Kesalahan Utama Saat Mendidik Anak Mengenai Uang

Apabila ingin menimba ilmu di dunia finansial tepat rasanya belajar dari salah satu orang tersukses di bidang investasi antara lain Warren Buffett.

Dia adalah seorang legenda yang memperlihatkan bakatnya dari umur sangat belia. Menariknya, saat umur 6 tahun, ia membeli 6 buah soda dengan harga 25 sen dan menjualnya dengan imbalan masing-masing logam nikel untuk sebuah soda.

Tak hanya itu, ia juga pernah berjualan majalah dan permen karet door to door. Kini ia telah sukses dan menjadi seorang komisaris, direktur utama dan pemegang saham terbesar hingga kurang lebih $119,000 di Berkshire Hathaway.

Semua itu tak luput dari didikan ayahnya yang juga menjadi sumber inspirasinya. Ia diajarkan pentingnya menabung oleh ayahnya mulai dari umur sangat kecil.

Menurut Buffett, hal ini sangat benar dan patut dicontoh. Didikan finansial memang harus sedini mungkin, bahkan saat anak masih persiapan sekolah atau preschool.

Menurut Warren Buffet, kesalahan terbesar orang tua adalah baru mendidik pengaturan keuangan ketika anak sudah beranjak remaja. Padahal, menurut penelitian yang disampaikan Buffett, 80% perkembangan otak dimulai saat anak berumur 3 tahun.

Cambridge University juga menemukan bahwa saat anak berumur 3-4 tahun, mereka sudah mulai paham konsep dasar keuangan. Dan, saat umur 7 tahun, pandangan finansial di masa depan sudah mulai terbentuk.

Berdasarkan survei dari T. Rowe Price 2018, sejumlah 1.014 orang tua yang memiliki anak berumur 8-14 tahun dan sekitar lebih dari 1.000 anak muda yang berumur 18-24 tahun, hanya 4% yang sudah memulai mendiskusikan topik finansial sebelum anaknya berumur 5 tahun.

30% orang tua baru memulai edukasi finansial saat anaknya berumur lebih dari 15 tahun. Sayangnya, 14% tidak pernah mengajarkan sama sekali.

Maka dari itu, Buffett membantu peluncuran animasi anak-anak yang berjudul Secret Millionaire’s Club tahun 2011 yang mengajarkan tips dasar menabung dalam berbisnis dan kehidupan sehari-hari. Hal yang sama ia ajarkan kepada ketiga buah hatinya.

Ia menjadi mentor untuk sebuah grup di program tersebut. Serta mengajarkan kepada orang tua bahwa tidak ada yang terlalu dini saat mendidik konsep finansial pada anak. Tips yang dibagi Buffett di program tersebut adalah sebagai berikut:

Belajar menjadi flexible thinker

Berpikir kreatif perlu diajarkan kepada anak untuk membuatnya tidak mudah menyerah apabila gagal saat pertama kali. Ajak anak berpikir kreatif untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan terutama jika ‘terbentur’ masalah ekonomi.

Ide aktivitas:

  • Pergi ke museum dan perkenalkan pada anak berbagai jenis aliran melukis. Kemudian ajak anak menggambar dengan berbagai alat yang tidak biasa/unik seperti sponge, kapas, jari, dan sebagainya.
  • Uji kekreativitas anak dengan mentransformasi sampah menjadi sesuatu yang berguna di rumah seperti kotak bekas sereal menjadi rak kecil majalah. Ini akan membuat mereka berpikir kritis, menyimpan uang dan merawat lingkungan sekaligus.

Bagaimana memulai menabung

Saat mengajari anak bagaimana cara mengatur keuangan, penting sekali membuatnya paham apa perbedaan antara keinginan dan kebutuhan.

Ide aktivitas:

  • Latih anak dengan memberinya dua toples. Satu toples untuk tabungan, satu lagi untuk pengeluaran. Setiap anak mendapat uang jajan & amplop hadiah, maka tanya mereka bagaimana membagi uang tersebut ke dua toples.
  • Minta anak membuat list atau kumpulan gambar dari apa yang mereka mau beli. Kemudian ajak anak pisahkan mana yang kebutuhan, mana yang keinginan. Misalkan mainan adalah keinginan, tas adalah kebutuhan.

Bagaimana membedakan harga dan nilai

Kita sering merasa bersalah membayar lebih banyak uang untuk merek sepatu atau gadget yang keren padahal kita bisa mendapatkan barang serupa yang sama baiknya dengan harga lebih murah. Ide pelajaran ini mengajarkan bagaimana membedakan mana yang senilai dengan harga yang kita bayar, mana yang tidak.

Ide aktivitas:

  • Buat list akan barang-barang yang dibutuhkan di supermarket dan cek di flyer atau website mana yang memberi diskon. Ajak anak membandingkan harga dan menilai toko mana yang menawarkan nilai yang lebih baik.

Bagaimana membuat suatu keputusan yang benar

Kunci dari membuat keputusan yang benar adalah memikirkan bagaimana berbagai pilihan dapat memengaruhi hasil di masa depan.

Ide aktivitas:

  • Buffett mencontohkan apabila saat ingin membeli TV namun AC di rumah rusak. Sehingga hal yang harus dilakukan adalah menabung untuk membetulkan AC dahulu, kemudian baru membeli TV.
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *