Drama Panjang Jelang 10 Tahun Kasus Utang Terbesar Keluarga Kaya Arab Saudi

Keluarga Algosaibi Saudi Arabia mengalami kasus utang terbesar dan terpanjang dalam sejarah Saudi Arabia lantaran permusuhan yang memecah belah keluarga ini. Kini, kasus terkait utang perusahaan Abdulrehman Algosaibi ini sudah dekati resolusi.

Pengadilan setujui klaim utang sbesar USD 14 M terkait runtuhnya dua kerajaan bisnis satu dasawarsa ini. Dokumen menunjukkan pengadilan Saudi telah menerima USD 7 M dari kreditur.

abdulrehman algosaibi
Representatives of AHAB, from left, Mohamed Al Ghamdi, Hamad Al Gosaibi and Mohamed Al Gosaibi before the creditors meeting in Dubai. Pawan Singh / The National

Perselisihan pahit dalam keluarga Algosaibi Saudi Arabia ini telah terjadi sejak runtuhnya perusahaan pada 2009 dan tidak ada pihak di keluarga Abdulrahmen Algosaibi yang mau disalahkan.

Selanjutnya, klaim sekitar USD 6,5 M akan ditujukan terhadap taipan Maan al-Sanea dan perusahaan Saad group.

Dokumen tunjukkan pengadilan setujui klaim dari lebih 70 lembaga keuangan dalam kasus perusahaan keluarga Algosaibi Saudi Arabia ini. Dari 70 perusahaan yang melayangkan tuntutan, termasuk Bank Saudi dan regional.

Baca juga: Bernard Arnaul Saingi Bill Gates, Kini Jadi Orang Terkaya Kedua di Dunia

Keputusan akhir pengadilan terkait keluarga Algosaibi Saudi Arabia

Lantaran kedua pihak lakukan kesalahan, kehancuran kedua perusahaan tetap tinggalkan utang yang dibayar senilai miliaran dolar kepada bank lokal dan internasional.

Keputusan ini tidak hanya tawarkan beberapa bantuan kepada para kreditor, tapi juga menandakan bahwa investor internasional dapat turut juga memantau persoalan ini.

Ini lantaran kasus-kasus ini perlu diselesaikan di bawah undang-undang kebangkrutan baru yang diperkenalkan pada 2018 sebagai bagian dari reformasi yang bertujuan lebih raman bagi investor.

Pengadilan komersial Dammam setujui lebih dari USD 7 M pengajuan utang terhadap perusahaan keluarga Algosaibi Saudi Arabia, AHAB (Ahmad Hamad Algosaibi and Bros) dari sebelumnya USD 12 M sebagai total klaim yang terdaftar.

Pada desember, pengadilan setujui USD 6,5 klaim terhadap Sanea dan Saad, keluarga Abdulrehman Algosaibi, dari hampir USD 18 M klaim terdaftar, tidak termasuk yang diajukan karyawan grup.

Kepala restrukturisasi perusahaan AHAB Simon Charlton konfirmasi persetujuan klaim terhadap perusahaan.

Baca juga: 3 Pengusaha Sukses di Industri Media, Siapa yang Paling Kaya?

Para kreditur tuntut klaim terhadap utang perusahaan Algosaibi AHAB

Wali amanat telah meminta izin pengadilan untuk bentuk komite kreditur. Komite ini diharapkan akan bantu percepat kasus dan menyelesaikan proposal. Targetnya ialah memperoleh suara kreditor pada proposal yang diajukan ke pengadilan untuk diratifikasi dalam 90 hari.

Perwakilan hukum keluarga Abdulrehman Aglosaibi untuk Saad Group dan Sanea tidak anggapi pernyataan ini. Tuntutan kreditor yang disetujui saat ini akan dimasukkan dalam proposal restrukturisasi yang diserahkan oleh debitur dan perwakilan pemberi pinjaman.

Dokumen yang sama juga tunjukkan pengadilan menyetujui klaim dari lebih 70 lembaga keuangan. Kasus perusahaan keluarga Abdulrehman Algosaibi Saudi Arabia ini melibatkan banyak lembaga kreditur.

Dari 70 perusahaan yang melayangkan tuntutan, termasuk Bank Saudi dan regional. Daftar diikuti pemberi pinjaman internasional seperti BNP Paribas, Deutsche Bank, HSBC, dan JPMorgan.

Bagaimanapun, pengadilan tolak dua dari empat klaim oleh The International Bank Corporation (TIBC), bank Bahrain yang miliki USD 3 M dalam klaim terhadap perusahaan keluarga Abdulrahmen Algosaibi ini.

TIBC telah himpun dana pasar internasional dan kemudian mentransfer dana tersebut ke perusahaan AHAB. klaim TIBC senilai USD 1,8 M telah disetujui dari USD 3 M yang diajukan.

Manajemen TIBC berencana akan mengajukan banding terhadap penolakan pengadilan terhadap dua klaim ini. Lantaran mereka mewakili klaim yang tidak kalah layaknya dengan dua lainnya.

Bila komite kreditor telah disetujui untuk beroperasi, kasus penolakan klaim yang dialami oleh TIBC ini semestinya dapat diselesaikan dengan lebih cepat.

Dengan harapan resolusi masalah utang terbesar dan terpanjang dalam sejarah Saudi Arabia ini segera tuntas. Tentu dapat pula diselesaikan selekasnya kepada para kreditur.

Sumber: Kontan, Reuters, The National

Simak juga:

Dibanderol Rp1,5 Juta per Kg, Kinmemai Premium Jadi Beras Temahal di Dunia

Psst.. Ini 5 Rahasia Sukses Warren Buffett, Tokoh Investasi Paling Sukses di Dunia

Laundromat, Film Netflix yang Bongkar Pengaruh Panama Papers pada Hidup Orang Kaya

Mencoba Peruntungan di 7 Negara dengan Gaji Tertinggi di Dunia, Minat?

Dibanderol Rp193 M, Majesty 140 Berhasil Jadi Yacht Termahal di Dunia

Recent Articles

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here