Pergerakan Harga Emas Indonesia Dibandingkan Harga Emas Dunia

Harga emas logam mulia mencatat rekor terbaru pada hari Jumat, 2 Agustus 2019. Emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa.

Harga jual emas Antam pada Jumat (2/8/2019) berada di level Rp717.000 per gram. Harga tersebut naik Rp14.500 dari hari sebelumnya.

Rekor ini tentu menggiurkan bagi investor emas. Tapi sebelum mengambil aksi ambil untung, kamu bisa perhatikan beberapa hal.

Sejarah Emas Dunia

Memang, permintaan emas sebagai instrumen investasi terus meningkat. Sebagai komoditas tambang, emas juga tergolong langka. Mengutip data World Gold Council, permintaan terhadap emas rata-rata naik 15% per tahun sejak tahun 2011.

Banyak orang yang tertarik pada logam mulia satu ini untuk dijadikan instrumen investasi. Ditambah lagi fakta bahwa harga emas punya sejarah positif. Harga emas relatif naik lantaran diperjualbelikan di pasar yang besar.

Untuk diketahui, emas mulai diperjualbelikan secara bebas pada 1971. Saat itu, kesepakatan Bretton Woods secara resmi tidak berlaku lagi. Tadinya ada kaitan langsung antara dolar dengan emas. Namun sejak 1971, seluruh praktek moneter menggunakan uang tidak lagi bergantung dengan cadangan emas.

Jika dirata-ratakan kenaikan harga emas bisa mencapai sekitar 10% per tahun. Imbal hasil tersebut hampir bisa mengimbangi investasi saham.

Angka tersebut melampaui kenaikan harga komoditas lain, seperti perak atau batubara yang hanga tumbuh 1,4% per tahun. Ini membuat emas unggul dibandingkan imbal hasil komoditas lain, serta obligasi.

Berbicara harga emas, setiap harinya harga emas selalu berubah. Naik turun harga emas ini ditentukan oleh nilai emas di pasar internasional.

Terkait dengan harga emas di pasar spot global, akhir pekan lalu harga logam mulia ini sudah mencapai US$1.418 per troy ounce, naik dari US$1.414 per troy ounce pada hari sebelumnya. Hari ini, harga emas di pasar spot masih melanjutkan penguatan ke level US$1.446 per troy ounce. Satu troy ounce, mengacu aturan di pasar, setara dengan 31,1 gram.

Pergerakan Harga Emas Dalam Negeri

Permintaan emas juga mengalami peningkatan di negara-negara di Asia. Pasalnya, jumlah kelas menengah di Asia terus tumbuh. Masyarakat di benua ini memang dikenal gemar menyimpan emas dalam bentuk batangan maupun perhiasan, tak terkecuali orang Indonesia.

Mari kita tengok pergerakan harga emas dalam negeri. Ambil contoh pada 2018. Menurut situs logam mulia, harga emas Antam naik senilai Rp27.000 per gram atau 4,22% sepanjang tahun lalu menjadi Rp667.000 per gram.

Salah satu penyebab ialah investor beralih menyimpan emas gara-gara fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar. Mengalihkan aset dengan memiliki safe haven kerap dilajukan investor saat kondisi ekonomi tidak menentu.

Investor yakin nilai emas masih kebal terhadap fenomena fluktuasi nilai tukar mata uang dan gejolak ekonomi.  Lihat saja penjualan emas Antam yang terkerek mencapai 28 ton pada akhir 2018 atau naik 114% dari penjualan tahun sebelumnya.

Tingginya harga emas di awal Agustus ini diyakini punya potensi untuk emas terus menampakkan kilaunya. Harga emas dalam negeri tercermin dari harga emas Antam batangan 100 gram, yang merupakan acuan emas bersertifikasi yang paling umum dijadikan instrumen investasi emas domestik.

Bahkan emas dalam negeri digadang mencapai angka fantastis Rp900.000 per gram pada akhir 2019. Prediksi ini muncul lantaran harga emas dunia pun diperkirakan mencapai US$2.000 per troy ounce di akhir tahun.

Masih ragu untuk investasi emas? Baca artikel lainnya di blog Pluang supaya lebih yakin untuk mulai berinvestasi emas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *