Kompensasi Rumah Korban Banjir hingga Rp50 Juta, Plus Dana Hunian Rp500 ribu/bulan

Jan 09, 2020

Pemerintah putuskan memberi kompensasi bagi korban banjir Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Kompensasi ditentukan berdasarkan seberapa terdampak korban atas akibat banjir di Jakarta.

Besaran kompensasi ditentukan berdasarkan rumah rusak berat sebesar Rp50 juta, rumah rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan Rp10 juta.

Sementara itu, sekitar 2.800 rumah di Kecamatan Sukajaya dan Nanggung, Kabupaten Bogor rusak dan hilang karena longsor.

Untuk kategori rumah yang hilang, kompensasinya ialah akan dibangunkan rumah baru dengan tipe 36. Hanya saja, pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih tunggu laporan dari masing-masing kepala daerah.

korban banjir jakarta
Foto udara kali Ciliwung yang meluap di seputar Jakarta Pusat Rabu (1/1/2020). Sumber: BNPB/Mongabay Indonesia

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga sebutkan akan beri uang hunian bagi masyarakat akibat banjir di Jakarta yang rumahnya rusak atau hilang. Selama perbaikan hunian, korban banjir Jakarta ini akan terima Rp500.000 per bulan.

Sementara ini, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sebutkan kompensasi akan segera diberikan kepada korban banjir Jakarta segera setelah korban terdata oleh kepala daerah.

“Yang rusak berat dan hilang karena longsor, sudah hilang rumahnya, kalau rusak berat di situ kasih kompensasi Rp50 juta, kalau tidak bisa tinggal di situ kan relokasi, ya kita kerjain,” ujar Basuki di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/1).

Baca juga: Hingga Lebih dari Rp1 T, Kerugian Banjir Bisnis Ritel Diprediksi Paling Besar

Kerugian akibat banjir di Jakarta dan sekitarnya capai hingga Rp10 T

korban banjir jakarta
Sumber: NurPhoto/Getty Images

Banjir Jakarta dan sekitarnya pada awal tahun ini sebabkan kerugian sementara yang diestimasikan lebih dari Rp10 T, menurut peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira.

Akibat banjir di Jakarta ini termasuk infrastruktur fisik, baik di rumah yang rusak ringan maupun rusak berat, serta infrastruktur pemerintah.

Selain itu, di wilayah Jabodetabek juga banyak kawasan industri, termasuk di Pulo Gadung dan Cakung di Jakarta Timur, serta wilayah Bekasi yang cukup parah terdampak banjir. Banjir juga telah sebabkan pusat perbelanjaan tutup dan sektor ritel alami kerugian besar.

Estimasi kerugian ini diperkirakan berdasarkan jumlah pengungsi yang sekitar 30.000 orang, tersebar di 264 titik. Angka ini pun masih terus diperbaharui.

Basuki menuturkan faktor penyebab banjir dan longsor awal tahun ini, mulai dari drainase tersumbat hingga kapasitas drainase yang terlampaui.

Pemerintah memperoleh laporan bahwa 11 pintu air rusak dan tanggul jebol di 44 titik. Sebanyak 2 pompa air tidak berfungsi dan 62 titik sungai dan saluran menguap.

Selain menyalurkan bantuan kepada korban banjir Jakarta, semua sarana ini juga sedang diperbaiki untuk mengantisipasi curah hujan tinggi dalam waktu dekat. Sebagaimana pihak BMKG mengabarkan curah hujan akan kembali tinggi pada 11-15 Januari mendatang.

Baca juga: Kerugian Banjir Jakara 2020 Diprediksi Rp5,2 T, Sri Mulyani Masih Terus Pantau Situasi

Pemerintah pastikan beri kompensasi bagi korban banjir Jakarta

akibat banjir di jakarta
Banjir di Jakarta rendam mobil-mobil yang terparkir di Pool Bluebird.
Sumber: Twitter BNPB

Kepala BNPB Letjen Doni Monardo katakan, pihak BNPB akan menyalurkan kompensasi atas bangunan rumah yang rusak. Nominalnya akan disesuaikan dengan kategori kerusakan rumah akibat banjir Jakarta.

Masyarakat nantinya akan memperoleh dana hunian sebesar Rp500 ribu/bulan hingga nanti rumahnya dapat dihuni kembali.

Bantuan perbaikan rumah yang rusak berat akan diberikan sebesar Rp50 juta, rumah dengan kerusakan sedang sebesar Rp25 juta, dan rusak ringan sebesar Rp10 juta tanpa pembangunan huntara.

Sementara itu, bagi rumah yang hilang terkena longsor ataupun terbawa arus banjir, pemerintah akan didukung untuk relokasi dan dibangunkan rumah tipe 36. Keputusannya, akan ada relokasi seperti di Bogor misalnya untuk sekitar 2.800 rumah.

Di Sukajaya Bogor, kemungkinan relokasi dilakukan di lahan milik BUMN, yakni PT Perkebunan. Ini disesuaikan dengan instruksi Presiden Joko Widodo. Di Lebak, juga demikian, pembangunan akan dilakukan di lahan BUMN.

Namun, perihal ini, pemerintah mengaku masih akan melakukan rekapitulasi. Termasuk juga persiapan lahan yang dicari oleh pemerintah daerah untuk ditujukan bagi korban relokasi banjir Jakarta dan sekitarnya.

Sumber: Detik, BBC Indonesia, Kontan, Warta Ekonomi

Simak juga:

Tetap Cuan dengan Menabung Emas Online Kekinian, Bagaimana Caranya?

Menikah VS Beli Rumah, Mana yang Harus Didahulukan?

Naik Hanya 8,51%, Ini Alasan Serikat Buruh Tolak Kenaikan Upah Buruh yang Kecil

Di Tengah Perang Dingin Teknologi AS-Tiongkok, 5G Huawei Optimis Akan Meledak di Pasar

Perbankan Terimpit Persaingan Fintech, OJK Dukung Merger Bank di Indonesia