beban biaya pendidikan sebesar 63,35% – 87,75% dari total biaya pendidikan yang harus mereka bayarkan.

Misalnya saja, pembelian Lembar Kerja Siswa (LKS) dan buku-buku lainnya, serta keperluan sekolah lainnya. Beruntungnya kini sekolah negeri sudah digratiskan lewat program pendidikan dari pemerintah mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Meski demikian, sebagian masyarakat Indonesia yang masuk dalam kategori miskin masih kerap mengeluhkan biaya keperluan pendidikan yang mahal. Wajar saja hal ini terjadi, sebab Indonesia merupakan negara berkembang yang masih perlu membenahi banyak hal di segala bidang.

Lewat program pendidikan gratis 12 tahun ini, pemerintah berharap mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

2. Komersialisasi Pendidikan

Berbeda halnya dengan sekolah swasta, apalagi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang ada kaitannya dengan Cambridge atau International Baccalaureate. Mohammad Nuh menyatakan, “Ada dugaan biaya RSBI itu mahal karena adanya pengeluaran mahal dan itu ada kaitannya dengan kerja sama dengan lembaga internasional.”

Najeela Shihab, pendiri Sekolah Cikal yang menerapkan kurikulum internasional ini pun menyatakan bahwa “Sebenarnya untuk biaya mahal karena riset kurikulum internasional. Tapi, saya tidak bisa cerita dalam konteks yang lebih luas, karena kalau di Cikal sendiri cost yang paling utama adalah human resources atau gaji guru.”

Ia menambahkan, untuk mendapatkan lingkungan kerja terbaik, tentu harus menciptakan lingkungan kerja yang baik juga. Dan ini tentunya mengisyaratkan kebutuhan angaran pendidikan Indonesia yang tinggi juga. Misalnya, untuk meningkatkan kualitas guru lewat pelatihan kurikulum dan perbaikan teknik mengajar lewat berbagai kelas bagi guru. Ditambah lagi, penyediaan fasilitas belajar di sekolah menjadi salah satu bentuk dari komersialisasi pendidikan.

3. Kesejahteraan Guru

Berdasarkan survei dari Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) pada pertengahan 2005, idealnya seorang guru pegawai negeri sipil (PNS) sebesar Rp3 juta per bulan. Penghasilan rata-rata guru PNS saat itu hanya Rp1,5 juta, guru bantu Rp460 ribu, dan guru honorer di sekolah swasta Rp10 ribu per jamnya.

Namun, beruntungnya kini gaji guru PNS sudah ada peningkatan. Dikutip dari situs Detik, “Dalam lampiran PP ini disebutkan, gaji terendah PNS (golongan I/a masa kerja 0 tahun) menjadi Rp1.560.800 (sebelumnya Rp1.486.500).

Sementara gaji tertinggi PNS (golongan IV/2 masa kerja lebih 30 tahun) menjadi Rp5.901.200 (sebelumnya Rp5.620.300). Untuk PNS golongan II (II/a masa kerja 0 tahun), kini gaji terendah menjadi Rp2.022.200 (sebelumnya Rp1.926.000), tertinggi (II/d masa kerja 33 tahun) menjadi Rp3.820.000 (sebelumnya Rp3.638.200.

Golongan III (III/a masa kerja 0 tahun), kini gaji terendah menjadi Rp2.579.400 (sebelumnya Rp2.456.700), tertinggi (III/d masa kerja 32 tahun) menjadi Rp4.797.000 (sebelumnya Rp4.568.000).”

Kesejahteraan guru perlu diperhatikan oleh pemerintah guna meningkatkan kualitas pendidikan terbaik. Sebab, bila kesejahteraan guru terpenuhi, kompetisi di antara guru terjadi. Dampak positifnya, setiap guru akan berkarya secara optimal dalam memberikan pendidikan yang terbaik bagi para peserta didik.

Baca Juga: Rekomendasi 9 TK Internasional di Jakarta Lengkap dengan Biayanya

Dari ketiga sebab tingginya anggaran pendidikan Indonesia, maka kita sebagai orang tua perlu menyiapkan biaya pendidikan anak secara bijaksana. Safir Senduk, seorang perencana keuangan, mengajak kita untuk menyiapkan 10% dari penghasilan kita untuk diinvestasikan guna biaya pendidikan anak dan kebutuhan jangka panjang lainnya.

Selanjutnya, kita tinggal memilih produk investasi yang tepat untuk keperluan biaya pendidikan anak-anak kelak. Untuk investasi jangka menengah dan panjang, kita bisa berinvestasi emas.

Sebab, investasi emas sangat menjanjikan. Sedangkan, untuk investasi 1-3 tahun ke depan, kita bisa berinvestasi pada tabungan berjangka. Jadi, kamu masih mau mengeluh tentang mahalnya biaya pendidikan anak atau, justru lebih baik lagi, mencari solusi untuk menyiapkan biaya pendidikan mereka? Mari kita menjadi orang tua yang cerdas dan bijak dalam menyiapkan pendidikan anak kita.

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!